KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WARGA KHAWATIRKAN TAILING
Warga Rinondoran, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, mengkhawatirkan dampak buruk limbah tambang bila kelak PT Maeres Soputan Mining beroperasi. Mereka mendesak pemerintah agar tidak mengizinkan perusahaan pertambangan emas tersebut membuang tailing ke laut. Menurut Dina bersama delapan warga lainnya datang ke Jakarta untuk menemui pejabat instansi terkait di antaranya Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, DPR RI, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia demi mencegah pembuangan tailing ke laut…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 13 BERITA TERKAIT : MASYARAKAT TOLAK LIMBAH TAILING, MEDIA INDONESIA, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 24

TAMAN NASIONAL BERBAK TERANCAM
Keanekaragaman hayati dan potensi kayu di lahan basah Taman Nasional Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi, Provinsi Jambi, terancam punah. Dari luas awal 162.000 hektar, diperkirakan sekitar 40 persen sudah habis, di antaranya karena kebakaran tahun 1997.Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi Rudi Syaf mengharapkan agar Menteri Kehutanan, Kepala Kepolisian RI, dan Panglima TNI turun tangan menyelamatkan kawasan konservasi Taman Nasional Berbak……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 24

WALHI MINTA MENHUT BATALKAN IZIN OPERASIONAL DELAPAN HPH DI ACEH
Kebijakan Departemen Kehutanan dalam mengaktifkan kembali delapan pemegang izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan kebijakan yang tidak aspiratif dan tak menghormati hak-hak rakyat setempat. Oleh karena itu diminta Menteri Kehutanan (Menhut) segera membatalkan izin operasional dari delapan perusahaan pemegang HPH di Aceh. Hal itu diungkapkan Kepala Devisi Kampanye dan Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Dewa Gumay dalam siaran pers yang dikirim kepada Pembaruan, Selasa (29/11) malam……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 30 NOPEMBER 2005, HAL. 14

PEMERINTAH HARUS KONSISTEN LINDUNGI KAWASAN KONSERVASI
Pemerintah diminta komitmennya tidak melakukan perubahan fungsi kawasan lindung dan konservasi untuk kepentingan yang lain, sehubungan dengan rencana pembukaan lahan 1,8 juta hektare di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Kalimantan untuk perkebunan kelapa sawit. Menurut Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi Departemen Kehutanan harus konsisten tidak melakukan perubahan peruntukan untuk kawasan lindung dan konservasi di perbatasan Kalimantan, karena jika diubah, Pulau Kalimantan akan kehilangan penyangga…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 30 NOPEMBER 2005, HAL. 15

GAGAL PROYEK REHABILITASI HUTAN DI TEBO JAMBI
Proyek rehabilitasi hutan senilai Rp 1,4 miliar yang dilaksanakan melalui program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) tahun 2004 di Desa Teluk Kayu Putih, Kecamatan Tujuh Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi gagal. Ribuan bibit pohon jenis Meranti yang ditanam pada areal puluhan hektare mati akibat tidak terawat. Bahkan sebagian bibit meranti dibuang ke sungai.Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tebo, Fahrizal kepada wartawan di Tebo Senin (28/11) menjelaskan, kegagalan rehabilitasi hutan dan lahan itu merupakan temuan anggota DPRD melakukan kunjungan kerja ke daerah…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 30 NOPEMBER 2005, HAL. 14

KOTA KOTOR AKAN DIUMUMKAN
Pemerintah akan mengumumkan kota terbersih dan terkotor pada pertengahan bulan Desember untuk menandai dimulainya lomba penghargaan lingkungan Adipura. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar ada 365 kota yang bersaing untuk meraih penghargaan dalam rangka hari lingkungan hidup……BACA SELENGKAPNYA, THE JAKARTA POST, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 4

SUNGAI ARUT TERCEMAR MERCURI
Aksi penambangan liar disepanjang aliran sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyebabkan terjadinya pencemaran merkuri. Kadar berat logam ini sudah melebihi ambang batas toleransi dan mengancam kesehatan warga. Penambangan liar emas, zirkon, pasir kuarsa dan batu kali ini marak dalam tiga tahun terakhir……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. C7

WARGA BLOKIR BANTARGEBANG
Ratusan warga dari Kelurahan Sumur Batu, Ciketing Udik, dan Cikiwul, Bekasi kembali memblokir jalan masuk menuju tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang kemarin……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. C11 BERITA TERKAIT : WARGA TUTUP TPA BANTARGEBANG, REPUBLIKA, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 6 DAN 7

AMERIKA MENOLAK BAHAS BATAS EMISI GAS
Delegasi Amerika Serikat menolak untuk mendiskusikan batas emisi gas rumah kaca dalam konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Montreal, Kanada yang dibuka Senin (28/11). Penolakan ini menerbitkan keberangan di kalangan aktivis lingkungan yang menghadiri pertemuan lanjutan dari Protokol Kyoto itu……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 DESEMBERR 2005, HAL. B10

WARGA TELUK RINONDORAN CEMASKAN TAILING
Rencana perusahaan tambang emas asal Inggris, PT Meares Soputan Mining (MSM), untuk membuang limbahnya ke Teluk Rinondoran, Sulawesi Utara melalui metode submarine tailing disposal (STD) mendapat penolakan keras dari warga setempat. Warga khawatir kasus Teluk Buyat akan terulang lagi disana…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 3

PERDA SUBURKAN ILLEGAL LOGGING PARA CUKONG AKAN LEBIH LELUASA BERMAIN DENGAN PERDA TERSEBUT
Salah satu penyebab maraknya illegal logging diduga karena banyaknya peraturan daerah mengenai hutan yang dibuat pemerintah kabupaten/kota. Hingga saat ini masih ada sekitar 3.000-an perda tentang hutan dan hasil hutan yang belum dicabut……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 1 DESEMBER 2005, HAL. 21

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup