KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SETIAP ORANG HASILKAN 2,39 LITER SAMPAH SEHARI
Rata-rata dalam sehari setiap orang Indonesia menghasilkan sampah 2,39 liter. Untuk kota metropolitan yang berpenduduk lebih dari sejuta orang, angka produksi sampah mencapai 2,81 liter per orang setiap hari. Tingginya produksi sampah itu mendorong Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyelenggarakan program “Bersih Lingkunganku Bersih Jiwaku”. Berdasarkan kajian Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup terhadap 166 kota (13 kota metropolitan, 13 kota besar, 48 kota sedang, dan 92 kota kecil) pada tahun 2004-2005 memperlihatkan bahwa hanya 74,11 persen dari total sampah yang dihasilkan penduduk di kota-kota tersebut yang bisa dikelola. Sisanya, sampah berserakan di pusat kota dan di tempat-tempat publik………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 5 OKTOBER 2005, HAL. 15

PERDAGANGAN PENYU DI MAKASSAR MASIH MARAK MESKI DILARANG
Kendati sudah dilarang hingga saat ini perdagangan penyu di Makassar masih terus berlangsung. Lemahnya pengawasan dan ketidak seriusan aparat menangani perdagangan satwa yang dilindungi menyebabkan masih adanya perdagangan penyu ini. Menurut Koordinator Forum Anggota Makassar ProFauna Indonesia, Muhammad Hidayat terdapat dua jenis penyu yang masih terus diperdagangkan, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). “Nasib kedua jenis penyu tersebut sama. Mereka diburu kemudian dibantai. ………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 6 OKTOBER 2005, HAL. 24

TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH DI BANTARAN KALI
Pembangunan tempat pengolahan sampah warga kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, tidak jauh dari pusat perbelanjaan Carrefour, dipersoalkan. Pasalnya, tempat pengolahan sampah itu dibangun di bantaran Kali Ciliwung dan dikhawatirkan menyebabkan persoalan banjir yang semakin parah di sekitarnya.Pitoyo Subandrio, Ketua Induk Pelaksana Kegiatan Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Departemen Pekerjaan Umum, mengatakan tempat pengolahan sampah itu sudah mengokupasi bantaran Kali Ciliwung yang seharusnya bebas dari bangunan. Pembangunan itu melanggar aturan dan tidak mendapat izin dari pihaknya……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 6 OKTOBER 2005, HAL. 27

MENHUT BELUM SETUJUI PELEPASAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERKEBUNAN SAWIT DISERUYAN
Seharusnya kelima perusahan sawit di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tidak boleh beraktivitas di lapangan. Hal ini karena belum ada persetujuan prinsip atas surat keputusan pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng Nordin di Palangkaraya, Rabu (5/10). “Hal ini tertuang dalam surat Menteri Kehutanan MS Kaban menjawab surat yang kami layangkan sebelumnya. Perusahaan sawit yang melanggar dapat mendapat sanksi pidana dan/atau perdata,” kata Nordin……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 6 OKTOBER 2005, HAL. 24

PENAMBANGAN EMAS DI KAPUAS MAKIN MARAK
Penambangan emas secara ilegal (tanpa izin) oleh penambang tradisional di perairan Sungai Kapuas kini semakin marak. Ditengarai, penambangan tanpa izin (peti) ini akibat penertiban penebangan liar. Meski demikian, tindakan pengawasan harus lebih ketat. Sebab, penambangan emas berisiko menimbulkan pencemaran yang bila dibiarkan dalam jangka panjang bila terjadi degradasi lingkungan, seperti menurunnya populasi ikan. “Pemerintah daerah harus melakukan penelitian dengan segera. Sebab peti sangat sangat lazin menggunakan bahan kimia seperti merkuri. Akibatnya, sangat berbahaya bukan saja bagi satwa, tetapi juga manusia,” kata Koordinator Borneo Project, World Wild Fund, Tetra Yanuariadi Rabu (5/10)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 6 OKTOBER 2005, HAL. 24

Sumber:
KBUA Perpustakaan Emil Salim
Kementerian Negara Lingkungan Hidup