KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

POTENSI EKSPLOSIF SOSIAL MESTI SEGERA DITANGANI : TIMNAS AKUI SULIT MENCARI METODE CEPAT UNTUK MEMBUANG LUMPUR
Kesan pembiaran atas dampak sosial luberan lumpur panas yang terus meluas dan menambah banyak korban berpotensi menimbulkan eksplosif sosial. Peran negara dalam setiap kasus yang berorientasi pada kepastian nasib harus tertangkap jelas oleh masyarakat bila potensi eksplosif sosial itu ingin diredam. Negara sebaiknya segera menanganinya, dan bukan sekadar janji……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. 13
PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT JANGAN GEGABAH
Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian tidak bisa dilakukan gegabah hanya karena pemerintah daerah atau pihak swasta memiliki dana besar untuk menyiapkan lahan ini dan ditanami berbagai tanaman produksi. Sebab, pengalihfungsian lahan gambut yang keliru justru akan mengundang bencana besar seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. 13
PERUBAHAN IKLIM GLOBAL
The Intergovernmental Panel on Climate Change dalam pertemuannya di Paris akhir Januari 2007 mengungkapkan bukti-bukti terbaru terkait dengan masalah Perubahan Iklim Global serta dampaknya terhadap kehidupan. Perubahan Iklim Global yang bersifat ekstrem dipicu pemanasan global akibat kian tingginya emisi gas rumah kaca dari hasil pembakaran bahan bakar fosil yang kian tinggi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu permukaan Bumi dan air laut secara signifikan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. 6
DAUR ULANG AIR BUANGAN
Upaya konservasi lingkungan bukan hal yang mengawang-awang atau sesuatu yang mustahil. Pabrik atau kantor di negara maju, seperti Jepang, membuktikan upaya konservasi lingkungan dapat dilakukan dan tidak bertentangan dengan usaha memburu profit. Bangsa Indonesia pun tentu juga bisa menjadi bangsa yang sangat serius dalam urusan konservasi lingkungan. Namun, tujuan besar itu tentu harus diawali dengan keseriusan menjalankan upaya konservasi lingkungan yang paling sederhana terlebih dahulu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. 35
MINAMATA : SEJARAH KELAM JEPANG
Jepang memiliki sejarah kelam dalam urusan lingkungan hidup. Negara ini pernah mengalami sedikitnya empat kasus pencemaran lingkungan hidup berat. Kasus pertama sangat terkenal, yakni tragedi Minamata. Kasus pencemaran Minamata pertama kali ditemukan pada tahun 1956 di kota Minamata, di Kumamoto Perfecture, Pulau Kyushu. Penyakit Minamata ditemukan pada penduduk kota Minamata dengan gejala gangguan saraf……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. 35
LUMPUR SEMBURKAN ZAT BERACUN
Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo menghentikan proses memasukkan bola beton karena asap di pusat semburan lumpur mengandung zat beracun H2S kemarin. Di sekitar pusat semburan, kadar zat ini mencapai 16……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. A9
RELOKASI PORONG SELESAI 2008
Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mentargetkan relokasi Kota Porong ke Kecamatan Krembung dan Prambon bisa selesai pada 2008. Relokasi ke dua kecamatan ini mengikuti perpindahan jalan raya, jalan tol pengganti jalan tol Surabaya-Gempol, dan jalur kereta api. Target pembangunan fasilitas transportasi ini juga pada 2008……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. A9
LUMPUR LAPINDO MENJELANG 8 MARET
Sembilan bulan berlalu, dan hingga kini masih belum jelas ujung derita yang timbul akibat dahsyatnya semburan lumpur di ladang pengeboran Lapindo Brantas Inc. Aneka upaya yang diambil pun sejauh ini tampaknya belum memenuhi harapan. Di tengah itu semua, masa tugas Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2006 akan selesai pada 8 Maret mendatang……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. A10
DINILAI HITAM, PERUSAHAAN TAMBANG HARUS DITUTUP
Perusahaan pertambangan yang mendapatkan peringkat hitam dari tim Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Kementerian Lingkungan Hidup harus ditutup. Direktur Teknik Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Witoro S. mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan keras kepada perusahaan yang mendapat penilaian hitam……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. B2
SEBANYAK 120 ORANG TERJANGKIT LEPTOSPIROSIS
Menyusul banjir besar awal februari lalu, jumlah penderita leptospirosis meningkat dua kali lipat dibanding banjir lima tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga (27/2) pasien leptospirosis mencapai 120 orang. Sementara pada tahun 2002, penderita leptospirosis hanya 59 orang……BACA SELENGKAPNYA,REPUBLIKA, KAMIS 01 MARET 2007, HAL.6
JAKARTA TAK SERIUS SOAL BANTARGEBANG
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak serius mengelola tempat pembuangan sampah akhir Bantargebang. "Gubernur DKI tidak melaksanakan perjanjian yang disepakatinya dengan Wali Kota Bekasi," kata Ketua DPRD Rahmat Effendi di Bekasi kemarin. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian kerja sama antara kedua pemerintah, yang ditandatangani pada 3 Juli 2006. Salah satu butir perjanjian adalah soal lahan seluas 2,3 hektare di tengah Bantargebang yang akan dijadikan tempat pengelolaan sampah terpadu dan pembentukan Badan Usaha Bersama…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 1 MARET 2007, HAL. A16
INVESTOR MALAYSIA BANGUN PENGOLAHAN LIMBAH
BUMD milik Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana menggandeng investor asal malaysia, Pantai Medivest Sdn Bhd. Investor Rp 187 miliar digunakan untuk pembangunan pengolahan limbah medis.Dirut Jasa Sarana Rachmat Effendi di Jakarta, mengatakan, pengolah limbah tersebut direncanakan dibangun di Desa Cikampek Pusaka, Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang dengan luas lahan 2,6 hektare…… BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 01 MARET 2007, HAL.14
PERLU BADAN ORGANIK TANGANI LUMPUR SIDOARJO
Penanganan lumpur Sidoarjo yang bersifat ad hoc atau temporer harus dievaluasi, karena dinilai tidak menyelesaikan persoalan yang ada. Banyak pihak juga mempertanyakan keseriusan pemerintah menangani bencana tersebut. Sosiolog Universitas Airlangga (Unair), Prof Hotman Siahaan, mengatakan, penanganan bencana lumpur Lapindo, sudah waktunya dievaluasi. Dia menilai penanganan bencana itu, tidak bisa lagi bersifat ad hoc…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 28 FEBRUARI 2007, HAL. 2
DEMI PERBAIKAN LINGKUNGAN UMUMKAN PROPER
Pemerintah tidak boleh pilih kasih dalam menilai setiap perusahaan terkait penanganan masalah lingkungan hidup. Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) memiliki mekanisme penilaian yang disebut Program Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Saat ini hasil penilaian itu sangat ditunggu pengumumannya apakah masuk dalam kategori warna Emas, Hijau, Biru, dan Hitam…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 28 FEBRUARI 2007, HAL. 5
PEMBUATAN TANGGUL LUMPUR BARU LAPINDO DIKEBUT
Pembuatan tanggul lumpur Lapindo permanen yang baru di tengah sawah Dusun Risen, Kecamatan Glagah Arum, Sidoarjo, yang berbatasan dengan Dusun polo Gunting guna mengantisipasi luberan air dan lumpur masuk area persawahan kini terus dikebut. Abdul Kholik, pemilik sawah asal RT 19 RW 04 warga Deasa Glagah Arum, Kecamatan Porong, mengatakan tanggul itu rencananya di bangun setinggi dua meter dan lebar dua meter sepanjang 1.000 meter….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 01 MARET 2007, HAL.19
SARWONO : BANGUN TEMBOK DI PINGGIR KALI
Untuk meminimalisasi bencana banjir, seperti yang terjadi awal Februari lalu, pemerintah harus menormalisasi kali atau sungai dengan membuat tembok di sekitarnya, serta mengangkat lumpur dan tanah yang ada di dalamnya. Hal itu diungkapkan anggota DPD dari DKI Jakarta Sarwono Kusumaatmadja saat meninjau lokasi paska banjir di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 28 FEBRUARI 2007, HAL.11
PENGUSUTAN DIARAHKAN KE PENGUSAHA

Pengusaha terhadap penyelundupan pasir darat asal Kepulauan Riau (Kepri), Riau, akan diarahkan ke pengusaha pasir yang diduga terlibat. "Dibalik aktifitas ekspor pasir selama ini, para pengusaha sebagai pihak yang paling bertanggung jawab,"kata Komandan Gugus Keamanan Laut Armanda Barat TNI-Al Laksamana pertama Denny Novendy……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 01 MARET 2007, HAL.12

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH