KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

6000 TON AMPAS KEDELAI DI BATAM HARUS DIREEKSPOR
Sebanyak 6.000 ton ampas kedelai yang masuk ke pelabuhan Batu Ampar, Batam, harus direekspor dalam waktu 14 hari sejak surat penolakan dikeluarkan pihak Karantina Batam. Jika tidak, ampas kedelai tersebut akan dimusnahkan. Menurut Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Subdirektorat Karantina Otorita Batam Asril tanggal 5 Desember lalu pihaknya mengeluarkan surat penolakan. Barang tersebut harus direekspor. Jika tidak, akan dimusnahkan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 24
VOLUME PASIR KALI BEBENG 120.000 METER KUBIK
Volume pasir dari banjir lahar dingin di Kali Bebeng saat ini terdata 120.000 meter kubik. Area pasir itu seluas 10 hektar di Kali Bebeng yang dipenuhi lahar dingin Merapi. Penghitungan volume kandungan pasir ini dilakukan oleh Tim Pemetaan Kawasan Merapi. Adapun wilayah penghitungan mulai dari Dam Bebeng III hingga daerah Cawang….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 24
ANGIN RIBUT DI NTT: SATU ORANG MENINGGAL 275 RUMAH RUSAK
Angin puting beliung terus mengganas di wilayah Nusa Tenggara Timur dalam lima hari terakhir. Angin ribut ini mengakibatkan satu orang meninggal dan sejumlah warga lainnya luka-luka. Bencana alam tersebut juga merusak 275 rumah penduduk dan 56 fasilitas umum. Angin ribut ini bakal melanda beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama musim hujan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 24
SINAR MAS LEPAS 26.743 HEKTAR LAHANNYA
Kelompok Sinar Mas Forestry mengalihfungsikan 26.743 hektar lahan hutan produksinya di Provinsi Riau dan Jambi untuk dijadikan hutan konservasi dan cagar biosfer. Meski statusnya masih hutan tanaman industri, Sinar Mas memastikan tidak akan menebang di kawasan itu sama sekali. Menurut Daniel Sinaga, Kepala Humas dan Hubungan Lingkungan Sinar Mas Forestry hutan dikonservasi supaya dapat menyangga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup habitat liar dalam hutan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 23
UDARA BERSIH MASIH JADI TANTANGAN DI BANYAK KOTA
Indikator kualitas udara yang buruk di dunia banyak dijumpai di kota-kota besar di Asia, padahal upaya untuk terus-menerus meningkatkan kualitas udara juga cenderung meningkat. Banyak negara di Asia menyadari, jika kualitas udara buruk bukan saja memberi dampak yang signifikan terhadap penurunan kesehatan dan kualitas hidup, tetapi juga kerugian ekonomi yang cukup besar bagi negara tersebut. ….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 13
PENGELOLA TPA TAK JELAS
Pengelolaan tempat pembuangan akhir atau TPA sampah Bantar Gebang bakal tak jelas lagi. Masa kontrak PT Patriot Bekasi Bangkit, pengelola TPA Bantar Gebang, berakhir 31 Desember, tetapi Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi belum membentuk badan pengelola bersama. Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Rama Boedi, Selasa (12/12) di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menginginkan TPA Bantar Gebang dikelola badan usaha bersama (BUB)….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 26
KOMPOS SOLUSI SAMPAH DI JAKBAR
Untuk mengatasi persoalan sampah, Wali Kota Jakbar, Fadjar Panjaitan, akan menjadikan program pembuatan kompos sebagai salah satu solusi. Sebagai tahap awal memberikan pengetahuan pembuatan kompos, Pemkot Jakbar mengajak kader dari enam kelurahan mengikuti peragaan praktek membuat kompos…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 10
ASAP DAN SENGSARA BERKELANJUTAN
Di Indonesia, sepanjang tahun 2006, hampir tak ada kebijakan istimewa yang dapat dikategorikan wujud keberpihakan negara atas nama masa depan lingkungan. Mencermati perjalanan setahun ini, perlakuan terhadap lingkungan tak lebih dari masa sebelumnya; prioritas kesekian. Slogan pembangunan berkelanjutan belum menjadi jiwa bersama, tetapi terbatas pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan para penggiat lingkungan nonpemerintah.Semester kedua tahun ini juga diwarnai ritual tahunan yang memalukan Pemerintah Indonesia. Apalagi kalau bukan kabut asap akibat kebakaran (pembakaran) hutan dan lahan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 37
PEMANASAN GLOBAL BENCANA DATANG PERLAHAN DAN PASTI
Pemanasan global sudah menjadi keprihatinan di kalangan ilmuwan sejak akhir 1980-an. Meskipun ketika itu masih sebatas dugaan, ilmuwan sudah memperkirakan berbagai dampak mengerikan akan menimpa planet Bumi, yakni berubahnya iklim sedunia dan naiknya permukaan air laut.Secara perlahan, dampak pemanasan global semakin menampakkan wujudnya yang nyata. Negara pulau yang banyak tersebar di Samudra Pasifik dan negara kepulauan seperti Indonesia sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 38
LIMBAH KLINIK PRODIA DIKELOLA SESUAI PROSEDUR
Limbah bahan berbahya dan beracun (B3) milik Klinik Prodia Pluit, Jakarta Utara, dikelola sesuai prosedur. Demikian pula limbah rumah tangga sebelum dibuang ke saluran kota telah dikelola terlebih dahulu……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. 8
TANAH MEREKAH SEPANJANG 30 METER
Warga Ngendon, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, mengungsi karena tanah permukiman mereka merekah sepanjang 30 meter dengan kedalaman hingga enam meter.Area rekahan berada di Bukit Putih, yang membentang sekitar 1 kilometer. Kondisi ini berlangsung pascagempa bumi pada 27 Mei lalu hingga sekarang. Setiap ada rekahan selalu diiringi suara gemuruh seperti tanah longsor….BACA SELENGKAPNYA, KORA
N TEMPO, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL. A9
PENGHARGAAN UNTUK FREEPORT DIKECAM

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia mengecam Penghargaan Aditama (Piagam Emas) dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral kepada PT Freeport Indonesia. Lembaga swadaya masyarakat ini menganggap kejahatan yang dilakukan oleh Freeport tidak sebanding dengan perbaikan lingkungan yang dilakukan….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 13 DESEMBER 2006, HAL.B2

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup