KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KASUS NEWMONT : PEMERINTAH TETAP AKAN GUGAT PT NMR
Kementerian Negara Lingkungan Hidup tetap pada pendiriannya untuk terus menggugat PT Newmont Minahasa Raya dan Presiden Direktur PT NMR Richard Bruce Ness secara perdata. Gugatan itu dilayangkan atas terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara.Sikap banding sudah secara resmi disampaikan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kata Direktur Pemulihan dan Perlindungan Hak pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Santoso, Minggu (27/11)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 NOPEMBER 2005, HAL. 3

BANTARAN SUNGAI SIAK TERGERUS 100 METER
Abrasi terus terjadi di bantaran Sungai Siak di sepanjang lebih dari 300 kilometer, melintasi lima kabupaten/kota Provinsi Riau. Abrasi terparah menimpa sekitar 120 kilometer sepanjang bantaran di bagian hilir sungai di Kabupaten Siak. Abrasi makin parah tahun ini, di wilayah-wilayah tertentu luasan gerusan di kanan-kiri sungai mencapai 100 meter.Tingkat abrasi amat cepat dan penyebabnya adalah pasir di bantaran sungai yang oleh orang lokal disebut pasir bulan sangat rentan terhadap hantaman gelombang…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 NOPEMBER 2005, HAL. 23

PENEBANGAN LIAR DI GUNUNG LUMUT SEMAKIN LIAR : TANAMAN OBAT LANGKA
Akibat maraknya penebangan liar di kawasan Gunung Lumut, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, masyarakat yang bermukim di kawasan itu kesulitan mendapatkan tanaman obat-obatan. Sebab, ketika penebang liar merobohkan pohon, tanaman obat-obatan di bawahnya rusak dan musnah.Padahal, tanaman obat-obatan diperlukan penduduk karena dokter dan puskesmas jauh serta sulit dijangkau, kata Jidan, Wakil Kepala Adat Dusun Muluy, Kabupaten Pasir, Minggu (27/11)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 NOPEMBER 2005, HAL. 23

CHINA MINTA MAAF : PEMERINTAH AKAN LAPORKAN PERKEMBANGAN PENCEMARAN PADA RUSIA
China meminta maaf kepada Rusia atas terjadinya pencemaran Sungai Songhua di Provinsi Heilongjiang yang mungkin juga akan mencemari sungai-sungai Rusia di perbatasan. China berjanji akan memberi tahu setiap perkembangan mengenai tingkat pencemaran di sungai itu.Menteri Luar Negeri China Li Zhaoxing, Sabtu (26/11), menyampaikan rasa penyesalan atas kerusakan yang mungkin akan terjadi di sungai-sungai di Rusia akibat pencemaran Sungai Songhua. ……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 NOPEMBER 2005, HAL. 10

PENDIDIKAN LINGKUNGAN PENTING
Direktur Forum Lingkungan Asia-Eropa Ella Antonio mengatakan, pendidikan lingkungan hidup, terutama tentang pembangunan berkelanjutan sangat penting diajarkan diseluruh sekolah negara…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, 28 NOPEMBER 2005, HAL. A10

SEKOLAH LIBUR KARENA BANJIR
Sejumlah sekolah di Lhokseumawe, seperti di SMA 1 dan SMA 4, terpaksa libur karena gedungnya terendam banjir. Genangan air setinggi 70 sentimeter juga merendam rumah penduduk di kawasan Kampung Jawa, Lhokseumawe……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, 28 NOPEMBER 2005, HAL. A10

TRAGEDI HARBIN : IKAN DARI SUNGAI SONGHUA DIKONSUMSI WARGA
Jutaan warga kota Harbin, China, bertahan hingga hari ketiga tanpa air. Aliran air sepanjang 80 kilometer di Sungai Songhua yang tercemar zat kimia benzena melewati kota Harbin dengan sangat pelan karena udara dingin yang membuat air sungai itu agak membeku.Meski sudah berlangsung beberapa hari, informasi mengenai tercemarnya Sungai Songhua tidak menyebar cukup luas di kalangan warga di sepanjang sungai tersebut. Penduduk desa-desa dan kota yang berada di sepanjang Sungai Songhua, antara Jilin dan Harbin, kemarin mengaku masih mengonsumsi ikan dari sungai tersebut karena tidak ada yang memberi tahu mereka mengenai tercemarnya sungai itu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 26 NOPEMBER 2005, HAL. 8

BADAN REHABILITASI ACEH TANGANI PENCEMARAN LOGAM
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias akan merehabilitasi lima kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dari pencemaran logam berat akibat gempa bumi dan bencana tsunami pada 26 Desember 2004…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, 28 NOPEMBER 2005, HAL. A10

HARGAI HAK KOMUNITAS LOKAL
Pengelolaan ekosistem oleh negara, pemerintah daerah, maupun sektor swasta sering kali mengabaikan hak asasi masyarakat adat dan komunitas lokal. Padahal, pengabaian atas hak-hak mereka justru mengakibatkan ekosistem makin terancam.Perlunya pengakuan atas hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal merupakan salah satu di antara 12 agenda yang dihasilkan pada Konferensi Forum Lingkungan Hidup Asia- Eropa, di Jakarta, Jumat (25/11)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 26 NOPEMBER 2005, HAL. 13

PEMPROV DKI MULAI SIAGAKAN CRISIS CENTER BANJIR
Untuk menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan jatuh pada Desember ini, Dinas Tramtib dan Linmas DKI Jakarta mengklaim siap hadapi banjir. Crisis Center Banjir mulai akhir November ini telah disiagakan……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, 28 NOPEMBER 2005, HAL. 6 (KALAM)

ALIH FUNGSI DATARAN DIENG RUSAK DAS SERAYU
Alih fungsi kawasan hutan lindung dataran tinggi Dieng perbatasan Banjarnegara-Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi lahan pertanian berdampak negatif terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Akibatnya terjadi tanah longsor dan banjir di musim hujan serta pendangkalan Waduk Sudirman……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, 28 NOPEMBER 2005, HAL. 21

TANAM 500 POHON LANGKA
Memperingati Hari Pohon, Cinta Puspita, dan Satwa Nasional 2005, sebanyak 100 relawan General Electric (GE) melakukan penanaman 500 pohon langka di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu (26/11).Dalam kegiatan tersebut hadir pula Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup Urusan Ekonomi Lingkungan dan Pengentasan Kemiskinan Sri Hudyastuti dan Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Mauritz Napitupulu…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , SENIN 28 NOPEMBER 2005, HAL. 12

MELACAK SUMBER AIR TANAH JAKARTA
Hampir semua negara di dunia menghadapi penurunan kualitas dan kuantitas air tanah. Banyak hasil penelitian yang menuding perilaku komunitas masyarakat perkotaan dalam memanfaatkan air tanah itu sebagai pangkal permasalahan.Kota Jakarta, misalnya, mayoritas masyarakatnya memenuhi kebutuhan air dengan cara menyedot lorong-lorong air yang berada di bawah permukaan tanah itu. Sejumlah peneliti berpendapat, pemanfaatan air tanah yang melebihi batas safe yield (batas aman pengambilan debit air dari dalam tanah yang tidak mengakibatkan menurunnya tinggi permukaan air tanah ke dalam lapisan permukaan bumi……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, MINGGU, 27 NOPEMBER 2005, HAL. 19

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup