KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SEDIMENTASI PLTA BAKARU KIAN PARAH : DAYA TAMPUNG AIR TINGGAL 10 PERSEN

Sedimentasi di Bendungan PLTA Bakaru, Pinrang, Sulawesi Selatan, kian mengkhawatirkan karena semakin parah. Saat pertama kali digenangi pada September 1990, kapasitas tampung air mencapai 6 juta meter kubik. Saat ini daya tampungnya tinggal 500.000-600.000 meter kubik. Di luar itu merupakan sedimen yang pada pengukuran Juni 2005 volumenya mencapai 8.258.100 meter kubik. Penyebabnya adalah kerusakan hutan di sepanjang Daerah Aliran Sungai Sa’dan yang merupakan area tangkapan air untuk bendungan itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 4 DESEMBER 2006, HAL. 23

LARANGAN EKSPOR PASIR DARAT SEGERA DIBERLAKUKAN

Sebelum akhir tahun ini pemerintah berencana mengeluarkan pelarangan ekspor pasir darat, yang termasuk komoditas galian golongan C. Eksploitasi dan ekspor pasir darat dikhawatirkan akan semakin merusak lingkungan dan ekosistem. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida komoditas galian golongan C yang selama ini sudah dilarang diekspor adalah pasir laut. Sekarang pemerintah akan melarang ekspor komoditas galian C lainnya, seperti pasir darat…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 4 DESEMBER 2006, HAL. 24

TERNATE DIGUNCANG GEMPA BERKEKUATAN 5,2 SR

Setelah diguncang gempa empat hari sebelumnya, Ternate dan Labuha, Maluku Utara, hari Minggu (3/12) pukul 09.11 WIT digoyang gempa berkekuatan 5,2 skala Richter. Pusat gempa berada di Laut Maluku, sekitar 67 kilometer arah barat daya Ternate. Kantor Geofisika Ternate merekam pusat gempa ada di koordinat 0,43 Lintang Utara dan 126,95 Bujur Timur di kedalaman 61 kilometer sehingga tak berpotensi tsunami…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 4 DESEMBER 2006, HAL. 23

SUMUR INJEKSI TAK BERFUNGSI

Ketersediaan air permukaan berupa sungai atau situ-situ di Jakarta yang tercemar limbah domestik maupun industri tidak dapat dikembalikan untuk konservasi air tanah. Akibat pencemaran tersebut, sumur injeksi di Jakarta—yang dibuat untuk memasukkan air permukaan ke tanah dengan kedalaman hingga berkisar 80 meter lebih—tak difungsikan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 4 DESEMBER 2006, HAL. 12

POLISI HARUS USUT RUMAH SAKIT DI JAKUT

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia meminta polisi mengusut kasus pencemaran yang dilakukan empat rumah sakit dan satu laboratorium kesehatan di Jakarta Utara. Menurut Direktur WALHI Jakarta Selamet Daroyani ke empat rumah sakit dan laboratorium membuang limbah jenis bahan berbahaya dan beracun secara sembarangan…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , SENIN 4 DESEMBER 2006, HAL. 7

DAUR ULANG SAMPAH KEMASAN MASIH MINIM

Sekitar 20 persen dari sampah perkotaan merupakan sampah dalam kemasan. Padahal produk dalam kemasan yang diproduksi berbagai perusahaan mencapai juta. Menurut Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan Ir Sri Bebassari seharusnya sampah-sampah dalam kemasan itu di daur ulang…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA , SENIN 4 DESEMBER 2006, HAL. 22

KEMBANGKAN KONSEP PEMBANGUNAN KOTA HIJAU

Pembangunan dan pertumbuhan perkotaan yang kian pesat ternyata tidak diimbangi dengan adanya ruang terbuka hijau. Akibatnya, kualitas udara semakin memburuk. Karena itu, sudah saatnya para pengelola kota (baik pemerintah pusat dan daerah) untuk mengembangkan green city (kota hijau). Menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim para pengelola kota harus memperhatikan konsep green city, karena saat ini sudah tidak terjadi lagi keseimbangan antara pembangunan kota dan lahan terbuka hijau…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 1 DESEMBER 2006, HAL. 5

BAPELDALDA JAMBI PERIKSA 42 PERUSAHAAN PENCEMAR LINGKUNGAN

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Jambi memeriksa secara intensif limbah dan unit pengolahan limbah (UPL) 42 perusahaan yang diduga melakukan pencemaran lingkungan. Hasil pemeriksaan dan penelitian itu akan diumumkan ke publik pertengahan Desember……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 1 DESEMBER 2006, hal. 19

Sumber:

Perpustakaan Kementerian Negara Lingkungan Hidup