KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PPNS LINGKUNGAN KURANG BERGIGI
Kewenangan penyidik pegawai negeri sipil pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup tidak memadai dibanding tuntutan masyarakat terhadap penanganan kasus-kasus kejahatan lingkungan. Kewenangannya hanya menyidik, tidak untuk menangkap dan menahan pelaku. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar ada dua kekurangan PPNS KLH yaitu kurang banyak dan kurang bergigi……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. 12

KETERSEDIAAN AIR BAKU BERKURANG
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, ketersediaan air baku untuk air minum saat ini semakin berkurang. Jika dahulu saat musim kemarau dan musim penghujan air di sungai tetap banyak, saat ini pada musim hujan terjadi kelebihan yang menimbulkan banjir, sementara pada musim kemarau kering kerontang.Ini artinya, kondisi lingkungan kita sangat parah. Bukan saja pada musim hujan banjir dan kemarau kering, tetapi air di sungai pun kualitasnya sangat tidak baik untuk dapat diolah sebagai air minum, katanya……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. 23

DITEMUKAN FLORA LANGKA : BEBERAPA JENIS FLORA BELUM DIKETAHUI NAMANYA
Sedikitnya 30 peneliti senior dari Indonesia dan Belanda yang meneliti di Gunung Lumut, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, menemukan flora dan fauna langka di hutan lindung seluas 42.000 hektar itu. Beberapa jenis flora tidak ditemukan di tempat lain dan belum diketahui namanya.Penemuan paling favorit antara lain jamur yang berbentuk payung, di bagian atas berwarna hitam pekat, di bagian bawah kuning tua. Jamur ini belum ditemukan di tempat lain dan belum diketahui namanya, kata Dr Djumali Mardji, ahli jamur (Mycology) dari Universitas Mulawarman, Samarinda……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. 23

SUNGAI CILIWUNG 2026
Hasil uji laboratorium mempertegas bahwa air Sungai Ciliwung, dari hulunya di Kabupaten Bogor sampai hilirnya di Jakarta Utara, telah tercemar berat. Pemantauan sejumlah sungai di Indonesia pada tahun 2004 oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa kualitas air sungai sangat dipengaruhi oleh limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah peternakan. Dari seluruh sungai yang dipantau, Sungai Ciliwung adalah yang terparah pencemarannya. Hilir yang tercemar berat hanya ditemukan di Sungai Ciliwung……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. 39

REKLAMASI PANTAI DADAP DIHENTIKAN
Pemerintah Kabupaten Tangerang akhirnya memutuskan untuk menghentikan proyek pembangunan pantai Dadap, Kosambi, Tangerang. Pemerintah juga mencabut semua perizinan untuk membangun kawasan wisata pasir putih yang pernah dibuat untuk pengembang Koperasi Pasir Putih itu……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. C11

MEMBUANG SAMPAH DALAM KOTA
Ribuan warga telah berkumpul sejak pagi pada Selasa (22/11). Mereka memasang ribuan obor. Sebuah panggung didirikan. Ada hajat besar pada malamnya: orasi, renungan, kesaksian, serta pemutaran film Tragedi di Bojong sebagai peringatan peristiwa penolakan warga terhadap tempat pengolahan sampah terpadu Bojong, yang berakhir kerusuhan, tepat setahun lalu………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. C9

KONSERVASI DAN REKLAMASI PULAU NIPAH SELESAI 2006
Konservasi dan reklamasi Pulau Nipah di Provinsi Kepulauan Riau, yang letaknya berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, ditargetkan bisa selesai tahun 2006. Menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Pulau Nipah mempunyai peran strategis sebagai pulau terluar yang menjadi batas Negara Indonesia dengan Singapura, sehingga akan dipertahankan eksistensinya.Berkaitan hal tersebut, Direktur Rawa dan Pantai Departemen PU, Ramli Johan menjelaskan, pulau itu merupakan patokan atau yang menjadi dasar pengukuran dan penetapan median line yang telah dituangkan dalam perjanjian perbatasan Indonesia dan Singapura tahun 1973……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 NOPEMBER 2005, HAL. 6

PEMPROV TAK MAKSIMAL KENDALIKAN BANJIR
Untuk tahun 2006, Dinas Pekerjaan Umum menganggarkan dana Rp 40 miliar untuk pemeliharaan sarana pengendali banjir. Namun biaya sebesar ini tetap tidak menjamin Jakarta bebas banjir……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 29 NOPEMBER 2005, HAL. 6 (KALAM)

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup