KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GEMPA DI SELAT SUNDA 6.2 SR6.2
Hanya berselang dua hari dari gempa tektonik dan tsunami yang memporakporandakan kawasan Pangandaran dan sejumlah kawasan pantai Jawa bagian selatan, Senin (17/7), Rabu (19/7) pukul 17.57 kawasan Banten di pantai barat Jawa juga terguncang gempa berskala menengah 6,2 skala Richter. Lokasi pusat gempa berada pada titik 6,54 Lintang Selatan, dan 105,2 Bujur Timur, dengan episentrum berada di selatan Ujungkulon atau Pulau Panaitan di Selat Sunda…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: RIBUAN WARGA PANIK, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 2
TANAMAN BAKAU BISA MENAHAN TSUNAMI
Penanaman bakau di kawasan pesisir pantai harus segera dilakukan sebab selain dapat mencegah abrasi, bakau juga mampu menahan gelombang pasang air laut (tsunami), sehingga memperkecil risiko yang dihadapi masyarakat yang terkena gempa. Mneurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Statistik Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Aji Sularso kenyataan di berbagai daerah menunjukkan hutan bakau mampu menahan gelombang laut (tsunami).Pada tahun 1982, luas hutan bakau mencapai 5,21 juta hektar. Akan tetapi, pada tahun 1987 hanya tersisa 3,24 juta hektar, lalu tahun 1993 menyisakan 2,5 juta hektar, dan pada tahun 2005 berkurang lagi tinggal menjadi sekitar 1,5 juta hektar…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 3
ASAP MENYELIMUTI WILAYAH KABUPATEN ROKAN HILIR
Dalam tiga minggu terakhir, asap menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau, akibat pembakaran lahan. Hingga Rabu (19/7) tercatat 48 titik api tersebar di 12 kecamatan dan kemungkinan bertambah. Menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Rokan Hilir Nahrowi sebaran titik api tak menentu dan semakin meluas. Luas satu titik api sekitar lima kilometer persegi…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 24
IMPLEMENTASI PERDA 2/2005 BELUM MAKSIMAL
Hingga bulan keenam penerapannya, pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara di Jakarta masih setengah hati. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pengaduan yang masuk ke posko pengaduan pelaksanaan perda tersebut. Sejak posko dibuka pada April-Juni 2006, tercatat lebih kurang 200 kasus pengaduan yang disampaikan melalui telepon dan pesan singkat…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 27
GEMPA DAN TSUNAMI HANCURKAN PENANGKARAN PENYU
Gempa dan tsunami di Pantai Selatan Jawa pada Senin sore lalu, telah menghancurkan penangkaran penyu di Batu Hiu, Parigi, sekitar 12 kilometer sebelah Barat Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Semua kolam penetasan dan pembesaran penyu di tempat itu yang berjumlah lima buah, Rabu (19/7) tampak rusak berat hingga praktis tidak dapat digunakan lagi.Sebagian besar dari sekitar 16.000 batang pohon pandan di Pantai Batu Hiu juga turut rusak. Padahal, pohon pandan itu menjadi salah satu sebab induk penyu mau bertelur……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 3
AKAN DIBANGUN SISTEM PERINGATAN DINI
Pemerintah berjanji membangun sistem peringatan dini atau early warning system nasional di semua pantai yang rawan gempa dan tsunami di Indonesia. Sistem itu diharapkan bisa mengantisipasi bencana secara lebih dini, sekaligus meminimalkan jatuhnya korban akibat bencana. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie early warning system nasional itu akan dibangun di pantai yang rawan gempa dan tsunami mulai dari pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, Sulawesi, hingga Papua…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 15
KORBAN TEWAS MENCAPAI 453 ORANG
Hingga pukul 11.00 WIB Rabu (19/7), jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di pantai selatan Pulau Jawa meningkat menjadi 453 orang dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Tsunami di Pangandaran, Rabu siang, jumlah korban tewas di Kabupaten Ciamis sebanyak 241 orang, di Kabupaten Tasikmalaya 56, dan di Kabupaten Garut seorang. Daerah terparah diterjang tsunami ini di Jawa Barat adalah Kecamatan Pangandaran…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 19 JULI 2006, HAL. 1
ASAP ANCAM KALTENG : DITEMUKAN 140 TITIK API
Kabut asap kebakaran lahan, semak belukar dan hutan kini mulai mengancam Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Ancaman itu bersamaan dengan musim kemarau yang melahirkan 140 titik api. Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Ir Yohanes Sudarto kabut asap mulai ancam Kalteng. Hal itu sehubungan dengan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa lokasi….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 19 JULI 2006, HAL. 4
GEDUNG BERTINGKAT PENGGUNA AIR TANAH TERBESAR DI JAKARTA
Sekitar 83 persen penggunaan air tanah di Jakarta adalah gedung-gedung bertingkat, seperti apartemen, hotel, dan pusat perbelanjaan. Sedangkan rumah tangga hanya 17 persen. Menurut Kepala Dinas Pertambangan DKI, Peni Susanti, banyaknya penggunaan air tanah oleh gedung-gedung bertingkat itu, dapat memperparah penurunan permukaan air tanah di Jakarta pada musim kemarau……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 19 JULI 2006, HAL. 12
TSUNAMI BESAR MENGINTI JAWA
Perairan selatan Jawa memiliki wilayah "tidur" yang sewaktu-waktu bisa memunculkan gempa besar mirip kondisi barat Sumatera sebelum tsunami Aceh. Tapi, kata Dr Danny Hilman Natawijaya, Ketua Tim Peneliti Gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, para ahli belum bisa menentukan kapan terjadinya. "Bisa satu tahun, dua tahun, atau ratusan tahun lagi," katanya….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. A24
JAKARTA PANIK, DI ANYER AIR LAUT MASUK PERUMAHAN

Belum hilang trauma warga pesisir selatan Jawa akibat hantaman gempa dan tsunami tiga hari lalu, kepanikan
kini melanda warga Jakarta. Kemarin, warga Ibu Kota berhamburan keluar dari gedung, kantor, dan rumah mereka setelah terjadi getaran gempa berkekuatan 6,2 skala Richter. Gempa itu tergolong singkat hanya sekitar satu menit. Menurut Pusat Gempa Nasional pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa ada di Selat Sunda–192 kilometer ke barat daya dari Jakarta–dengan kedalaman 48 kilometer, Hendara Rachman petugas pemantau, gempa menyebut gempa itu bukanlah susulan dari gempa Senin lalu. "Ini gempa utama, bukan susulan," katanya….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: GEMPA GUNCANG JAKARTA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 1

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH