KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LONGSOR HANTAM NTT
Hujan deras disertai angin kencang selama tiga hari terakhir menyebabkan tanah longsor di Desa Babotin, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Belu, dan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bencana itu juga mengubur 35 hektar lahan pertanian serta merusak 15 rumah penduduk. Menurut Bupati Belu Yoachim Lopes di Atambua pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk menangani bencana tanah longsor di Desa Babotin, sekitar 80 kilometer arah selatan Atambua…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 15
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MASIH WACANA
Realisasi pembangunan berkalanjutan yang mengakomodasi aspek lingkungan makin mendesak. Pasalnya, bencana alam yang kini meluas di berbagai Tanah Air sebagian besar di sebabkan oleh kekeliruan pengeloolahan pembangunan. Menurut Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Teknologi Dan Pembangunan mengatakan "Sebenarnya kita sudah cukup dalam strategi Pembangunan, namun pelaksanaannya masih kurang. Padahal sekarang di butuh kan aksi"……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 13
BENGKULU TUNTUT KOMPENSASI DUNIA: HUTAN LINDUNG TETAP TERJAGA DAN PENGHASIL OKSIGEN UNTUK DUNIA
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap mendapat dana kompensasi dari dunia, dengan alasan telah berhasil mempertahankan dan memelihara hutan lindung dengan baik. Tuntutan itu dinilai sangat pantas karena kawasan hutan lindung daerah ini lebih dari dua pertiga atau sekitar 46,52 persen dari total 19,8 juta hektar luas daratan Bengkulu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 23
NAGRAK MASIH MENJADI TPS LIAR
Tempat penampungan sampah di Nagrak, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, masih dipakai untuk membuang sampah secara liar. Sampah terus menggunung di areal tiga hektar di jalur hijau bantaran Cakung Drain itu. Seperti tampak pada Selasa (9/1), empat truk pelat hitam dan satu truk pelat merah mengangkut dan membuang sampah di Nagrak……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 25
WASPADAI KEMUNGKINAN BANJIR LIMA TAHUNAN
Pada akhir Januari sampai Februari, Jakarta diperkirakan akan menghadapi siklus banjir lima tahunan. Saat itu, laut diperkirakan akan pasang naik dan curah hujan akan mencapai puncaknya. Menurut Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Selasa (9/1) di Jakarta Pusat, untuk menghadapi kemungkinan banjir itu, kesiapan semua instansi dan para petugas lapangan terus dipantau agar tidak kecolongan saat banjir tiba……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 27
HUTAN DI CENGKUNGAN BANDUNG RUSAK
Kawasan hutan di Cekungan Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) rusak parah. Saat ini kondisi hutan sudah mencapai 90% sehingga tidak mudah menyerap air dan berpotensi terjadi bencana banjir. Kerusakan hutan di kawasan itu lebih di sebabkan keberadaan industri dan pabrik………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 18
PARIAMAN LONGSOR, 13 ORANG TEWAS
Sebanyak 13 warga Jorong Kolam Janiah, Kenagarian Kudu Gantiang, Lima Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat, tewas tertimbun tanah longsor, Senin lalu. Sampai kemarin baru tiga korban yang ditemukan, yakni Buyung, 4 tahun, Noni (37), dan Rozi (10). Sisanya masih tertimbun dan belum bisa dievakuasi. Longsor berasal dari bukit setinggi 50 meter dengan kemiringan 90 derajat……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. A8
MENGOLAH LIMBAH ‘STYROFOAM’ MENJADI BATAKO
Limbah dan kreativitas ternyata bisa menyatu. Demikianlah formula sederhana yang ada berada di benak Surani, 40. Hasilnya limbah styrofoam di daur ulang menjadi batako…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. 8
TEMPAT SAMPAH MARUNDA TERGANJAL PEMBEBASAN LAHAN

Pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Marunda terganjal pembebasan lahan. Padahal Dinas Kebersihan DKI Jakarta berencana membangun proyek itu tahun ini.Kepala Dinas Kebersihan Eko Baruna menyatakan pihaknya telah membebaskan lahan seluas 70 hektare di Marunda, Jakarta Utara……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 10 JANUARI 2007, HAL. A16

Sumber:
Perpusdatakaan Emil Salim KLH