KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


KALLA : LINGKUNGAN RUSAK
Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menyatakan, Indonesia membutuhkan waktu paling kurang 10 tahun untuk menghutankan kembali sebagian hutan yang rusak. Usaha itu harus dilakukan secara konkret dan diharapkan masyarakat akan memperoleh manfaat.Ikhtiar menyelamatkan lingkungan ditandai dengan menggalakkan penanaman puluhan juta bibit pohon produktif di berbagai provinsi yang hutannya sudah gundul……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 14 JULI 2006, HAL. 15
50.000 AREAL TANAM KEKERINGAN
Departemen Pertanian mencatat areal tanaman pangan yang mengalami kekeringan secara nasional sudah mencapai 50.000 hektar, sementara yang puso atau kehilangan hasil total mencapai 1.500 hektar. Deptan menggolongkan peristiwa itu sebagai kekeringan ringan, tetapi tetap perlu diwaspadai.Secara nasional, kekeringan tahun ini masih tergolong ringan dibanding rata-rata lima tahun terakhir, kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Sutarto Alimoeso ……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 14 JULI 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT : KEKERINGAN MELUAS DI SUMATERA DAN JAWA,REPUBLIKA, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 19
MASYARAKAT NTT BERHARAP BANYAK : PENANAMAN JARAK SEBAIKNYA DI LAHAN KRITIS
Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan harapan besar mereka agar pengembangan energi alternatif, khususnya minyak jarak, turut meningkatkan kesejahteraan mereka. Menurut Wakil Gubernur NTT Frans Leburaya, pihaknya ingin berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan secara nasional, tetapi sangat penting hal itu turut menggerakkan ekonomi pedesaan dengan pengurangan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 14 JULI 2006, HAL. 13
PELANGGARAN TATA RUANG CENDERUNG MENINGKAT
Pelaksanaan tata ruang akan semakin diperketat. Bahkan, sebuah badan independen akan dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan tata ruang.Langkah itu dilakukan karena pelanggaran terhadap tata ruang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pelakunya bukan hanya pemilik bangunan atau tempat usaha, tetapi juga aparat dan pejabat pemerintah selaku pemberi izin……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 14 JULI 2006, HAL. 18
PENEBANGAN LIAR : TIDAK AKAN KOMPROMI DENGAN GUSTI SYAIFUDDIN
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Inspektur Jenderal DPM Sitompul menegaskan tidak akan berkompromi dengan tersangka kasus penebangan kayu ilegal Mayor Jenderal (Purn) Gusti Syaifuddin yang kini buron. Batas pengejaran buron sampai 12 tahun. Gusti, yang juga pengusaha di Tarakan, Kalimantan Timur, diduga menyalahgunakan izin pemanfaatan kayu (IPK) di Kecamatan Palas Timur, Bulungan. Polisi menyita 6.214 meter kubik kayu senilai Rp 3,025 miliar……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 14 JULI 2006, HAL. 24
PETANI BEREBUT AIR
Kekeringan yang melanda Banten membuat ribuan hektar sawah kering dan puso. Keadaan ini memicu petani untuk berebut air dengan berbagai cara. Mereka ada yang membelokkan aliran air ke sawah mereka dengan cara membobol saluran irigasi sehingga jaringan irigasi acak-acakan. Hal itu dilakukan terutama pada malam hari. Namun, pada pagi harinya kelompok petani yang lain mengembalikan aliran air sebagaimana mestinya. Hingga kemarin peristiwa rebutan air antarpetani masih berlangsung, tetapi belum memunculkan keributan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 14 JULI 2006, HAL. 26
KERUSAKAN HULU PERPARAH KEKERINGAN
Ribuan hektare sawah di pantai utara (pantura) Jawa Tengah dan ribuan hektare di jalur selatan mengering belakangan ini. Hal itu dipicu oleh rusaknya sekitar 700.000 ha lahan di hulu daerah aliran sungai (DAS). Rusaknya lahan DAS itu memperparah kekeringan di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Menurut Kepala Badan Pengelolaan dan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bappedal) Jateng Djoko Sutrisno DAS di Jateng yang rusak antara lain Pemali Comal (Pemalang), Serayu (Banyumas), Kaligarang (Semarang), Luk Ulo-Bogowonto (Kebumen), Progo (Yogyakarta), dan Citanduy (Cilacap)……..BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 1
KEKERINGAN DAN KEARIFAN TERHADAP ALAM
Indonesia kembali diperhadapkan pada kondisi alam yang sangat tidak menguntungkan. Belum lepas derita akibat gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang merenggut nyawa manusia dan meluluhlantakkan permukiman dan infrastruktur, kini harus mewaspadai bencana kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di Tanah Air……..BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 8
LAPINDO DIMINTA REHABILITASI LINGKUNGAN YANG RUSAK
Warga Dusun Balongnongo dan Renokenongo yang menjadi korban terparah dalam kasus semburan lumpur panas bercampur gas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mendesak PT Lapindo Brantas segera merehabilitasi lingkungan dusun mereka yang rusak berat.Dusun tersebut merupakan daerah terparah akibat luberan lumpur. Tinggi genangan rata-rata di dusun tersebut sampai 60 Cm, tetapi pembicaraan untuk perbaikan lingkungan dan ganti rugi belum dilakukan…….BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 19
PERCEPAT REALISASI KESEJAHTERAAN WARGA BUYAT
Pemerintah dan PT Newmont Minahasa Raya (NMR) diminta untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar Teluk Buyat, baik yang masih berada di lokasi itu ataupun yang sudah pindah karena merasa terancam kesehatannya. Rencana pembentukan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat Teluk Buyat sampai saat ini tidak ada kejelasannya. Begitu pula dengan dana tahap awal sebesar US$ 12 juta yang diberikan PT NMR melalui yayasan itu…….BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 19
PUSAT SEMBURAN LUMPUR LAPINDO BELUM DITEMUKAN
Pencarian pusat semburan lumpur panas Lapindo dengan snubbing unit belum membuahkan hasil. Pengeboran pada kedalaman 3.800 meter ternyata belum mampu menembu
s lapisan semen setebal 200 meter yang dipasang pada saat pembuatan sumur pengeboran…….BACA SELENGKAPNYA,KORAN TEMPO, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. A8
KSAL : HUKUM BERAT PENCEMAR LINGKUNGAN
Proses hukum kasus pencemaran lingkungan selama ini tak pernah tuntas. Oleh karena itu Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto meminta aparat hukum ( kejaksaan dan pengadilan) memberi hukuman berat pada pelaku pencemaran lingkungan laut……BACA SELENGKAPNYA,REPUBLIKA, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 5
TIM EKSPEDISI IPB TEMUKA FLORA-FAUNA LANGKA

Sebanyak 30 mahasiswa yang teragbung dalam tim ekspedisi Uni Konservasi Fauna IPB berhasil menemukan sejumlah flora dan fauna langka (endemik) yang hidup di kawasan cagar alam Talaga Warna Cisarua Bogor. Menurut Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB Profesor Dedi Soedharma selaku penanggung jawab ekspedisi, penemuan flora dan fauna endemik ini cukup penting……BACA SELENGKAPNYA,REPUBLIKA, KAMIS 13 JULI 2006, HAL. 5

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH