KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SENSOR TSUNAMI DI BPPT; YANG TERPASANG DI SAMUDRA HINDIA BELUM OPTIMAL
Badan Meteorologi dan Geofisika hingga kini belum terkoneksi dengan sistem peringatan dini tsunami yang telah dipasang di selatan Selat Sunda dan selatan Padang. Penanganan teknis perlengkapan deteksi dini itu masih ditangani Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 13
BAKOENAS MENELITISI BENCANA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM
Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana berencana melakukan studi dan penelitian lebih lanjut mengenai pantai dan bencana yang terkait perubahan iklim. Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana juga akan membuat peta prakiraan cuaca, perubahan iklim dan pasang surut air laut dengan pihak-pihak terkait……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 23
SULTENG KEMBANGKAN HUTAN PENDIDIKAN UNTUK PENELITIAN
Untuk menyediakan wadah penelitian bagi mahasiswa kehutanan sekaligus menjaga tanaman endemik di Sulawesi, Provinsi Sulawesi Tengah, mengembangkan hutan pendidikan seluas 13.710 hektar. Hutan itu berfungsi sebagai pusat penelitian dan praktik mahasisiwa……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 23
STATUS MERAPI MASIH WASPADA
Status Gunung Merapi di perbatasan provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga kini masih waspada. Demikian pula dengan aktivitas vulkanik yang terjadi saat ini merupakan fase kelanjutan dari proses erupsi tahun 2006, yang belum selesai sepenuhnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 23
DIARE DAN GATAL-GATAL SERANG PENGUNGSI; SEKOLAH TERENDAM, RIBUAN SISWA DILIBURKAN DUA MINGGU
Sebagian pengungsi korban banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, terserang diare dan gatal-gatal. Mereka berharap segera menerima bantuan obat-obatan, tenda terpal, pakaian, dan makanan untuk mengurangi penderitaan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 23
SETELAH SIBUNTUT PANJANG MENGHILANG
Di sepanjang pesisir pantai Muaragembong itu, semula tumbuh hutan bakau yang luas, selain di pesisir Kecamatan Babelan dan Tarumajaya, semuanya di Kabupaten Bekasi. Di hutan itu, hidup para lutung dan ribuan burung kuntul kerbau. Satwa hutan bakau itu diduga sudah pindah ke tempat lain lantaran habitatnya musnah dihantam abrasi laut, pembangunan permukiman, empang, dan berbagai aktivitas manusia…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. A12
2.000 PULAU AKAN HILANG TAHUN 2030
Indonesia diperkirakan bakal kehilangan sekitar 2.000 pulau pada 2030, akibat kenaikan permukaan air laut. Menurut Kepala Stasiun Geofisika BMG Yogyakarta, "Pada 2030 permukaan air laut bertambah antara 8 sampai 29 sentimeter dari saat ini…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 22
SK MENHUT NO 44 DIDESAK UNTUK DICABUT
Surat Keputusan (SK) Menteri kehutanan No 44/2005 tentang penetapan kawasan hutan di Sumatra Utara (Sumut), didesak berbagai kalangan untuk dicabut atau direvisi. Pasalnya, selain tak sesuai dengan kondisi, SK tersebut juga telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Lebih dari itu, SK No 44 ini, dicurigai digunakan untuk mengalihkan isu mengenai kehutanan dan menjalankan misi pemilik perusahaan modal kuat di bidang kehutanan…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 19
ANCAMAN BANJIR DI HULU MAHAKAM
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Samsuri Aspar menginstruksikan semua camat di wilayah hulu Sungai Mahakam agar tidak bepergian ke luar kota. Camat juga diminta memberi laporan secara rutin tentang perkembangan banjir di wilayah kerja masing-masing. Ketegasan yang diambil pemerintah Kutai memang bisa dimaklumi. Banjir yang melanda kawasan hulu Mahakam itu semakin meluas dan merendam 62 desa. Dalam kondisi ini, keberadaan para camat sangat diperlukan untuk melakukan koordinasi dalam penyaluran bantuan…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. A8
TANJUNG EMAS NYARIS TENGGELAM: AKTIVITAS BONGKAR MUAT TERGANGGU
Banjir air laut pasang (rob) kembali terjadi di beberapa daerah. Bahkan nyaris menenggelamkan sebagian wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), kemarin. Banjir rob yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas mencapai 50 sentimeter (cm) hingga 1 meter, bahkan beberapa gudang terendam air laut………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 5
MENYERAP KARBONDIOKSIDA PENYEBAB PANAS
Tingginya konsentrasi karbon dioksida dan gas-gas lain hasil emisi di udara yang menghasilkan efek rumah kaca dipercayai sebagai penyebab pemanasan global akhir-akhir ini. Untuk menguranginya secara global tentu adalah urusan besar menyangkut konvensi internasional negara-negara. Namun, semua orang bisa memberikan kontribusi untuk mengurangi dampaknya, setidaknya di lingkungan mereka sendiri, yaitu dengan membangun rumah hijau…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 MEI 2007, HAL. 38
OZON, PAYUNG DUNIA YANG KIAN TERKOYAK
Ozon merupakan salah satu senyawa oksigen (O3) yang berfungsi mengalami emisi sinar ultraviolet matahari yang berlebihan. Gas ozon tersebar pada lapisan Stratosfer (pada ketinggian 20-50 km dari permukaan bumi). Ozon merupakan senyawa berbahaya apabila terhirup manusia. Namun, adanya gas ini di atmosfer justru menjadi perisai terhadap gelombang sinar ultraviolet B dan C yang berbahaya bagi makhluk hidup di bumi………….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 23 MEI 2007, HAL. 11
SINGAPURA LIRIK PENGOLAHAN SAMPAH DI JABAR
Banyaknya jumlah penduduk Jawa Barat membuat Pemerintah Singapura tertarik untuk melakukan kerja sama dalam bidang water and waste management (pengelolaan air dan sampah). Kemungkinan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Barat (Jabar) Danny Setiawan dengan Menteri Senior Negara Urusan Luar Negeri Singapura, Zainul Abidin Rasheed, di Gedung Pakuan, Band

ung, Selasa (22/5)…….BACA SELENGKAPNYA, SURA PEMBARUAN, RABU 23 MEI 2007, HAL. 13

DAMPAK LUMPUR LAPINDO: DINDING DAN LANTAI RUMAH WARGA SIRING BARAT RETAK
Puluhan rumah warga siring yang posisinya berada di sisi barat Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, dinding dan lantainya mulai retak-retak. Retaknya tembok rumah tersebut diduga pengaruh penurunan tanah………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 23 MEI 2007, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH