KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENIPISAN LAPISAN OZON : TIDAK TERASA NAMUN MENGANCAM KESEHATAN

Dampak penipisan lapisan ozon baru akan terlihat dalam jangka waktu relatif panjang. Akibatnya masalah itu sering kali terpinggirkan oleh isu pencemaran lingkungan lain yang dampaknya segera dirasakan pada tataran lokal. Sering tidak disadari bahwa penipisan lapisan ozon adalah masalah lingkungan global yang sekaligus berdampak buruk terhadap kesehatan. Dampaknya meluas pada kehidupan di Bumi dan tidak mengenal batas negara, kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar di Jakarta, Kamis (8/9). Menurut menteri Rachmat Witoelar Indonesia telah menetapkan komitmen untuk ikut serta secara aktif dalam upaya perlindungan lapisan ozon……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 12

BERKAS 10 PERUSAHAAN PEMBAKAR DIKEMBALIKAN

Kejaksaan Tinggi Riau belum juga menerima kembali berkas kasus keterlibatan 10 perusahaan dalam pembakaran lahan yang menyebabkan bencana asap tahun 2003. Ke-10 berkas kasus tersebut dikembalikan pihak Kejati kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bawah koordinasi Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah Riau karena kurangnya pembuktian. Menurut Humas Kejati Riau Anto D Holyman, pihaknya mengembalikan berkas kasus kepada PPNS dengan beberapa petunjuk untuk melengkapi pembuktian dan tidak benar jika ada pendapat bahwa ada perbedaan persepsi antara Kejaksaaan Tinggi Riau dengan Bapedal Daerah maupun Kementerian Negara Lingkungan Hidup……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 24 BERITA TERKAIT : KASUS PEMBAKAR HUTAN MANDEK, KORAN TEMPO, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. A9

LEBIH 10 KILOMETER PERSEGI TERUMBU KARANG BALI PUNAH

Lebih dari 10 kilometer persegi (km2), atau tepatnya 10,08 km2 dari sekitar 60,13 km2 terumbu karang di Bali, kini telah punah. Sementara 50,05 km2 kawasan terumbu karang yang masih bertahan juga dalam kondisi terancam kelestariannya karena tercatat 34,93 km2 (69,81 persen) di antaranya dalam kondisi buruk.Penyebab hancurnya terumbu karang di perairan Pulau Bali antara lain akibat penggunaan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan. Penyebab lainnya adalah pengambilan terumbu karang untuk bahan bangunan, pencemaran limbah kimia serta pencemaran minyak akibat aktivitas kapa….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

KEMARAU : VOLUME WADUK PLTA MRICA MENYUSUT

Akibat sedimentasi yang nyaris tidak terkendali, volume Waduk Mrica untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Penglima Besar (Pangsar) Soedirman yang berlokasi di Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah, terus menyusut. Akhir 2004 volume waduk tinggal 54,75 persen atau 81,18 juta meter kubik dari kondisi awal (1988) 148,28 juta meter kubik, dan tahun 2005 ini diperkirakan tinggal separuhnya. Menurut Rusli Ibnu Sugiarto, Manajer Operasional dan Niaga PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica, kondisi ini membuat prihatin karena total sedimen yang mengendap di waduk sudah mencapai 67 juta meter kubik atau rata-rata 4 juta meter kubik per tahun ….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 24 BERITA TERKAIT : WADUK MRICA DIPENUHI LUMPUR, REPUBLIKA, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 21

HUTAN BAKAU DAN TERUMBU KARANG DI PULAU SANGIANG MEMPRIHATINKAN

Terumbu karang dan Hutan Bakau di Pulau Sangiang, Serang, Provinsi Banten, rusak berat. Kerusakan disebabkan oleh kesalahan pengelolaan pulau yang telah ditetapkan menjadi taman wisata alam itu. Jika dihitung, kerugian akibat kerusakan itu lebih dari Rp 2,5 triliun.Berdasar pengamatan, Kamis (8/9), kerusakan terumbu karang mulai terlihat di sepanjang pantai di sisi barat Pulau Sangiang, tepatnya di daerah Kedondong, Martasuta, Tembuyungan, hingga Baturaden. Air di sebagian wilayah pantai terlihat menghijau akibat terumbu karang di dasarnya dikeruk….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 26

SANG BADAI LAHIR DARI PEMANASAN GLOBAL

Badai yang menghantam New Orleans, Amerika Serikat (AS), Agustus lalu bernama Katrina. Nama tersebut merupakan nama panggilan yang diberikan oleh Kantor Cuaca Nasional AS. Sedangkan nama sebenarnya adalah pemanasan global. Pemanasan global telah menyebabkan berbagai kerusakan di dunia. Sayangnya hanya beberapa orang saja di Amerika yang mengetahui nama asli Badai Katrina karena industri batu bara dan minyak telah mengeluarkan jutaan dolar untuk menjaga agar masyarakat meragukan masalah pemanasan global yang merupakan nama asli Badai Katrina tersebut….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 15

DEPHUT TIDAK BISA CABUT HPH

Departemen Kehutanan (Dephut) tidak bisa menutup atau mencabut hak pengusahaan hutan (HPH) perusahaan yang melakukan pembakaran hutan. Alasannya, jika dicabut, perusahaan itu akan mati sehingga tidak bisa membayar denda dan ganti rugi atas kerusakan hutan yang diperbuatnya.Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Jenderal Pengendalian Kebakaran Hutan Departemen Kehutanan Harjanto W Sukotjo mengatakan hal itu kepada Media di Jakarta kemarin, menanggapi 196 perusahaan yang terindikasi membakar hutan sebagaimana dilaporkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kepada Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menyatakan data-data yang diajukan Walhi bisa menjadi bahan pendukung untuk proses penyelidikan yang dilakukan KLH. ….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. 19

Dipertanyakan Keseriusan Pemerintah Mengusut Pelaku Pembakaran Hutan

Masalah kebakaran hutan yang setiap tahun terjadi dinilai menjadi bukti ketidakseriusan pemerintah mengelola hutan Indonesia, selain itu penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan pun dinilai masih minim. Hal ini membuat sebagian masyarakat dan organisasi non-pemerintah bidang lingkungan hidup mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam pengelolaan hutan di Indonesia. Menurut Direktur WALHI Chalid, pemerintah yang dimaksud adalah Departemen Kehutanan, Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), dan seluruh jajaran di pemerintah daerah…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 8 SEPTEMBER 2005, HAL. 15

IMPOR BAHAN PERUSAK OZON DIHENTIKAN

Pemerintah akan menghentikan impor chlorofluorocarbons(CFC) yang tergolong bahan perusak ozon (BPO) pada tahun 2007. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kebijakan itu bagian dari kegiatan penghapusan BPO yang sudah dilakukan sejak 1995……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. A9

HABIS KATRINA TERBITLAH RACUN

Sisa amuk badai Katrina masih terus berlanjut di New Orleans, Louisiana. Pasalnya air yang menenggelamkan kota itu kini dipenuhi dengan limbah industri, bakteri, logam berat, pestisida dan bahan kimia beracun. Apalagi situasi ini muncul ketika pejabat setempat akan memulai usaha memompa keluar air yang menggenangi kota menuju danau Pontchartrain….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 9 SEPTEMBER 2005, HAL. C6

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup