KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENERIMA KALPATARU RAIH GELAR DOKTOR

Penerima Kalpataru 2005 untuk kategori Pembina Lingkungan, Tarsoen Waryono, meraih gelar doktor untuk bidang biologi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI). Dia berhasil mempertahankan desertasinya berjudul “Pendekatan Pemulihan Bio Fisik Bantaran Sungai di Jakarta” di depan sidang terbuka senat akademik UI yang berlangsung di Jakarta, beberapa waktu lalu.Dalam disertasinya Tarsoen meneliti mengenai ekosistem bantaran sungai di Jakarta berdasarkan penampakan fisik dan biologis…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 10 SEPTEMBER 2005, HAL. 15

LAHAN GAMBUT DI KALIMANTAN SELATAN DAN KALIMANTAN TENGAH TERBAKAR

Tidak ada hujan dalam sepekan terakhir menyebabkan lahan gambut di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai terbakar. Akibat kebakaran itu sejumlah wilayah tertutup kabut asap tebal. Di wilayah ini jarak pandang hanya sekitar 50 meter.Pemantauan Kompas di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (11/9) pagi hingga siang, kebakaran lahan gambut secara bersamaan sedikitnya terlihat di lima titik, yakni di Jalan A Yani Kilometer 8, 15, 17, dan 19. Untuk mengatasi kebakaran dikerahkan sedikitnya lima regu pemadam kebakaran dari Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Banjarmasin. Namun, menjelang siang kobaran api justru makin besar karena tiupan angin sangat kencang dan sulitnya mencari sumber air…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, 12 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

IKAN BETUTU MATI TERCEMAR LIMBAH

Ratusan keramba berisi ikan betutu siap panen yang dibudidayakan petani di empat desa di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, Provinsi Lampung, mati terkena limbah dari pabrik tapioka yang mengalir di Way Sukadana. Akibatnya, para petani diperkirakan menderita kerugian ratusan juta rupiah.Menurut Somas, Rabu pagi, air Way Sukadana yang biasanya berwarna kehijauan tiba-tiba berubah menjadi putih kemerah-merahan. Air sungai itu juga berbau menusuk dan mematikan biota yang ada di dalamnya…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, 12 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

BERTANI SAMBIL MEREHABILITASI KARANG

Keberadaan terumbu karang yang semakin langka menuntut berbagai pihak mengupayakan penyelamatan dan rehabilitasi. Ini pulalah yang dilakukan kelompok nelayan pesisir Karya Segara Banjar Ponjok, Serangan, Bali. Selain bekerja sama merehabilitasi terumbu karang, mereka juga bertani jenis binatang yang bisa tumbuh itu.Sejak Agustus 2003, kelompok nelayan yang digerakkan oleh enam orang tersebut mulai menanam 31 unit yang terdiri dari ratusan stek terumbu karang. Selain itu, mereka juga melakukan pembudidayaan 102 unit, yang nantinya dapat dipanen dan dibuat stek baru untuk dikembangbiakkan dan dijual……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

GUGATAN CLASS ACTION KE PERUSAHAAN PEMBAKAR

Lima warga Kota Pekanbaru didampingi lima penasihat hukum didukung oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Wilayah Riau resmi mendaftarkan gugatan class action terhadap 10 perusahaan pembakar lahan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka menuntut ganti rugi material dan imateriil sebesar Rp 60 miliar kepada 10 perusahaan tersebut.Kelima warga ini merupakan perwakilan dari sekitar 650.000 jiwa penduduk Pekanbaru yang terganggu akibat bencana asap dalam rentang waktu Januari-Maret 2005……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

BATANG ARAU DIKERUK, KETEBALAN ENDAPAN SUDAH TIGA METER

Pemerintah Kota Padang mulai mengantisipasi datangnya banjir dengan mengeruk endapan lumpur di Batang (Sungai) Arau. Pengerukan sedimen yang sudah mencapai ketebalan tiga meter ini juga untuk melancarkan arus kapal yang keluar-masuk Pelabuhan Muaro, Padang. Pemantauan Kompas di kawasan Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, endapan di beberapa lokasi bahkan sudah menjadi daratan (delta) dan digunakan masyarakat untuk berkebun. Bahkan, badan sungai selebar 50 meter itu sudah tertutup tanah sekitar 25 meter…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 SEPTEMBER 2005, HAL. 24

PT PKP AKAN TERUSKAN PEMBANGUNAN SANGIANG

Kuasa hukum Dewanto Kurniawan, Asfifuddin, menegaskan, PT Pondok Kalimaya Putih tetap akan melanjutkan pembangunan taman wisata alam di Pulau Sangiang, Serang, Banten. Ia juga membantah pemberitaan Kompas bahwa Dewanto selaku Dirut PT PKP telah merusak lingkungan di Pulau Sangiang, seperti yang sekarang didakwakan jaksa di Pengadilan Negeri Serang.Menurut dia, dari 250 hektar lahan yang dikelola PT Pondok Kalimaya Putih (PT PKP) itu, baru 5 persen yang dikerjakan. Ia juga menegaskan, pembangunan sudah berdasarkan analisis mengenai dampak lingkungan. Sampai saat ini, dana yang dikeluarkan sudah Rp 400 miliar…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 10 SEPTEMBER 2005, HAL. 26

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup