KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KETIKA LINGKUNGAN DIABAIKAN BENCANA PUN DATANG
Banjir besar seperti lima tahun lalu di wilayah Jakarta dan sekitarnya terulang lagi. Bahkan, kali ini dirasakan lebih parah. Ibu kota negara Republik Indonesia ini sempat lumpuh. Pemerintah disalahkan karena mudah tergiur mengalihfungsikan lahan sehingga daerah resapan air semakin minim. Masyarakat juga disalahkan karena membuang sampah sembarangan hingga hidup di bantaran kali. Pengusaha pun tidak luput dari tudingan karena dengan caranya yang "licik" bisa membangun bisnis atau perumahan di lahan yang tidak sesuai peruntukan…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 13
IRIGASI TERCEMAR 482 HEKTARE SAWAH KRITIS
Sebanyak 482,65 hektar sawah di sekitar tanggul penahan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tak bisa ditanami. Semua saluran air tercemar lumpur panas, sementara lahan yang ada rawan tertimbun lumpur. Dari pemantauan, Rabu (7/2), tampak sawah di sekitar tanggul tidak bisa ditanami lagi, terutama di Desa Gempolsari, Kecamatan Porong. Areal ini terletak sekitar 300 meter-500 meter dari kolam penampungan lumpur…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 23
DAERAH BAWAH TERGENANG: BANJIR BELUM SEPENUHNYA SURUT DITANGERANG
Permukiman di daerah yang rendah di Kota Tangerang, seperti di wilayah Kelurahan Gelam Jaya dan Gembor, hingga Rabu (7/2) masih tergenang air dengan ketinggian 0,6 meter hingga 3 meter. Padahal, kawasan itu sudah digenangi air bah sejak Sabtu, pekan lalu. Berdasar pantauan Kompas, Rabu, jalan masuk ke Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Jatiuwung, Tangerang, terendam air hingga setinggi satu meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 27
LEONARD BLUSSE: PRIORITASKAN MANAJEMEN AIR
Manajemen air selalu menjadi prioritas pembangunan dan kebijakan politik dalam sejarah birokrasi Belanda. Profesor Sejarah Hubungan Eropa-Asia Universitas Leiden Leonard Blusse yang ditemui di Jakarta, Rabu (7/2), menjelaskan, langkah tersebut tetap diterapkan hingga hari ini di negeri Belanda sehingga mereka dapat bertahan meski terjadi luapan Sungai Rhine yang lebih besar dari Sungai Ciliwung……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 27
43.000 HEKTAR PADI DI JAWA BARAT TERENDAM
Hingga Selasa (6/2), luas areal sawah yang terendam banjir serta longsor di Jawa Barat mencapai 43.052 hektar. Sebanyak 7 hektar di antaranya mengalami puso. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat mencatat, areal sawah yang paling luas tergenang banjir antara lain di Bekasi (18.144 hektar), Indramayu (9.862 hektar), Subang (7.273 hektar), Karawang (6.024 hektar), dan Cirebon (1.572 hektar). Sementara itu, 7 hektar sawah di Sumedang dan Tasikmalaya mengalami puso…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 15
RETARDING BASIN DAN BANJIR JAKARTA
Jakarta diterjang banjir bandang lagi. Kali ini lebih luas dan menyedihkan, setelah banjir besar 2002 dan banjir kecil dan menengah tahun 2003, 2004, 2005, dan 2006. Adakah metode efektif yang ramah lingkungan untuk mengatasi banjir sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan kota? Oleh banyak negara, masalah serupa diselesaikan dengan metode retarding basin ramah lingkungan. Filosofi metode ini adalah mencegat air yang mengalir dari hulu dengan membuat kolam-kolam retensi (retarding basin) sebelum masuk ke hilir…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 7
BANJIR DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT
Sungguh sulit untuk tidak menyalahkan siapa pun dalam menghadapi banjir yang menggenangi sebagian besar Jakarta hari-hari ini. Masyarakat menuding ketidaksigapan pemerintah, pemerintah menuduh media terlalu berlebihan dalam pemberitaan dan mengeluh sulitnya mengatur masyarakat untuk disiplin dalam hal sampah, serta media membalas pemerintah dengan menunjukkan daftar ketidakpeduliannya dalam penanggulangan banjir…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 6
AKAN ADA BANJIR LEBIH BESAR ?
Untuk memastikan banjir 2007 lebih besar dibandingkan dengan 2002, bisa dilihat dari banyaknya air yang jatuh dari langit. Pada periode yang sama, akumulasi jumlah curah hujan dari tanggal 29 Januari hingga 3 Februari 2002 sebesar 5.288 mm, sedangkan pada 2007 curah hujan sebesar 7.065 mm. Artinya, curah hujan 2007 lebih besar 1.777 mm dari Tahun 2002….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 6
SUMUR RESAPAN BISA BANTU ATASI BANJIR
Sumur resapan menjadi salah satu alternatif mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya. Tetapi, sumur resapan yang menjadi syarat pembangunan perumahan dan perkantoran itu cenderung diabaikan. Pengawasan atas pemenuhan kriteria ini juga lemah….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 2
JAKARTA BERANGSUR NORMAL
Banjir yang melumpuhkan seluruh Jakarta dan sekitarnya sejak pekan lalu, kemarin berangsur-angsur mulai surut. Aktivitas warga pun mulai normal kembali…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 8 JANUARI 2007, HAL. 1. BERITA TERKAIT: PENGUNGSI DIEVAKUASI KE POSKO BESAR, MEDIA INDONESIA, KAMIS 8 JANUARI 2007, HAL. 1
BANJIR AKIBAT SITU RUSAK PARAH
Musibah banjir yang mlanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta, termasuk Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek), akibat rusaknya situ sebagai kawasan resapan air dan pengendali

an banjir serta pelanggaran rencana umum tata ruang (RUTR)…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 8 JANUARI 2007, HAL. 4

HUJAN LEBAT DI JAKARTA PENGARUH MONSUN SIBERIA
Gelombang dingin yang dibawa monsun Siberia Rusia, merupakan salah satu penyebab curah hujan Jakarta, di atas kondisi normal sejak 2 Februari lalu. Kondisi curah hujan di atas normal diperkirakan bertahan 2-4 minggu dengan intensitas maksimal. Setelah itu curah hujan akan berangsur turun, khiususnya di Jakarta….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 8 JANUARI 2007, HAL. 5
BADAI ANCAM BEBERAPA DAERAH
Beberapa daerah terancam badai yang memicu tingginya gelombang laut. Daerah yang terancam antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitar Pulau Bali…… BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 8 JANUARI 2007, HAL 7
BANJIR JAKARTA JUGA DISEBABKAN LAUT PASANG
Selain karena tingginya curah hujan, banjir di Jakarta dalam pekan ini diduga juga disebabkan naiknya permukaan laut. Kenaikan itu membuat air yang mengalir di sungai tertahan saat memasuki daerah muara. Fenomena itu merupakan gejala alam dan diduga berkaitan dengan gejala El Nino. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Prof Mezak Ratag, yang dihubungi Pembaruan, Senin (5/2), menyebutkan naiknya permukaan laut saat ini mencapai 30 sentimeter….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 7 FEBRUARI 2007, HAL. 5
LONGSOR DI PANDEGLANG ENAM TEWAS
Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Banten sejak Senin (5/2) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Selasa (6/2) pagi, menyebabkan tanah longsor di Kampung Cungkendang, Desa Kadu Merak, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.Longsor tersebut mengakibatkan empat rumah ambruk rata dengan tanah, enam orang tewas, belasan orang mengalami luka-luka berat dan ringan….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 7 FEBRUARI 2007, HAL. 4
JAKARTA BUTUH 500 TAMAN, RUMAH-RUMAH KUMUH DI DAERAH BANTARAN KALI DI GANTI DENGAN BANTUAN RUMAH VERTIKAL
Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta membutuhkan sedikitnya 500 taman yang tersebsr di seluruh wilayah. Direktur Jendral penataan ruang Departemen pekerjaan umum Achmad Hermanto Dardak mengatakan taman taman ini untuk menampung kelebihan air hujan dan air dari daerah hulu. Air yang tak bisa terserap tanah di tampung oleh saluran drainase…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL. 2
LONGSOR, 800 RUMAH DI DUA DESA HANCUR
Sekitarnya 800 rumah warga empat kampung di dua desa di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) hancur diterjang tanah longsor, Selasa (6/2) sekitar pukul 22.00 WIB…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 8 JANUARI 2007, HAL. 16
HUJAN LEBAT JAUHI JAKARTA

Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan hujan lebat telah bergeser menjauhi kawasan jakarta dan Bogor. Dalam beberapa hari nanti, hujan memang masih akan turun disekitar Ibu Kota…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 8 FEBRUARI 2007, HAL 2

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH