KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMDA HARUS LEBIH SIAP HADAPI BENCANA ALAM
Untuk mengantisipasi kemungkinan banjir dan longsor, menyusul musim hujan hingga Maret mendatang, pemerintah daerah diharapkan memiliki kesiapan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Ribuan titik rawan teridentifikasi tersebar pada 21 provinsi, di luar Pulau Kalimantan. Guna memastikan kesiapan daerah-daerah yang memiliki wilayah berpotensi bencana banjir dan longsor, Bakornas PBP mengunjungi 21 provinsi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Papua…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 13
JAKARTA TAK LAGI PEDULIKAM EKOSISTEM
Pemerintah kini tidak lagi peduli terhadap kelangsungan sebuah ekosistem sungai. Bagaimana pula dengan warganya? Pengalaman mengamati perilaku warga di sekitar kolong jembatan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, justru menambah keprihatinan.Hampir tiap lima menit, meluncur "bom" plastik berisi sampah dari atas jembatan Sungai Ciliwung itu. Entah oleh pejalan kaki, pengendara mobil atau sepeda motor, sampah itu dilemparkan dan menghujam ke permukaan Sungai Ciliwung. Kenyataan itu menunjukkan perlakuan terhadap Ciliwung tidak lagi ramah. Ciliwung dijadikan tempat sampah. Seolah Ciliwung mampu menelan dan melenyapkan sampah…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 14
PERAIRAN BATAM TERCEMAR MINYAK DIDUGA DARI KAPAL
Perairan di Pulau Batam tercemar minyak yang diperkirakan dibuang dari kapal-kapal tanker ke laut. Bahkan, sejumlah karung plastik berisi minyak berwarna hitam terdampar dan ditemukan di sekitar pantai rakyat Nongsa Pantai. Nelayan yang ditemui Kompas di Pantai Nongsa, Kampung Belian, dan Tanjung Uma, Batam, mengeluhkan pencemaran ini. "Ratusan kepiting yang tertangkap mati dan terbuang," kata M Nur, nelayan di Kampung Belian, Kecamatan Batam…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 23
BANJIR DAN LONGSOR, RIBUAN WARGA TAHUMA MENGUNGSI
Ribuan siswa SD hingga SMA terpaksa diliburkan setelah bangunan sekolah mereka digunakan oleh ribuan warga yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor di Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara. Pemerintah setempat kekurangan bangunan fasilitas umum untuk menampung pengungsi yang kini mencapai 4.850 jiwa……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 24
PEMANFAATAN SAMPAH: PENGOLAHAN KOMPOS HASILKAN RP. 250 JUTA
Pengolahan kompos di Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mampu menghasilkan uang Rp 250 juta lebih per tahun dan mengurangi sampah rumah tangga. Wakil Bidang Pengkajian dan Kebijakan Teknologi Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Lusina Waluyati dalam rapat di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (17/1), mengatakan, pengolahan sampah domestik secara terkoordinasi oleh warga tersebut menghasilkan pendapatan Rp 21.777.900 per bulan…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 26
KABUPATEN BOGOR BERKUTAT DI PASIR BUNCIR
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah atau Raperda RTRW Kabupaten Bogor di DPRD hingga Rabu (17/1) belum final. Pembahasan yang memakan waktu hampir satu tahun itu masih berkutat pada masalah Kecamatan Caringin menjadi kawasan pertambangan golongan C, pasir, batu, dan tanah liat, atau tidak…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 26
BANJIR ANCAM JAKARTA PADA JANUARI SAMPAI MARET
Kendati intensitas curah hujan tahun ini turun, banjir masih berpotensi mengancam warga Jakarta, sekitar akhir Januari sampai Maret mendatang, Prediksi tersebut merupakan hasil Kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Institut Teknologi Bandung, UMG, serta Bdan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang diungkapkan pada wartawan, kemarin.Kajian menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS)……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 9
AREA TAMAN NASIONAL BBS JADI LAHAN PERTANIAN
Sekitar 17% atau 60 ribu hektare areal Tman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)telah di konsevasi menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Sebagian besar menjadi lahan kopi. Kepala Balai TNBBS Lusman Pasaribu mengatakan, secara Administratif, TNBBS yang berada di Lampung dan Bengkulu berhabitat sangat penting bagi tiga mamalia besar di Sumatra yaitu Gajah, Harimau, dan Badak Sumatra……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 18 JANUARI 2007, HAL. 13

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup