KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DI KALIMANTAN SELATAN 50 RUMAH HANYUT, ENAM WARGA HILANG
Banjir di Kalimantan Selatan terus meluas dan berbahaya. Secara bersamaan, banjir menerjang empat kabupaten dan sedikitnya 50 rumah hanyut, enam warga hilang, dan ribuan lainnya mengungsi. Banjir menimpa sejumlah daerah di Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, 15 rumah hanyut; di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, 14 rumah; di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, 21 rumah……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT; DUA KABUPATEN TERISOLASI BANJIR DI KALSEL MELUAS, MEDIA INDONESIA, SELASA 27 JUNI 2006 HAL. 1 BERITA TERKAIT; BANJIR KALIMANTAN TEWASKAN 26 ORANG, KORAN TEMPO, SELASA 27 JUNI 2006 HAL. A3 BERITA TERKAIT; KERUSAKAN LINGKUNGAN KIAN PARAH, SEJUMLAH DAERAH DISAPU BANJIR, REPUBLIKA, SELASA 27 JUNI 2006 HAL. 1
EMIL SALIM TERIMA BLUE PLANET PRIZE : PENGHARGAAN KONSEP PERENCANAAN LINGKUNGAN
Prof Dr Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia mendapat penghargaan Blue Planet Prize ke-15 yang dibuat Yayasan Asahi Glass. Orang Indonesia pertama, orang Asia ketiga, di luar Jepang yang menerima penghargaan tahunan dari yayasan bersangkutan. Selain trofi Blue Planet, Emil juga berhak mendapat uang tunai 50 juta Yen, setara dengan Rp 4 miliar. Emil dipilih menjadi pemenang Blue Planet karena konsep sustainable development yang dibawanya berhasil menggema sampai ke dunia internasional termasuk ke badan dunia PBB…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. 13
IKAN PURBA COELANTH DITEMUKAN LAGI
Ikan fosil purba atau Coelacanth awal bulan Juni 2006 ditemukan lagi di perairan Laut Sulawesi setelah temuan tahun 1998. Ekspedisi selanjutnya sedang dipersiapkan, tetapi lokasinya masih dirahasiakan. Temuan yang sangat jarang terjadi itu merupakan hasil kerja sama Aquamarine Fukushima Jepang dengan P2O LIPI…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. 15 BERITA TERKAIT; SI RAJA LAUT MASIH HIDUP, REPUBLIKA, SELASA 27 JUNI 2006 HAL. 26
TANGGUL ALAM DI SEKITAR LERENG MERAPI RUSAK
Banyaknya tanggul alam di sekitar lereng Gunung Merapi yang rusak cukup parah akibat penambangan pasir dapat menyebabkan luncuran lahar dingin menjadi tak terarah. Untuk itu, masyarakat sekitar lereng Gunung Merapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan itu disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Edy Susanto di Magelang, Senin (26/6). "Sebelum terjadi penambangan pasir yang merusak alam sekitar lereng Merapi, sudah ada tanggul-tanggul alam yang menjadi pengarah luncuran lahar dingin…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. 15
PENYU BELIMBING DIDUGA SUDAH PUNAH
Penyu belimbing, salah satu dari enam jenis penyu di perairan Indonesia, keberadaannya di Sumatera Barat diduga sudah punah. Kepunahannya dipicu maraknya penjualan telur penyu belimbing. Tim peneliti dan penangkar penyu dari Universitas Bung Hatta, Padang, sejak tahun 1999 belum menemukan jenis penyu langka tersebut……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. 23
SAMPAH : BIKIN KOMPOS DI RUMAH
Memandang sampah bukan sekadar barang-barang bekas seharusnya dimulai dari rumah. Hal sederhana dimulai dengan memilah-milah antara sampah basah dan sampah kering sehingga sampah yang masih bisa dipakai bisa diambil pemulung atau dimanfaatkan sendiri tanpa perlu repot memisahkan lagi. Memilah sampah di sebagian kecil rumah tangga di Jakarta memang sudah diterapkan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. 27
DANA OLAH SAMPAH HANYA RP 7.000 PER TON
Anggaran pengelolaan sampah di Indonesia masih berkisar Rp 7.000-Rp 15.000 per ton. Angka tersebut jauh dibawah negara lain seperti Jepang yang mencapai Rp 300 ribu/ton, dan Singapura 100 ribu/ton…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. I
60,9 JUTA HEKTARE HUTAN DI SEKITAR SUNGAI RUSAK

Seluas 60,9 juta hektare hutan dan lahan di sekitar 282 sungai prioritas di Indonesia rusak dan perlu direhabilitasi. Kondisi berdasarkan pencitraan satelit pada 2003 itu menunjukkan laju kerusakan mencapai 2,83 hektare per tahun…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 27 JUNI 2006, HAL. A7

Sumber: KBUA Perpustakaan KLH