KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GENANGAN MAKIN TINGGI: BPK MINTA UNIBRAW AUDIT KERUGIAN AKIBAT LUMPUR PANAS
Genangan lumpur panas di Jalan Raya Porong dan rel kereta api di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, semakin tinggi. Padahal, Jalan Raya Porong merupakan jalur transportasi utama. Luberan lumpur yang menggenangi rel kereta api dan Jalan Raya Porong itu sendiri terjadi karena tanggul cincin di sekitar pusat semburan, serta tanggul di kolam penampungan lumpur, jebol. Upaya perbaikan hingga Minggu petang belum berhasil karena tanggul berupa tumpukan tanah itu licin setelah diguyur hujan, dan tak bisa dilalui truk pengangkut tanah dan batu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 15
PARAH ABRASI PANTAI DI TERNATE
Abrasi di sepanjang pantai utara Ternate, Maluku Utara, semakin mengkhawatirkan karena mengancam rumah-rumah penduduk. Beberapa rumah bahkan rusak karena fondasinya longsor dihantam ombak. Berkait dengan itu, masyarakat berharap pemerintah segera membangun pemecah gelombang untuk menghentikan abrasi pantai……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 23
DAMPAK GEMPA: TEBING KAPUR DI PANTAI BARON LONGSOR
Tebing kapur di daerah Blondoran, Tanjung Parangracuk, atau sekitar 1 kilometer arah barat Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta, longsor, Minggu (1/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Tebing yang longsor mencapai ketebalan sekitar 5 meter, panjang 15 meter, dan tinggi 30 meter. Tebing itu diperkirakan telah retak akibat gempa bumi yang melanda Yogyakarta, 27 Mei 2006……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 23
LUBERAN LUMPUR LAPINDO TAK TERKENDALI
Luberan lumpur panas Lapindo Brantas Inc. hingga kemarin makin meluas dan tak terkendali. Hingga kemarin, luberan lumpur panas itu masih terus mengalir dan menenggelamkan rel kereta api jurusan Surabaya-Malang dan Banyuwangi serta Jalan Raya Porong. Bahkan luberan lumpur yang menggenangi rel kereta itu makin memanjang……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMP, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. A8
BOGOR BELUM TERTIBKAN PUNCAK
Sebanyak 600 bangunan di kawasan Puncak, Cisarua, bakal ditertibkan Pemerintah Kabupaten Bogor. Penertiban dilaksanakan lantaran permukiman dan penginapan itu berdiri di atas tanah milik negara dan tak punya izin mendirikan bangunan. "Sesuai dengan komitmen, kami akan menertibkan kawasan Puncak," kata Wakil Bupati Bogor H. Albert Pribadi di Bogor kemarin………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMP, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. A16
BANK DUNIA DUKUNG MORATORIUM LOGGING GUBERNUR NAD
Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik James W Adam mendukung komitmen Gubernur Nangro Aceh Darussalam Irwandi Yusuf untuk melakukan moratorium logging (penghentian penebangan hutan) di Aceh. Moratorium logging yang diwacanakan Gubernur Aceh berupa penghentian penebangan hutan baik yang legal maupun ilegal…..BACA SELENGKAPNYA, REPULBIKA, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 19
DKP TETAP TOLAK EKSPOR PASIR LAUT KE SINGAPURA
Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi menegaskan, pihaknya tetap menolak ekspor pasir laut ke Singapura yang dikeruk dari pulau-pulau di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Ekspor pasir dari kedua provinsi itu menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 30 MARET 2007, HAL. 8
PERUSAHAAN TIDAK LAKUKAN REKLAMASI
Mayoritas perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak menjalankan kewajiban mereklamasi lahan tambang. Sejauh ini kegiatan mereklamasi tambang baru seluas 3.628 hektare dari ratusan ribu ha areal pertambangan yang dikerjakan…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 5
900 JIWA MINTA DIRELOKASI TIGA KABUPATEN/ KOTA TERENDAM
Sebanyak 213 keluarga lagi atau sekitar 900 jiwa di Dusun Tonosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, minta direlokasi karena air laut pasang (rob) hingga setinggi 1,5 meter……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 5
SUNGAI BANJARMASIN TIDAK BERFUNGSI

Sebagian besar sungai-sungai besar dan kecil yang melintasi kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini sudah tidak berfungsi lagi. Dari 71 sungai besar dan kecil, kini hanya sejumlah sungai besar yang masih berfungsi baik. Tidak berfungsinya sungai-sungai itu terjadi lantaran pendangkalan dan kegiatan pembangunan dengan menutup sungai…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 2 APRIL 2007, HAL. 20

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH