KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMERINTAH MENYIAPKAN RP 4 TRILIUN UNTUK REHABILITASI HUTAN
Pemerintah dalam tahun 2007 menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk merehabilitasi hutan yang rusak. Sebab, penyebab utama banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah sejak memasuki musim hujan, umumnya diakibatkan hutan yang mengalami kerusakan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 DESEMBER 2006, HAL. 4
DITEMUKAN 52 SPESIES BARU HEWAN DAN TUMBUHAN DI KALIMANTAN
Keanekaragaman hayati hutan Kalimantan sangat tinggi karena menyimpan berbagai spesies yang belum teridentifikasi. Dalam beberapa tahun terakhir berhasil diidentifikasi sedikitnya 52 spesies hewan dan tumbuhan baru di pulau itu…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 DESEMBER 2006, HAL. 5
WASPADAI ANCAMAN LONGSOR, POTENSI CURAH HUJAN TINGGI KINI BERGERAK DARI SUMATERA KE JAWA
Potensi curah hujan tinggi diperkirakan bergerak dari wilayah barat Sumatera menuju Jawa. Kecenderungan ini harus diwaspadai, terutama pada daerah-daerah yang termasuk kawasan rawan longsor. Di Jawa bagian barat misalnya, tingkat kerawanannya bahkan hampir merata….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 12 BERITA TERKAIT ; BANJIR MERENDAM DELAPAN KABUPATEN DAN KOTA RIAU, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 DESEMBER 2006 HAL. 4 BERITA TERKAIT ; BANJIR DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 DESEMBER 2006 HAL. 8 BERITA TERKAIT ; RATUSAN ORANG MENINGGAL, RAPUBLIKA, RABU 27 DESEMBER 2006 HAL. 1 BERITA TERKAIT ; KORBAN BANJIR BERTAMBAH, KORAN TEMPO, RABU 27 DESEMBER 2006 HAL 1 BERITA TERKAIT ; 500 KORBAN BANJIR ACEH DITEMUKAN DI TAMIANG, MEDIA INDONESIA, RABU 27 DESEMBER 2006 HAL. 1
LAHAR DINGIN MERAPI LANDA PERMUKIMAN DI CARINGAN, SLEMAN
Banjir lahar dingin sisa erupsi Gunung Merapi melanda permukiman penduduk Caringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Meluapnya lahar akibat curah hujan yang semakin tinggi. Lahar dingin sisa erupsi Merapi mulai merambah jalanan di sekitar kawasan permukiman penduduk Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 4
AKSI HIJAU ULLY DI GUNUNG PANCAR
Komitmen Ully Hary Rusady terhadap pelestarian lingkungan masih menyala. Dalam setiap momentum, dia dengan penuh semangat mengajak berbagai kalangan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 DESEMBER 2006, HAL. 11
PULUHAN KECAMATAN DI BANYUMAS RAWAN LONGSOR
Sebanyak 50 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), diwaspadai rawan longsor di musim hujan ini. Sementara di Banjarnegara setidaknya 15 kecamatan rawan longsor, termasuk Desa Dijeruk, Kecamatan Banjarmangu yang mengalami longsaor dengan korban jiwa ratusan orang pada awal tahun 2006………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 24
BALAI TNKS JAMBI MEMUSNAHKAN PEMONDOKAN LIAR PERAMBAH HUTAN
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci Jambi melakukan pemusnahan pemondokan liar para perambah hutan yang berada di kawasan tersebut. Jumlah pondok liar yang dimusnahkan dengan cara membakar tersebut sepekan ini sudah 15 unit…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 26 DESEMBER 2006, HAL. 19
KALSEL JUGA MULAI DILANDA BANJIR, RUAS PALANGKARAYA-BUNTOK MASIH TERENDAM
Setelah Kalimantan Tengah (Kalteng), giliran Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai dilanda banjir. Sejak Senin (25/12), banjir sudah merendam 12 kecamatan di Kabupaten Tabalong dan dua kecamatan di Kabupaten Balangan. Sementara itu banjir di Buntok, Klimantan Tengah yang sudah sepekan berlangsaung belum juga surut…..BACA SELENGJKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 24
KERUSAKAN HUTAN JADI PENYEBAB BENCANA
Pembalakan liar dan kerusakan kawasan konservasi hutan lindung di Aceh dituding sebagai penyebab utama banjir dan longsor. Laju deforestasi dan degradasi di areal hutan Aceh berdasar data 2005-2006 mencapai 266 ribu hektare atau meningkat dari periode sebelumnya yang hanya 200 ribu ha…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 1
BENCANA LONGSOR DI BOGOR, SEMBILAN RUMAH TERTIMBUN
Hujan deras selama dua hari menyebabkan terjadi tanah longsor di dua lokasi berbeda di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Minggu dan Senin (25/12) petang. Setidaknya sembilan rumah tertimbun, tetapi tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa di lokasi berbeda itu………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 26
USAHA PENGECORAN LIAR CEMARI UDARA
Keberadaan usaha pengecoran atau batching plant liar di beberapa wilayah di Jakarta Barat dinilai telah menjadi salah satu sumber pencemaran udara serta penyebabkan kerusakan lingkungan……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 7
KETINGGIAN AIR CILIWUNG DI ATAS NORMAL ; JAKARTA DILANDA BANJIR
Jakarta terus dilanda banjir. Ratusan rumah warga di 16 rukun tetangga RW 3 Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakrta Timur, terendam dengan ketinggian air lebih dari 1 meter. Di Bukit
Duri, Tebet, Jakarta Selatan, ratusan rumah juga terendam….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 7
KORBAN BANJIR BERTAMBAH
Palang Merah Indonesia di Aceh, Tamiang kemarin menemukan 45 jenazah korban banjir yang selama ini dinyatakan hilang. Temuan baru ini menambah jumlah korban tewas, yang sebelumnya mencapai 60 orang untuk Aceh Tamiang saja. Jika digabung dengan kabupaten lain di Aceh, semua korban tewas mencapai sedikitnya 112 orang….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 1
PENELITIAN KAJIAN FOSIL MASIH KURANG
Penelitian yang berkaitan dengan kajian fosil hingga kini masih sedikit. Para ilmuwan di Indonesia masih kurang berminat menekuni bidang tersebut. Padahal kurangnya minat penelitian di bidang fosil ini bisa membahayakan masa depan penelitian di Indonesia….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. 26
LEUSER KIAN RUSAK PASCAKESEPAKATAN HELSINKI

Kerusakan hutan akibat penebangan pohon secara liar di Taman Nasional Gunung Leuser diketahui makin parah setelah nota kesepahaman (MOU) antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka ditekan d Helsinki pada 15 Agustus 2005. "Dulu pembalak liar takut karena GAM sembunyi dihutan-hutan itu," kata Jamal M Ciawi dari Yayasan Leuser kemarin. Tapi, pasca-MOU, pembalakan kian menjadi-jadi karena tak ada lagi yang ditakuti…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 27 DESEMBER 2006, HAL. A2

sumber:
Perpustakaan KLH