KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JALAN TOL TERENDAM LUMPUR 1,5 METER : MENUNGGU KEPUTUSAN PRESIDEN
Akibat tanggul penahan lumpur jebol, Jalan Tol Porong-Gempol terendam lumpur panas sepanjang 300 meter dengan ketinggian 1,5 meter. Akibat terendam lumpur, jalan tol diperkirakan sangat rawan digunakan untuk angkutan mudik Lebaran mendatang. Sampai Selasa (26/9) sore, lumpur kental dengan asap dan bau menyengat masih menggenangi jalan tol dan tidak mungkin dilewati kendaraan. Lumpur tersebut berasal dari tanggul yang jebol selebar 10 meter dan ketinggiannya sekitar enam meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.1
RAMADHAN DISAMBUT SERBUAN ASAP
Kabut asap tebal memang membuat warga menderita. Mereka yang paling merasakan, antara lain, adalah warga yang tinggal di pinggiran Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Dari mana kabut asap tersebut? Dalam sepekan terakhir, kebakaran yang terjadi di kawasan hutan, semak belukar, areal lahan pertanian, dan rawa lebak masih marak terjadi. Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Hulu Sungai Selatan Udi Prasetyo kebakaran hutan di wilayahnya memang berkurang. Yang banyak terjadi adalah pembakaran lahan untuk ladang dan sawah di lahan rawa lebak…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.1
GUNUNG DEMPO MELETUS KECIL
Kawah puncak merapi Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, meletus kecil selama dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa (25-26/9). Letusan kecil sebanyak tiga kali pada hari Senin itu menyemburkan asap putih tebal dan lumpur dingin. Letusan kecil pada hari Selasa pukul 08.26 mengeluarkan asap putih tipis. Lumpur dingin mengalir dari kawah ke Sungai Bayau. Menurut Pengamat Gunung Api Dempo di Kota Pagar Alam, Slamet aktivitas gunung dua hari terakhir itu termasuk letusan kecil…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.15, BERITA TERKAIT: GUNUNG DOMPU KELUARKAN AWAN PANAS, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 10 GUNUNG DEMPO DI SUMSEL SEMBURKAN AWAN PAS, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
WARGA PORONG HARUS SEGERA DIRELOKASI
Dewan pakar Pemerintahan Provinsi Jawa Timur mendesak pemerintah segera memindahkan warga desa-desa yang terendam lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Alasannya, semburan lumpur diperkirakan tidak bisa dihentikan. Dewan pakar itu merupakan kelompok praktisi dan akademis dari sejumlah universitas di Jawa Timur yang bekerja memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
SMELTER PMA TERBESAR KEDUA DI BANGKA DITUTUP PAKSA
Karena merambah hutan tanpa izin Menteri Kehutanan, industri peleburan timah atau smelter penanaman modal asing terbesar kedua di Pulau Bangka ditutup paksa. Penutupan paksa smelter di kawasan hutan produksi itu merupakan yang ketiga dalam satu bulan terakhir. Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung Komisaris Besar Imam Sudjarwo, Selasa (26/9) di Pangkal Pinang, polisi menutup paksa smelter milik PT BBIM itu karena mereka membangun pabrik, gudang, kantor, dan perumahan karyawan seluas 17 hektar di dalam kawasan hutan produksi Bukit Sambung Giri, Merawang, Bangka…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.22
PULAU TELANG RUSAK AKIBAT PENAMBANGAN BAUKSIT
Penambangan bauksit yang berlangsung di Pulau Telang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mengakibatkan kawasan itu rusak. Pulau menjadi gundul dan pepohonan di perbukitan lenyap. Setidaknya dalam sepekan puluhan ribu ton bauksit dijual ke pembeli di berbagai negara, seperti China dan Jepang…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.23
POLISI TAHAN PENGUSAHA TAMBANG BATU BARA
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menahan DL, Direktur PT Berkat Banua Indah (perusahaan tambang batu bara), di Banjarmasin. Perusahaan itu diduga menambang di kawasan hutan tanaman industri tanpa terlebih dahulu meminta izin pinjam pakai Menteri Kehutanan. Kawasan hutan tanaman industri (HTI) yang rusak akibat penambangan batu bara itu berada di Desa Sungai Dua, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel)…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.23
KASUS PEMBAKARAN DIPERIKSA, UDARA KALTENG TIDAK SEHAT
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah mulai memeriksa kasus dugaan pembakaran lahan oleh 17 perusahaan perkebunan dengan meminta keterangan sejumlah saksi. ‘Pemeriksaan saksi untuk membuktikan perusahaan itu sengaja melakukan pembakaran atau tidak.’ Sementara itu, warga kota kini mulai mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus berada di luar, mereka selalu menggunakan masker…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 10 BERITA TERKAIT : KABUT ASAP MAKIN TEBAL, UDARA DI KALTENG BERBAHAYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
KURAS BAK LIMBAH EMPAT ORANG TEWAS
Empat orang tewas saat menguras bak penampung limbah di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin (25/9) petang. Mereka adalah Mariman Gito Suwarno (50) bersama anaknya, Paryanto (30), serta dua keponakannya, Kiswanto (15) dan Totok Susilo (27). Semua korban adalah warga Dusun Ngregunung, Desa Katelan. Pemerintah Kabupaten Sragen, kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sragen Suyoto, ingin agar bak penampungan segera dihancurkan. Namun, untuk kepentingan penyidikan polisi, bak berukuran 12 meter x 40 meter dengan kedalaman 7 meter itu bersama dua bak serupa yang berada di kecamatan lain sementara hanya ditutup…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.23, BERITA TERKAIT: EMPAT ORANG TEWAS DI KOLAM PUPUK, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 10
<
/td>
BANYAK WARGA TERSERANG ISPA : 1427 HEKTARE LAHAN DI KALTENG TERBAKAR
Serbuan kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan sekitarnya membuat banyak warga, terutama anak-anak, menderita infeksi saluran pernapasan akut. Kabut asap juga mengganggu aktivitas transportasi darat maupun udara. Pukul 05.00-09.00 jarak pandang 100 meter-500 meter. Warga yang paling menderita akibat tebalnya kabut asap belakangan ini adalah yang tinggal di pinggiran Banjarmasin—berbatasan dengan Kecamatan Kertak Hanyar dan Gambut di Kabupaten Banjar…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL.24
BUMI SEMAKIN PANAS DALAM SATU JUTA TAHUN TERAKHIR
Para pakar iklim memprediksikan bumi akan semakin panas dalam satu juta terakhir ini. Sebagian wilayah pasifik berpotensi mengalami El Nino, sehingga musim kemarau semakin panjang. Masyarakat harus mewaspadai terjadinya kekeringan, gagal panen, dan krisis air bersih akibat curah hujan yang semakin menipis…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
EKOWISATA: PELUANG YANG BELUM DIGARAP MAKSIMAL
Tidak terhitung lagi orang yang memuji kekayaan alam Indonesia. Mereka memuji keanekaragaman hayati dan keindahan pulau-pulau di Indonesia. Ditambah setiap daerah memiliki ciri khas yang menambah semaraknya warna budaya Indonesia. Keragaman inilah yang seharusnya menjadi sebuah kekuatan dalam mempromosikan wisata lingkungan hidup atau ekowisata. Peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan ekowisata dunia sangat besar. Sayangnya semuanya belum digarap dengan baik…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
LAUT TETAP BIRU DI TELUK SENUNU
Dari arah pegunungan yang melingkari Teluk Senunu tampak dua pipa raksasa melintang, menghujam ke arah pantai. Inilah pipa tempat PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengalirkan limbah atau tailing. Teluk Senunu yang segar membiru jadi muara penempatan tailing perusahaan pertambangan yang berproduksi sejak 2000 ini. Pipa raksasa itu membentang sepanjang 6 KM dari pusat penambangan di perbukitan Batu Hijau…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
AIR BERSIH MEMBAWA MASALAH
Di penghujung musim kemarau ini, sebagian warga Jakarta mengalami kekurangan air bersih. Di beberapa tempat, sumber air bersih dari PAM berulang kali berhenti mengalir. Di Jakarta Utara, kekurangan air bersih melanda sebagian besar wilayah, antara lain Kelurahan Kebon Bawang, Marunda, Rorotan, hingga kini Air PAM masih sulit di dapat……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 SEPTEMBE 2006, HAL. 9

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH