KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WUJUDKAN MASYARAKAT YANG MENGHARGAI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN <
Pemerintah diharapkan bekerja keras mewujudkan masyarakat konsumen yang menghargai produk-produk ramah lingkungan. Langkah tersebut diyakini ampuh mendorong kalangan industri meminimalisir limbahnya. Menurut Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Battery Indonesia (PGBI) Rachmat Gobel demi menghasilkan produk ramah lingkungan pihaknya mengeluarkan anggaran besar. Sebagai insentif, semestinya pemerintah punya kebijakan mewujudkan masyarakat konsumen yang menghargai produk ramah lingkungan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 6 DESEMBER 2005, HAL. 13

KASUS BUYAT : KOMISI IX MERESPONS
Di tengah masa persidangan pidana kasus pencemaran Teluk Buyat, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Komisi IX DPR berencana memanggil Menteri Kesehatan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup.Panggilan akan dilakukan menyusul paparan Eksekutif Nasional Walhi, Jatam, Yayasan Suara Nurani Manado, Mer-C, dan anggota tim terpadu dalam dengar pendapat dengan anggota Komisi IX, Senin (5/12). â€Â?Kami akan panggil Menkes dan Menneg-LH dalam waktu dekat untuk mengumpulkan informasi lanjutan,â€Â? kata Wakil Ketua Komisi IX Max Sopacua, kemarin………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 6 DESEMBER 2005, HAL. 13

PEMERINTAH UTAMAKAN NEGOSIASI DENGAN NEWMONT
Pemerintah mengedepankan upaya negosiasi dalam perkara perdata dengan PT Newmont Minahasa Raya (NMR), setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak memeriksa gugatan perdata yang diajukan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) kepada perusahaan itu. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar sampai saat ini proses negosiasi masih terus berjalan dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan perkara ini……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 5 DESEMBER 2005, HAL. 15

BENCANA DI DIENG BAGAI BOM WAKTU
Dieng, sebuah dataran dengan ketinggian 2.088 meter di atas permukaan laut merupakan dataran tertinggi kedua di dunia setelah Nepal. Kini, kawasan ini seperti sedang menangisi nasibnya. Kemolekan dan kecantikan wilayah itu sudah sirna. Hampir sulit ditemui lagi bukit-bukit hijau dan hutan rimbun tidak ada lagi. Lambaian pohon-pohon pinus pun tidak terlihat. Di sepanjang perjalanan dari Wonosobo menuju kawasan itu, Sabtu (26/11), kini banyak dijumpai lereng-lereng bukit dari yang landai hingga yang terjal terkoyak-koyak……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 5 DESEMBER 2005, HAL. 15

SDA JADI PELUANG KORUPSI PEJABAT DAERAH
Selama lima tahun sejak diberlakukannya Otonomi Daerah, ternyata Sumber Daya Alam (SDA) di berbagai daerah malah lebih difokuskan menjadi komoditas bukannya untuk dipelihara dan dilestarikan. Bahkan menjadi lahan berkorupsi bagi pejabat-pejabat di daerah. Hal itu disampaikan Litbang DPP Partai Bulan Bintang, Muhammad Syamsul dalam perbincangan terbatas Sumber Daya Alam dan Korupsi di Jakarta, pekan lalu. Menurut Muhammad Syamsul saat ini Indonesia sedang mengarah pada penggunaan sumber daya alam batu bara secara besar-besaran untuk energi alternatif pengganti BBM, jangan sampai malah kelestarian lingkungan diabaikan karena hanya ingin mengedepankan manfaat dan juga dana besar…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 5 DESEMBER 2005, HAL.4

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup