KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GEMPA BESAR MASIH MENGANCAM ACEH

Saat ini semua perhatian masih tertuju pada gempa dan tsunami yang mungkin terjadi akibat interaksi dua lempeng di pesisir Sumatera. Padahal, ada ancaman gempa yang lebih besar yang bersumber di sesar atau patahan Sumatera.Ancaman gempa dari patahan Sumatera, yang membelah pulau ini, memanjang dari Teluk Semangko di tenggara hingga Banda Aceh di barat laut Kota Banda Aceh bahkan diprediksi akan lebih besar ancaman gempanya dari sesar itu dibandingkan dari subduksi lempeng. Oleh karena itu, lokasi dari patahan di Aceh harus diketahui dan menjadi acuan dalam pembangunan kembali Aceh pascagempa dan tsunami, 26 Desember 2004……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 29 AGUSTUS 2005, HAL. 13

ORANG UTAN RUSAK HTI

Akibat hancurnya habitat orang utan di Taman Nasional Kutai, Kalimantan, hewan yang dilindungi itu turun ke kawasan hutan tanaman industri yang berbatasan dengan taman nasional. Hewan-hewan tersebut merusak tanaman akasia dan konflik dengan penduduk atau pekerja di sekitar HTI.Kerusakan habitat orang utan (Pongo pygmaeus) di Taman Nasional Kutai (TNK) disebabkan penjarahan dan penebangan liar yang terus dilakukan di kawasan seluas sekitar 198.000 hektar itu. Berdasarkan pemantauan Kompas, Minggu (28/8), penjarahan TNK sudah memasuki zona inti yang banyak ditemukan pohon ulin (Eusideroxillon zwageri)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 29 AGUSTUS 2005, HAL. 24

30 PERSEN PANTAI DI TEGAL TERABRASI

Sekitar 30 persen pantai di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengalami abrasi. Dari sekitar 750 meter panjang pantai yang ada, 250 meter di antaranya terkena abrasi. Bahkan, lebar daratan pantai yang dulunya 200 meter, saat ini hanya tersisa sekitar 20 meter. Menurut Ketua Pengelolaan Sumber Daya Berbasis Komunitas Kota Tegal, Suharjo Abrasi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menghilangkan sebagian besar daratan, termasuk ratusan hektar tambak.Selama ini abrasi terparah terjadi di wilayah Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Di wilayah tersebut, sekitar 300 hektar lahan tambak milik nelayan hancur. Selain itu, abrasi juga menghancurkan sebagian perumahan penduduk di wilayah tersebut…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 29 AGUSTUS 2005, HAL. 24

10 BUPATI SEGERA DIPERIKSA

Sebanyak 10 bupati yang terlibat illegal logging segera diperiksa. Sebagian besar di antara mereka adalah bupati di Kalimantan.Menurut Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan izin untuk pemeriksaan para bupati tersebut.Menurut menteri M.S Kaban kesimpulan keterlibatan para bupati dalam illegal logging diperoleh melalui investigasi mendalam dan keterangan para tersangka di lapangan…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 29 AGUSTUS 2005, HAL. 14

HUTAN BAKAU DI BENGKULU RUSAK

Sekitar 50 persen hutan bakau yang ada di sepanjang 525 kilometer pantai Bengkulu mengalami kerusakan berat. Kerusakaan itu diakibatkan pembukaan lahan tambak udang dan berbagai jenis usaha perikanan laut lainya oleh masyarakat. Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Bengkulu, Ir Tony Sarwono kerusakan hutan bakau tersebut terjadi di Kota Bengkulu dan beberapa daerah tingkat II…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 27 AGUSTUS 2005, HAL. 14

STRATEGI PEMBANGUNAN DISUSUPI KEPENTINGAN GLOBAL

Indonesia harus memiliki rencana pembangunan berkelanjutan sendiri, sebagai salah satu bentuk kedaulatan dan kemandirian bangsa. Indonesia juga tidak boleh takluk terhadap tekanan-tekanan pihak luar. Saat ini strategi pembangunan yang diterapkan pemerintah masih lemah dan memudahkan kepentingan luar masuk yang akhirnya pembangunan itu justru merugikan rakyat. Menurut Emil Salim strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia masih belum memihak rakyat karena disusupi kepentingan global. Hampir semua sektor sudah disusupi kepentingan global dan melupakan kebutuhan yang sebenarnya dari rakyat Indonesia……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 15

BANDA ACEH DIGUNCANG GEMPA

Masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya dikejutkan dengan gempa cukup kuat yang terjadi Ahad (28/8) sekitar pukul 11.07 WIB. Warga yang sedang beristirahat di rumah, sempat berlarian keluar rumah karena khawatir rumahnya ambruk…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 29 AGUSTUS 2005, HAL. 20

Sumber : KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup