KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

14 PERUSAHAAN HPH BERKINERJA BURUK
Sebanyak 14 perusahaan pemegang HPH dinilai berkinerja buruk. Selain kondisi finansial tidak sehat, perusahaan tersebut juga memiliki tunggakan dana reboisasi dan provisi sumber daya hutan. Demikian laporan Lembaga Penilai Independen (LPI) yang melaksanakan proses penilaian selama tahun 2004. Tahun ini LPI masih melaksanakan penilaian atas 45 perusahaan pemegang hak pengelola hutan (HPH)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 22

OPERASI PEMBERANTASAN PETI GAGAL
Operasi pemberantasan penambangan emas tanpa izin atau peti yang dilakukan pemerintah kabupaten bersama Polres Bengkayang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dalam sebulan terakhir dinilai tidak berhasil. Penambang emas tradisional masih saja beroperasi……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 24

REHABILITASI SITU BERJALAN LAMBAN
Rehabilitasi situ-situ yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi berjalan lamban. Padahal, situ-situ itu sangat diperlukan untuk sumber air dan pengendalian banjir. Untuk itu, pemerintah daerah harus memiliki komitmen yang kuat untuk menetapkan kawasan situ……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 28

SOAL BANJIR YANG KEBANJIRAN SOAL
Banjir bukan ancaman lagi. Genangan besar air di kota yang sekitar 40 persen tanah datarnya, memang daerh langganan banjir sejak zaman dulunya punya dulu. Kota yang berkembang di atas tanah bekas rawa-rawa serta dialiri 13 sungai yang bermuara di teluk Jakarta ini, sudah tercatat sebagai kota tidak bebas banjir. Makanya, pemerintah kolonial Belanda tahu betul ‘penyakit’ dari sananya Batavia, hingga sudah berupaya menyelamatkan ibu kota tanah jajahannya ini…. BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 28

REPOTNYA MENJERAT DENGAN JARING KUMAL
Masyarakat modern, menurut sosiologi Ulrich Beck telah bergerak dari fase masyarakat industri menuju fase masyarakat risiko. Perilaku konsumtif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam mengantarkan masyarakat modern menuju kehidupan yang penuh resiko….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 68

RENCANA SABUK SAWIT DI PERBATASAN
Sangat menyedihkan, komentar Manajer Program Konservasi Hutan Kalimantan “Heart of Borneo,” World Wildlife Fund for Nature Indonesia Bambang Supriyanto saat dihubungi kemarin. Pernyataan tersebut keluar menanggapi rencana pemerintah melakukan konversi hutan menjadi lahan perkebunan di kawasan perbatasan seluas 1,8 juta hektare di Kalimantan…………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. A5

BORNEO, SURGA HAYATI DUNIA
Borneo atau sekarang dikenal sebagai Kalimantan bukanlah pulau biasa. Selain pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau Kalimantan merupakan pulau dengan rekor keanekaragamanhayati tertinggi di seluruh dunia. Menurut data World Wildlifge Fund for Nature, ada sekitar 15 ribu spesies tumbuhan di pulau tersebut, yang 600 di antaranya unik, tak ditemukan di tempat lainnya…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. A5

TEMPAT SAMPAH LIAR DITUTUP
Pemerintah Kota Depok menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar seluas 4 hektare di RW 10 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji. Kepala Satpol PP Depok Asep Sumihardja mengatakan pihaknya sudah melakukan penutupan tempat pembuangan sampah liar yang bersebelahan dengan Perumahan Villa Mutiara Cinere, sejak Rabu (14/12) sore…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. C10

PENGOLAHAN LIMBAH FAKTOR PENENTUAN PEMBERIAN KREDIT
Sebagai komitmen terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup. Bank Negara Indonesia (BNI) akan memperbaiki prosedur pemberian kredit kepada debitornya. Prosedur itu terutama yang berkaitan dengan usaha pelestarian lingkungan oleh calon debitor. “Pertimbangan akan dilakukan atas dasar ada atau tidak adanya, serta porsi anggaran untuk pengolahan limbah industri yang akan didirikan BNI memandang industri merupakan sektor yang paling besar kontibusinya pada kerusakan lingkungan. Terlebih industri kimia dengan limbah yang menyebabkan pencemaran,” kata Direktur Utama BNI Sigir Pramono……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 28

TIGA KONVENSI LH TERSENDAT
Peksanaan tiga konvensi lingkungan hidup masih tersendat-sendat. Padahal, konvensi tesebut sudah 10 tahun lebih diratifikasi. “Kendalanya klasik, kurang sosialsiasi dan koordinasi,” ungkap Ichsana Ishak, direktur proyek National Capacity Self Assessment (NCSA), Kamis (15/12)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUM’AT 16 DESEMBER 2005, HAL. 20

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup