KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DOMINGGUS DAN KALPATARU
Lengan kanan Dominggus Ledrick Sinanu (54) terdapat tato simbol pohon kalpataru. Di bawahnya gambar pita yang bertuliskan Kalpataru; di bawahnya lagi angka tahun 1981 dan D Sinanu. Menurut Sinanu, penyelamat hutan mangrove di Teluk Dalam Ambon, Provinsi Maluku, saat ia dapat Kalpataru , ia sumpah jabatan kepada Tuhan untuk mengabdi kepada orang banyak…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 16
MASYARAKAT LEMBATA TOLAK TAMBANG EMAS DI LERAGERE
Masyarakat Lembata menolak penambangan emas di Leragere, Lembata, Nusa Tenggara Timur, karena merupakan daerah penyangga Pulau Lembata. Di areal seluas 46.000 hektar itu terdapat 10.000 penduduk.Ketua Ikatan Keluarga Besar Leragere Daniel Tapobali, Rabu (14/2) di Kupang, mengatakan, kehadiran PT Merukh Enterprice Cooper (MEC) di kawasan Leragere—ada lima desa—meresahkan warga. Perusahaan itu telah melakukan eksplorasi dan pembangunan kantor, tetapi belum pernah ada sosialisasi kepada masyarakat…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 23
BKSDA MALUKU GAGALKAN PENYELUNDUPAN ANGGREK ALAM
Upaya pengiriman ratusan rumpun anggrek alam dari Ambon ke Jepang melalui Jakarta digagalkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Maluku. Anggrek yang dikemas dalam tujuh kardus besar itu disita saat akan dikirim melalui Bandara Pattimura, Ambon…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 24
KERUGIAN RP.15 TRILIUN : 42 MITRA PT KOBA TIN MENAMBANG DI LUAR WILAYAH KONTRAK KARYA
Sebanyak 42 kolektor pasir timah yang menjadi mitra kerja PT Koba Tin diduga telah menambang di luar wilayah kontrak karya. PT Koba Tin mengolah hasil penambangan itu menjadi balok timah untuk diekspor. Akibat kegiatan itu, negara dirugikan minimal Rp 15 triliun….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 24
BOGOR MINTA JAKARTA ANGKUT KEMBALI : SAMPAH BANJIR DIBUANG DI KAWASAN JONGGOL
Dinas Kebersihan DKI Jakarta diminta secepatnya mengangkut kembali sampah bekas banjir yang dibuang di lahan warga di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor. Peristiwa memalukan itu diharapkan tidak terulang kembali. Menurut Camat Jonggol Aris Mulyanto, pihaknya tidak menyangka ada sampah bekas banjir Jakarta dibuang di sini dan ia mendapat protes dari warga karena sampah itu membuat kebun pisang mereka rusak. Bau sampah pun merebak ke mana-mana……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 15
ESENSI KOORDINASI TATA INFORMASI : PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR PERLU DATA RIIL
Terkait dengan penanggulangan bencana, esensi dari koordinasi penanggulangan bencana —termasuk banjir Jakarta—adalah penataan informasi, bukannya lembaga atau organisasi struktural dengan hierarki di dalamnya. dengan data tergelar, akan memudahkan penanganannya. Menurut Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BPRR) Aceh Nias, Kuntoro Mangkusubroto kalau bicara mengenai bencana alam dan bicara mengenai operasi penyelamatan, nomor satu butuh peta supaya bisa melihat zona-zona, sehingga bisa tahu berapa jumlah korban, berapa jumlah penduduknya, mereka memerlukan apa, makanan apa, dan berapa jumlahnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 13
WARGA BANTARAN CISADANE DIGUSUR
Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menggusur paksa ribuan bangunan di sepanjang bantaran Sungai Cisadane. Bupati Ismet Iskandar mengatakan pemerintah tak akan memberikan ganti rugi atau memindahkan pemilik bangunan. ……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. A3
BANJIR AKIBAT KELALAIAN KITA
Banjir pada awal Februari 2007 ini menggenangi lebih dari 70 persen wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebagian besar aktivitas kota lumpuh. Saluran air PAM terhenti dan listrik padam. Jaringan telepon dan internet terganggu. Perkantoran dan sekolah banyak yang terpaksa diliburkan. Yang lebih menyedihkan lagi, musibah ini telah menelan puluhan korban jiwa ratusan ribu orang mngungsi, dan mengakibatkan kerugian ekonomi lebih dari Rp 8 triliun….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. 4
AGAMA DAN KEARIFAN EKOLOGIS
Ketika Jakarta banjir, tidak sedikit orang yang menganggapnya sebagai takdir Tuhan. Kenapa pula Tuhan selalu dikambinghitamkan setiap terjadi malapetaka. Hampir tidak pernah kita menuduh diri kita sendiri sebagai subyek yang bertanggung jawab terhadap malapetaka dan bencana tadi. Karena adanya keyakinan bahwa setiap malapetaka sebagai siksa atau cobaan dari Tuhan, setiap kali terjadi bencana, yang dilakukan umat beragama adalah berdoa……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. A11
NORMALISASI CISADANE BUTUH RP.1,6 TRILIUN

Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengatakan pascabanjir awal Februari lalu, Sungai Cisadane dan situ-situ di Kabupaten Tangerang akan dinormalisasi. Dibutuhkan biaya sekitar Rp 1,6 triliun dan biayanya dari Pemerintah Provinsi Banten. Normalisasi itu telah menjadi program tiga wilayah, meliputi Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Karena itu, diperlukan bantuan dana dari wilayah yang terkait dan pemerintah pusat……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 FEBRUARI 2007, HAL. A14

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH