KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PN JAKARTA SELATAN TOLAK GUGATAN PEMERINTAH DALAM KASUS NEWMONT
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang menangani kasus perdata gugatan Pemerintah RI dengan PT Newmont Minahasa Raya (NMR) atas ganti rugi dugaan pencemaran lingkungan di Teluk Buyat, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Selasa (15/11), memutuskan menolak menangani perkara itu dan meminta penyelesaian dilakukan oleh arbitrase internasional. Namun pemerintah menyatakan banding atas putusan sela majelis hakim itu, sehingga proses hukum gugatan pemerintah terhadap PT NMR masih terus berjalan…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 16 NOPEMBER 2005, HAL. 15 BERITA TERKAIT : ORGANISASI NON PEMERINTAH MENDESAK PEMERINTAH UNTUK MENGAJUKAN KASASI KASUS NEWMONT, THE JAKARTA POST, KAMIS 17 NOPEMBER 2005, HAL. 4

KONVERSI LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT HARUS DIBATALKAN
Menurut Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi, Pemerintah harus membatalkan proyek perkebunan kelapa sawit di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan seluas 1,8 juta hektar. Proyek tersebut tidak hanya akan membabat hutan yang ada di lokasi tiga taman nasional, tetapi juga merusak daerah aliran sungai. Menurut Elfian alasan pemerintah membangun perkebunan sawit untuk menggerakkan perekonomian di wilayah perbatasan terlalu mengada-ada dan pihaknya justru mensinyalir ada kepentingan lain di balik rencana itu, yakni mendapatkan kayu dari hutan alam…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 17 NOPEMBER 2005, HAL. 18

PEMBALAKAN LIAR : APARAT TERLIBAT DALAM 10 TRANSAKSI ILEGAL
Sejumlah pejabat sipil, polisi, dan militer diduga terlibat dalam kasus pembalakan liar di Kalimantan, Maluku, dan Papua. Alasannya, dari 14 transaksi keuangan yang terkait pembalakan liar, 10 di antaranya melibatkan oknum pejabat. Transaksi itu berlangsung selama dilakukan Operasi Hutan Lestari I dan II, yakni sejak awal tahun 2004 sampai 2005. Menurut Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein modus operandi yang dipakai transaksi dilakukan melalui bank di Indonesia…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 17 NOPEMBER 2005, HAL. 21

BADAK DI TAMAN NASONAL KERINCI SEBLAT TERANCAM
Meskipun jumlah perburuan satwa liar khas Sumatera terus menurun, namun kelestariannya tetap terancam. Hingga saat ini perburuan liar di Taman Nasional Kerinci Seblat tetap terjadi.Saat ini diperkirakan jumlah badak di Taman Nasional Kerinci Seblat tinggal beberapa ekor saja sehingga akan dicoba dikembangbiakkan. MenurutKepala Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Soewartono pihak pemerintah pusat dan Balai TNKS akan memindahkan badak-badak liar itu ke Sumatera Rhino Sanctuary (SRS) yang berada di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 17 NOPEMBER 2005, HAL. 24

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup