KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AJAKAN PENANAMAN POHON
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat memperbaiki lingkungan dan berupaya mencegah perubahan iklim. Salah satu sumber keusakan terbesaar adalah hutan yang tak di kelola dengan baik. Penyebabnya, kata dia, antara lain pembangunan hak pengusaha hutan yang serampangan dan penebangan liar………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. A6

WASPADAI TUMPUKAN SAMPAH DI SUNGAI
Sampah selalu menimbulkan masalah. Saat musim hujan, banyak sampah yang menyumbat saluran air, sehingga menyebabkan banjir. Permukiman warga di bantaran sungai diduga salah satu penyebab sungai tidak berfungsi dengan baik. Berdasarkan data Kementerian Negara Lingkungan Hidup, setiap orang menghasilkan 2 kg sampah per hari. Menurut data Dinas Kebersihan DKI Jakarta sampah yang dihasilkan DKI mencapai 600.000 ton per hari. Sumbangan terbanyak berasal dari limbah rumah tangga, sebesar 52,97%. Disusul dengan limbah industri, sebesar 37,71%. Kemudian limbah pasar 4% dan limbah sekolah sebesar 5,32%…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 DESEMBER 2009, HAL. 7


PENATAAN CILIWUNG DIKAJI
Konsep penataan Kali Ciliwung saat ini sedang dalam pengkajian. Ditargetkan hingga tiga bulan ke depan, konsep itu sudah bisa diumumkan ke masyarakat. Menurut Gubernur Fauzi Bowo, alternatif penataan Kali Ciliwung terutama yang di kawasan Ibukota akan segera direalisasikan dan pada sisa masa jabatan dalam memimpin DKI Jakarta 2012 mendatang penataan itu sudah bisa terlaksana…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 DESEMBER 2009, HAL. 7

KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM : G-77 BAHAS PEMBERIAN SANKSI
Negara-negara berkembang yang bergabung dalam G-77 menuntut negara maju bisa merealisasikan isi kesepakatan Konferensi Kopenhagen apabila nanti ada kesepakatan yang dicapai. Sanksi kepada negara maju yang melanggar juga dianggap perlu dibahas. Menurut Presiden G-77 Lumumba Stanislaus Di-Aping, negara maju itu sering ingkar janji terhadap perjanjian yang telah disepakati. Jadi, jangan sampai terjadi kembali dalam kesepakatan Kopenhagen bila nanti disepakati. Untuk itu, perlu ada sanksi bila negara maju melanggar kesepakatan…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 DESEMBER 2009, HAL. 6

KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM : PERANCIS DESAK PAJAK KARBON DISERTAKAN
Prancis mendesak agar kesepakatan politis yang akan dihasilkan dari Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen mencakup pajak dari transaksi keuangan guna membantu negara-negara berkembang mengatasi dampak perubahan iklim.Dalam pandangan Prancis, mengutip pajak yang sangat kecil, yakni 0,005 persen dari tiap transaksi finansial dan menyalurkannya ke negara-negara berkembang akan membantu mereka memberantas kemiskinan, memperbaiki pendidikan, dan kesehatan, serta mendapatkan biaya untuk mengatasi masalah perubahan iklim…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 DESEMBER 2009, HAL. 1

GAS RUMAH KACA ANCAM MANUSIA
Agen Perlindungan Lingkungan AS (EPA) di Washington mendeklarasikan bahwa gas rumah kaca mengancam keselamatan umat manusia. Dengan deklarasi yang sudah lama ditunggu-tunggu itu maka EPA dapat mengeluarkan regulasi pembatasan emisi gas rumah kaca tanpa harus menunggu persetujuan Kongres Amerika Serikat…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 10

KOPENHAGEN DAN KONFERENSI DUA PEKAN YANG MENENTUKAN
Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim akhirnya mulai digelar di Kopenhagen, Denmark awal pekan ini. Konferensi ini merupakan salah satu pertemuan dunia paling bersejarah abad ini mengingat lebih dari 190 negara dengan 15 ribu partisipan hadir. Mereka berkumpul untuk membahas masalah yang paling mengancam bumi saat ini, yakni perubahan iklim, segala implikasinya terhadap kehidupan makhluk dunia, dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasinya. Konferensi ini untuk membahas pengganti dari Protokol Kyoto 1997, yang akan habis masa berlakunya 2012 mendatang…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 14

TARGET 230 JUTA POHON DI SELURUH INDONESIA
Gubernur Jatim Soekarwo minta agar masyarakat jangan hanya pandai menanam pohon, tapi juga harus memeliharanya. Pihaknya tidak ingin pohon-pohon yang telah ditanam mati sia-sia karena tidak dipelihara dengan baik. Dengan slogan One Man One Tree (satu jiwa satu pohon), gubernur berharap agar seluruh Jatim melakukan gerakan menanam pohon pada lahan-lahan kosong. Menurutnya, dalam Keppres 24/2008 tentang Hari Tanam Indonesia, telah ditargetkan penanaman 230 juta pohon di seluruh Indonesia. Untuk Jatim, ditargetkan 36 juta pohon…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 5

NEGOSIASI PENGURANGAN EMISI MASIH ALOT
Rangkaian proses negosiasi dalam Konferensi para Pihak (Conference of the Parties) Ke-15 mengenai perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark, baru dimulai.Pernyataan pembukaan dari tiap negara menunjukkan belum ada perubahan posisi. Ketua Kelompok Kerja 2012 Dewan Nasional Perubahan Iklim Tri Tharyat, Senin (7/12) sore, mengatakan proses negosiasi mengenai kelanjutan fase dua Protokol Kyoto dan perjanjian baru kerja sama jangka panjang pengurangan emisi masih jauh dari kemungkinan menyepakati sebuah teks……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 12

PEMBALAKAN LIAR : LOG ILEGAL SENILAI RP. 1 MILIAR DISITA
Kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat, menyita 1.200 batang log ilegal senilai Rp 1 miliar, yang ditebang dari kawasan hutan penyangga di daerah aliran Sungai Pawan. Empat cukong ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Markas Polres Ketapang.Menurut Kepala Polres Ketapang Ajun Komisaris Badya Wijaya, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang keberadaan log ilegal yang disusun dalam bentuk rakit di Sungai Pawan, tepatnya di Desa Tanjung Pasar………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 23

LONGSOR; 5 ORANG TEWAS DAN 30 RUMAH HANCUR
Bencana tanah longsor diikuti banjir dan angin puting beliung di Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, menewaskan 5 orang dan menghancurkan 30 rumah warga. Tanah longsor terjadi Senin sekitar pukul 21.00 saat warga berada di dalam rumah. Saat itu hujan deras mengguyur Desa Apelawo dan Kenang……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 22

KESEHATAN LINGKUNGAN : TAMBANG EMAS BOMBANA TERCEMAR MERKURI
Tambang emas di daerah tangkapan air Sungai Langkowala dan Wumbubangka, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, tercemar merkuri. Kandungan merkuri mencapai 0,9 mg per liter, melebihi ambang batas maksimal 0,003 mg per liter. Pemerintah daerah belum mengambil langkah antisipasi karena masih menunggu hasil uji lanjutan contoh air sungai.Menurut Emiarti, peneliti di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Haluoleo, Kendari, contoh air Sungai Langkowala dan Wumbubangka dari empat titik pengambilan menunjukkan kandungan merkuri (Hg) antara 0,07 mg per liter dan 0,9 mg per liter………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 22

PENGURANGAN EMISI : MELENCENG DARI NEGOSIASI DAGANG
Hampir dipastikan, perundingan dalam Konferensi Para Pihak Ke-15 Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009, tidak lebih dari negosiasi perdagangan emisi.Mekanisme apa pun yang ditawarkan, tampaknya akan mengarah ke sana. Berbagai skema (termasuk reducing emission from deforestation and forest degradation/REDD) akan diperjuangkan menjadi skema baru kesepakatan iklim global tahun 2012, setelah komitmen pertama di bawah Protokol Kyoto……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 14

GAMBUT TETAP DIOLAH : INDONESIA TIDAK TERMASUK NEGARA PALING RENTAN
Pemerintah Indonesia mengantisipasi kemungkinan menerima kritik tajam terkait pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark.Sementara itu, pengetahuan lokal dinyatakan akan bisa berkontribusi dan akan bersentuhan jika skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (reducing emission from deforestation and forest degradation/REDD) diterapkan sebagai salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 14

COP-15 KOPENHAGEN :PERBEDAAN PANDANGAN TETAP TAJAM
Perbedaan pandangan soal target antara negara-negara maju dan berkembang tetap tajam pada hari kedua Konferensi Perubahan Iklim Pertemuan Para Pihak Ke-15 atau COP-15 UNCCC di Kopenhagen, Denmark, Selasa (8/12).Negara maju kukuh bertahan dengan target minimal, sedangkan kelompok negara berkembang didukung organisasi nonpemerintah menekan dengan target tinggi. Bagi beberapa negara, kesepakatan di Kopenhagen adalah persoalan kelangsungan hidup generasi mendatang.
………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 DESEMBER 2009, HAL. 1

Sumber:
Perpustakaan KLH