KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENGELOLAAN LINGKUNGAN DIKALAHKAN KEPENTINGAN EKONOMI
Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menyatakan pengelolaan lingkungan di Indonesia hingga saat ini masih dikalahkan oleh berbagai kepentingan di sektor ekonomi. Menurut Emil Salim negara Indonesia masih dalam kondisi rawan anggaran, sehingga akhirnya yang dipikirkan adalah menambah modal tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Selama uang yang dihasilkan lebih banyak maka lingkungan akan terus kalah……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 24 NOPEMBER 2005, HAL. 15

LOKASI TSUNAMI ACEH TERCEMAR LOGAM BERAT
Sejumlah wilayah bencana tsunami di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) tercemar logam berat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebutkan kondisi tanah dan air tanah pada 93 titik sampel di lima kabupaten yang terkena musibah tsunami memiliki kandungan logam berat di atas ambang batas. Hal ini mengancam kesehatan warga yang tinggal di sana…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. 23

WASPADAI LIMBAH MERKURI AKIBAT TAMBANG EMAS LIAR
Masyarakat Kalimantan Tengah yang berdiam di tepian sungai perlu mewaspadai limbah merkuri akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin alias penambang liar. Apalagi, limbah merkuri sulit terurai sehingga dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan dalam jangka panjang dapat berbahaya bila dikonsumsi manusia secara terus-menerus……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. 24

LSM TOLAK KENAIKAN JATAH TEBANG DI KALTIM
Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat menolak kenaikan jatah tebang di Kalimantan Timur tahun 2006 menjadi 2,4 juta meter kubik, dari tahun sebelumnya yang 1,5 juta meter kubik. LSM menilai hal itu menunjukkan inkonsistensi pemerintah dalam kebijakan kehutanan yang semakin menyebabkan hancurnya hutan di Indonesia dan khususnya di Kaltim…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. 24

BANJIR LUMPUR DI ACEH PENGUNGSI KEKURANGAN BAHAN POKOK
Sebanyak 635 jiwa atau 157 keluarga korban banjir bandang bercampur lumpur pada 18 Oktober lalu kini kekurangan bahan pokok. Pengungsi asal Desa Lawe Beringin Gayo itu tinggal di pengungsian di tepi jalan Kutacane-Medan, Kabupaten Aceh Tenggara……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. 13

SULITNYA MENGHAPUS TIMBEL
Tahun 2005 telah dicanangkan sebagai tahun bebas timbel. Namun sampai oktober lalu, sebagian besar wilayah di Indonesia masih disuplai bensin bertimbel, termasuk kota besar Palembang, Makassar dan Medan. Ada satu sampel dari Semarang dan dua sampel dari Surabaya yang kadar timbelnya diatas batas 0,013 gram per liter……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. C6

BANJIR : RATUSAN RUMAH DI SURABAYA TERENDAM
Ratusan rumah di Surabaya, Jawa Timur, kemarin, terendam banjir hingga setinggi setengah meter akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Rabu (23/11) malam.Banjir antara lain merendam rumah penduduk di Perumahan Lembah Harapan dan Kawasan Lidah Wetan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Akibat banjir, warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.Selain merendam rumah penduduk, air juga menggenangi sejumlah bangunan sekolah, antara lain Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 dan Taman Kanak-Kanak Lidah Wetan……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. 10

BAHAYA KESEHATAN TIMBEL
Logam beracun ini amat berbahaya bagi manusia. Timbel yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan atau pencernaan menyebar ke berbagai organ lewat sistem peredaran darah. Penimbunan timbel terjadi pada ginjal, hati, otak, saraf dan tulang berlangsung dalam jangka panjang…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. C7

TPS DI KELURAHAN DINILAI TIDAK PERLU
Ketua Komisi D DPRD DKI, tak setuju atas usulan Dinas Kebersihan DKI untuk melaksanakan proyek percontohan tempat pembuangan sampah (TPS) indoor di tingkat kelurahan. Menurut dia, pembuatan TPS hanya akan memperpanjang mata rantai pengelolaan sampah di DKI……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 25 NOPEMBER 2005, HAL. 6

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup

Perpustakaan Emil Salim