KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HUJAN DERAS DI PUNCAK SEBABKAN LAHAR DINGIN
Hujan cukup deras di puncak dan lereng Merapi, Kamis (21/12) sore, mengakibatkan aliran lahar di alur Kali Gendol di Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta.Menurut petugas di Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Panut, hujan kemarin merupakan hujan terlama pascaerupsi 14 Juni lalu. Di wilayah Kaliurang, sebelah barat Kali Gendol, intensitas curah hujan sembilan milimeter pada pukul 15.04-16.10……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 DESEMBER 2006, HAL. 23
KAYU ILLEGAL: SETIAP HARI 20 KAPAL MASUK SERAWAK
Setiap hari, 20 kapal pengangkut kayu yang diduga ilegal dari Kalimantan Barat masuk ke Pelabuhan Sematan, Sarawak timur, Malaysia, melalui pelabuhan nelayan, Pelabuhan Paloh, Kabupaten Sambas. Kegiatan itu semakin marak dua bulan ini…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 DESEMBER 2006, HAL. 23
PERIODE HUJAN SINGKAT
Periode musim hujan pada tahun 2006 ini lebih pendek dari keadaan normalnya, curah hujannya juga di bawah rata-rata curah hujan pada musim hujan. Meskipun periodenya singkat, dan curah hujan di bawah rata-rata, tetapi terjadi lonjakan dalam curah hujan sehingga banjir berpeluang terjadi di beberapa daerah….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 DESEMBER 2006, HAL. 1
PRESIDEN GAGAL URUS LINGKUNGAN HIDUP
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai gagal mengurus masalah lingkungan hidup. Ini dibuktikan dengan meningkatnya kerusakan lingkungan dalam dua tahun pemerintahan Yudhoyono. "Kalau dinilai berhasil, kerusakan lingkungan hidup seharusnya lebih kecil," kata anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, Sutradara Ginting, di Jakarta kemarin…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 22 DESEMBER 2006, HAL. A4
PETA RAWAN BENCANA DISALAHGUNAKAN
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan peta kawasan rawan bencana sengaja tidak disebarkan. Alasannya, peta kerawanan itu berpotensi disalahgunakan untuk berbagai kepentingan.Apabila peta tersebut dibagikan kepada umum, kata dia, bisa diinterpretasikan salah. "Buntutnya akan menimbulkan kepanikan warga," ujarnya di Bandung kemarin………….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 22 DESEMBER 2006, HAL. A9
95 PERSEN TERUMBU KARANG DI SUMBAR RUSAK
Potensi kelautan di Sumatera Barat (Sumbar), tidak bisa dipisahkan dari keberadaan terumbu karang. Sepanjang terumbu karang terjaga dengan baik, potensi kelautan di kawasan itu akan tetap besar. Sayangnya, saat ini keberadaan terumbu karang di perairan Sumbar mengalami kerusakan sekitar 85 persen….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 21 DESEMBER 2006, HAL. 4
RIBUAN RUMAH TERENDAM DI MEDAN
Sekitar 6.000 rumah di beberapa kawasan di Medan, Sumatera Utara (Sumut), terendam air akibat hujan selama satu malam, mulai Rabu (20/12) malam sampai Kamis (21/12) dini hari. Sejauh ini tidak ada korban jiwa, namun hujan yang berkepanjangan membuat masyarakat panik, sehingga mengungsi dan mengangkati harta benda mereka…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 21 DESEMBER 2006, HAL. 4
TIMNAS KEBUT PEMBUATAN TANGGUL
Tim nAsional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo (Timnas PSLS) terus mengebut pembuatan tanggul. Hal itu dilakukan Timnas untuk menghadap luber lumpur panas agar tak semakin luas dan merendam lebih banyak wilayah dan infrastruktur penting lainnya,,,,BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUM’AT 22 DESEMBER 2006, HAL. 12
BANJIR KEMBALI MELANDA RIAU; 1.152 RUMAH TERENDAM

Sedikitnya 1.152 unit rumah penduduk di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, terendam akibat banjir yang kembali melanda wilayah tersebut sejak Rabu (20/12). Rumah-rumah yang terendam berada di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Rantau Kopar, Pujud, Tanjung Melawan, Tanah Putih dan Kecamatan Rimba Melintang. Banjir setinggi 40 sentimeter hingga satu meter terjadi akibat meluapnya Sungai Rokan, setelah wilayah itu diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 22 DESEMBER 2006, HAL. 18

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH