KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENYALURAN 30 JUTA DOLAR DARI NEWMONT AKAN TRANSPARAN
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg KLH) Rachmat Witoelar mengatakan penyaluran dana US$ 30 juta dari PT Newmont Minahasa Raya (NMR) akan dilakukan secara transparan dan diawasi dengan ketat. “Jadi dana yang akan diberikan untuk perbaikan lingkungan dan kesehatan di Buyat itu, tetap akan disalurkan dengan baik, sesuai mekanisme yang ada…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 15

BANJIR MANADO : PERHATIAN PEMDA DAN MASYARAKAT RENDAH
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan, kepedulian masyarakat, pemerintah provinsi, dan kabupaten (di Indonesia) dalam memelihara lingkungan sangat rendah. Akibatnya, setiap tahun lingkungan Indonesia mengalami degradasi sekitar 3 persen-4 persen. Menurut Menteri Rachmat Witoelar bencana alam banjir dan tanah longsor di Sulut, Jatim, Jateng, dan Sumut semestinya menjadi perhatian serius pemda untuk menghijaukan lagi lingkungan yang terdegradasi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 24

ENERGI ALTERNATIF : MINYAK JARAK SIAP DIGUNAKAN
Setelah melalui penelitian lebih satu tahun, akhirnya bahan bakar minyak asal biji jarak pagar (Jatropha curcas, Linn.) siap digunakan. Peneliti minyak jarak Prof Dr Ir Robert Manurung MSc dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan dalam seminar nasional jarak oleh Komunitas Tumbuh Bersama di Jakarta, Sabtu (25/2), minyak jarak dapat digunakan langsung tanpa campuran sebagai bahan bakar (pure plant oil/PPO)….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 27 FEBRUARI 2006, HAL. 13

TERUMBU KARANG HANCUR
Akibat penggunaan bom ikan yang sangat intens di perairan Pangkep, Sulawesi Selatan, terumbu karang di wilayah itu diduga mengalami kerusakan berat. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 70 persen kerusakan terumbu karang di perairan tersebut ditimbulkan oleh penggunaan bom dalam menangkap ikan. Menurut Direktur Pusat Penelitian Terumbu Karang Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Jamaluddin Jompa para nelayan yang menggunakan bom umumnya menangkap ikan di perairan yang cukup dalam dan sejauh mana kerusakan terumbu karang yang diakibatkan penggunaan bom di perairan Pangkep itu kini masih terus diteliti……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 27 FEBRUARI 2006, HAL. 24

NELAYAN BATAM TERPURUK AKIBAT TUMPAHAN MINYAK
Nelayan tradisional di perairan sekeliling Pulau Batam–Rempang–Galang semakin merana nasibnya. Wilayah tangkapan mereka kian menyempit akibat tercemarnya pantai. Tumpahan minyak kotor dari kapal kargo, penambangan pasir liar, hingga alih fungsi hutan bakau untuk kawasan industri maupun permukiman membuat mereka terkucil di daerah sendiri.Terpuruknya nasib nelayan Batam tampak pada data dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Kota Batam 2005. Pendapatan setiap rumah tangga perikanan (RTP) 2004 mencapai Rp 12.667.600, tetapi tahun 2005 turun lebih dari 30 persen, hanya Rp 9.010.488……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 27 FEBRUARI 2006, HAL. 24

RUU PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM : HARUS JADI ACUAN PRODUK HUKUM LINGKUNGAN
Substansi Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Alam harus mampu menjadi acuan bagi seluruh produk hukum sektoral yang berkait dengan lingkungan. Karena itu, RUU PSDA harus komprehensif, mencakup seluruh aspek yang mendukung kelestarian lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.Menurut Deputi Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup Hoetomo selama ini upaya pelestarian alam memang selalu terkendala oleh perbedaan persepsi kepentingan sektoral mengenai pola pengelolaan sumber daya alam….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 13

TAHUN 2010 TAK ADA LAGI HUTAN DI NUSAKAMBANGAN
Di Pulau Nusakambangan, kondisi hutan semakin kritis. Jika pembalakan tidak segera diatasi, hutan Nusakambangan akan punah. Kini hutan Nusakambangan tinggal 953,5 hektare. Padahal, sebelumnya mencapai 10.000 hektare lebih, dari total luas Pulau Nusakambangan yang mencapai 17.000 hektare…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 13

BERBAHAYA LIMBAH BATU BARA NONINDUSTRI
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar mengatakan, penggunaan batu bara oleh nonindustri, lebih berbahaya dampak limbahnya ketimbang industri. Pasalnya industri sudah memiliki alat sehingga debu yang ke luar lebih bersih dari udara sekelilingnya.Hal itu dikatakan Menneg LH Rachmat Witoelar seusai acara pertemuan dengan, Menteri Perindustrian dan para pemangku kepentingan dalam upaya penanganan dan pemanfaatan limbah batu bara pada industri tekstil di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/2) malam…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 15

KLH ABAIKAN PENCEMARAN DI KEPULAUAN SERIBU
Bupati Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Djoko Ramadhan, menyanyangkan ketidakjelasan dan lambatnya pengusutan kasus pencemaran minyak di wilayahnya. Padahal, kasus pencemaran selama 2003-2004 sudah dilaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Menurut dia, pencemaran minyak di Kepulauan Seribu sudah diselidiki oleh Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) KLH. Namun hingga saat ini, berkas kasus pencemaran minyak di kepualauan itu, belum diajukan ke pengadilan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 19 BERITA TERKAIT : BUPATI KEPULAUAN SERIBU KECEWA KEPADA PENYIDIK KLH, MEDIA INDONESIA, SABTU 25 FEBRUARI 2006, HAL. 6

BENCANA ALAM DAN PERLUNYA PENATAAN LINGKUNGAN
Secara umum, saat ini daya dukung lingkungan hidup merosot sangat tajam bahkan rapuh. Alam dan lingkungan semakin banyak dibebani dengan kegiatan yang bersifat eksploitasi dan konversi, tetapi di lain pihak upaya untuk menjaga keberadaan dan melestarikan alam terus menurun. Perubahan yang diakibatkan oleh rusaknya hutan telah menimbulkan dampak lingkungan yang hebat. Tingginya frekuensi terjadinya tanah longsor, banjir, dan kekeringan yang dalam waktu tertentu juga semakin meningkat. Bahkan wilayah yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir dan tanah longsor, kini setiap tahunnya harus menerima dampaknya……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL.9

KEPULAUAN SERIBU KEMBALI TERCEMAR MINYAK
Peristiwa pencemaran terakhir terjadi sejak pekan lalu. Sisa minyak mentah yang berbentuk ter ball memenuhi perairan Pulau Putri Barat, Putri Timur, Bira Besar, Belanda, Perak, dan Kepulauan Angin Bira. Padahal, beberapa pulau itu masuk dalam wilayah taman nasional. Terkait hal itu, Kepala Penyidik KLH Dasrul Chaniago menyebutkan pihaknya sudah mengirimkan tim untuk menyidik peristiwa itu. …BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL.15

TAMAN NASIONAL CIREMAI TERANCAM TELANTAR
Kondisi Taman Nasional Ciremai yang meliputi kawasan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, kini terancam telantar, akibat kekurangsiapan institusi teknis terkait dalam pengelolaannya. “Di satu sisi institusi teknis terkait seperti tidak serius dalam pengelolaannya. Di sisi lain, warga sekitar tidak peduli karena mereka tidak lagi diperbolehkan mengelola tanaman kopi di taman nasional tersebut,” ujar Koordinator Pendampingan dari LSM Bina Mitra, Nenden Sarirahayu……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 24 FEBRUARI 2006, HAL.15

TARGET PENYELESAIAN RUU LINGKUNGAN
Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan tiga rancangan undang-undang tentang lingkungan hidup dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan sekaligus diundangkan pada tahun ini. Ketiga rancangan undang-undang itu adalah RUU Pengelolaan Sumber Daya Alam, Rancangan Revisi Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan RUU Sampah…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 27 FEBRUARI 2006, HAL. A6

LIMBAH BATU BARA DIPERBOLEHKAN
Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengizinkan industri di Jawa Barat memanfaatkan limbah batu bara sebagai bahan bakar alternatif tapi tidak merusak lingkungan……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 27 FEBRUARI 2006, HAL. A20

LARI KENCANG PEMANASAN GLOBAL
Peningkatan suhu bumi memicu anomali iklim. Kesemrawutan pola iklim pun memicu topan raksasa (superhurricane) di berbagai tempat. Hujan es mengguyur dalam bongkahan sebesar batu bata. Gelombang panas tak lagi tunduk pada pakem lama Tsunami pun terbit sekonyong-konyong…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 27 FEBRUARI 2006, HAL. 22

Sumber Informasi:
Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup