KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KONGRES ILMU PENGETAHUAN : PERUBAHAN IKLIM HAMBAT PENCAPAIAN MGD’s
Perubahan iklim yang belakangan muncul di lingkup global akan semakin mempersulit negara berkembang seperti Indonesia untuk mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan dan tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals/MGD’s. Perubahan iklim akan mengancam ketersediaan sumber daya alam, menambah parah persoalan yang sedang dihadapi, menciptakan persoalan baru, dan membuat upaya pencarian solusi makin sulit dan mahal……..…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 13
TARGET REBOISASI NAIK JADI DUA JUTA HEKTAR
Wakil Presiden Yusuf Kalla menyatakan akan menaikkan target reboisasi hutan dari 1 juta hektar menjadi 2 juta hektar per tahun 2008. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan hutan Indonesia yang sudah hancur. Kita akan tingkatkan kemampuan reboisasi menjadi 2 juta hektar per tahun, perusakan dan reboisasi seimbang atau bahkan lebih besar…….…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 15
KAWASAN LINDUNG KEMBALI TERBAKAR
Kebakaran hutan kembali melanda sedikitnya 13 kawasan hutan lindung di Kalimantan Barat dalam sepekan terakhir. Kebakaran serupa terjadi awal Agustus lalu dan sempat padam saat hujan turun merata di wilayah Kalbar pada akhir Agustus……..…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 23
14 KECAMATAN DI BLITAR DAN KEDIRI RAWAN BENCANA
Menyusul ditetapkannya peningkatan status Gunung Kelud dari aktif normal menjadi waspada, 14 kecamatan di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dinyatakan rawan bencana. Sebagai antisipasi, titik evakuasi akan disosialisasikan kepada warga melalui camat dan kepala desa……..…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 23
PERUBAHAN IKLIM DAN RESTORASI EKOSISTEM
Bumi yang makin tua dan panas kini makin terasa gerah oleh isu perubahan iklim dan pemanasan global yang kian menggugah kesadaran banyak pihak untuk memerhatikan lingkungan. Di Indonesia, perubahan iklim terutama dapat dirasakan di daerah dataran tinggi dan kawasan pegunungan yang kini tak lagi sedingin dahulu. Iklim pun kian sulit diprediksi dengan cepat……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 35
WALHI KRITIK PROGRAM INSENTIF KARBON
Sikap Pemerintah Indonesia yang memperjuangkan program insentif karbon mendapat kritik dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Direktur Eksekutif Walhi, Chalid Muhammad, mengatakan, sikap Indonesia itu tidak efektif, khususnya menghadapi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim (COP) ke-13 di Bali, awal Desember 2007. Menurut Chalid Indonesia tidak akan memiliki kekuatan apa-apa jika hanya memperjuangkan insentif karbon. Harusnya yang diperjuangkan adalah keadilan iklim.…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 SEPTEMBER 2007, HAL. 6
SOAL PERUBAHAN IKLIM : KONFERENSI BALI JADI SOLUSI
Para pemimpin dunia yang bertemu dalam Sidang ke-62 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyerukan arti penting konferensi PBB mengenai perubahan iklim di Bali, Desember mendatang. Hal itu tercermin dari pernyataan sejumlah pemimpin dunia, yang menyiratkan perlunya terobosan kesepakatan global untuk menyelamatkan lingkungan, sebagai kelanjutan dari Protokol Kyoto yang akan berakhir pada 2012.…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 SEPTEMBER 2007, HAL.1
JAKARTA TETAP RAWAN GEMPA
Jakarta termasuk salah satu kota yang rawan gempa. Ini mengingat kondisi tanahnya disusun dari materia yang terdapat dalam beberapa zona lemah struktur patahan tanah. Berdasarkan hasil penelitian dan skala intensitas maksimum kegempaan, gempa di Jakarta masih termasuk dalam kategori belum merusak…….…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 10
GELOMBANG EMPAT METER ANCAM MENTAWAI
Warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) terancam gelombang pasang yang diperkirakan terjadi akhir September 2007 setinggi 3-4 meter. Kemungkinan satu minggu ke depan, gelombang pasang akan terjadi di sepanjang perairan Mentawai.…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 SEPTEMBER 2007, HAL.12
BANDARA KEPULAUAN SERIBU SUDAH PUNYA AMDAL
Perluasan bandara udara (bandara) di Pulau Panjang, Kabupaten Kepulauan Seribu, sudah memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Tak hanya itu, reklamasi Pulau Panjang untuk penyediaan landasan bandara tersebut sudah memiliki amdal……..…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 10
WARGA PROTES USAHA GALIAN TANAH
Aktivitas usaha galian tanah di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menuai aksi unjuk rasa ratusan warga sekitar. Warga keberatan atas usaha galian itu karena dapat merusak lingkungan serta tidak ada kontribusi untuk warga maupun desa……..…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 11
PULUHAN HA HUTAN TNGC TERBAKAR
Kebakaran mulai melanda kembali kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuningan pada musim kemarau tahun ini. Dalam sebulan terakhir, kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 40 hektare (ha) lahan di TNGC..…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 22
GEDUNG HARUS TAHAN GEMPA 9 SKALA RICHTER
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menetapkan standar agar konstruksi bangunan gedung bertingkat dan bangunan publik tahan atas guncangan gempa berkekuatan 9 skala Richter. Menurut Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Jakarta memang hanya termasuk wilayah rawan gempa dengan kekuatan belum merusak. Namun, wilayah Ibu Kota rawan terpengaruh gempa yang terjadi di wilayah lain.…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 27 SEPTEMBER 2007, HAL.A15
PE
NYEBAB KEBAKARAN 11 HUTAN LINDUNG : API BERASAL DARI LAHAN WARGA
Api yang membakar 11 kawasan hutan lindung di Kalimantan Barat dipastikan berasal dari pembakaran lahan pertanian milik warga sekitar. Kepastian itu diperoleh setelah Brigade Pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan (Manggala Agni) Kalimantan Barat meninjau lokasi guna memastikan penyebab kebakaran yang terpantau satelit 5
PENCAIRAN ES GREENLAND LEBIH TINGGI DARIPADA SEBELUMNYA

Penelitian terbaru menyebutkan luas lapisan es di Greenland yang mencair mencapai dua kali luas Amerika Serikat. Kecepatan pencairan pada 2007 lebih tinggi daripada pencairan rata-rata 1988-2006 Dengan menggunakan data citra satelit para peneliti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membandingkan rata-rata pencairan salju di Greenland setiap tahunnya sejak 1988-2006. seperti dikutip www.livescience.com berdasarkan data pada musim panas 2007 para peneliti mengungkapkan salju yang mencair menunjukkan tren meningkat…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 27 SEPTEMBER 2007, HAL. 9

Sumber:
Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup