KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

NEGARA MISKIN MAKIN MENDERITA : LAPORAN PERUBAHAN IKLIM DISETUJUI
Panel antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (IPCC) dalam laporannya yang disepakati hari Jumat (6/4) di Brussels, menyebutkan, kerusakan terhadap sistem cuaca di muka bumi akibat gas rumah kaca akan mengubah pola curah hujan, meningkatkan kekuatan badai, dan juga meningkatkan risiko kekeringan, banjir, serta kelangkaan pasokan air minum. Perubahan ini bisa menimbulkan bencana yang dahsyat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 7 APRIL 2007, HAL. 10
BUDAYA MELAYU PETALANGAN DI PELALAWAN TERANCAM MUSNAH
Budaya masyarakat Melayu Petalangan terancam punah menyusul habisnya hutan ulayat salah satu suku asli di Riau ini. Mereka yang hidup di Kabupaten Pelalawan ini sangat bergantung pada hutan, termasuk untuk melestarikan budayanya. Budaya yang hidup dari ketergantungan masyarakat Melayu Petalangan pada alam antara lain budaya basolang (gotong royong), menumbai (pantun-pantun yang mengiringi prosesi pengambilan madu hutan), dan jojo mone…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 7 APRIL 2007, HAL. 24
PIPA GAS TERENDAM LUMPUR : TANGGUL UTAMA YANG JEBOL BELUM DAPAT DITUTUP
Pipa gas Pertamina di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terendam lumpur panas sejak Minggu (8/4). Padahal, pipa itu baru dioperasikan dua minggu dengan biaya pembangun- an Rp 50 miliar. Pipa terendam sepanjang 100 meter dari keseluruhan panjang dua kilometer. Hingga kemarin, tanggul utama berbentuk cincin yang jebol di sekitar pusat semburan belum dapat ditutup. Upaya penutupan tanggul masih berupa pembuatan akses jalan mendekati lokasi jebol, dengan lebar sekitar delapan meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 15
PENGUSAHA BATU BARA MINTA 22.000 HEKTAR HTI DICABUT
Para pengusaha tambang batu bara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, meminta status hutan tanaman industri di lahan seluas 22.000 hektar dicabut. Kawasan tersebut berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Hulu Sungai Selatan Udi Prasetyo, Minggu (8/4), mengatakan, permintaan itu disampaikan kepada DPRD kabupaten. Mereka juga meminta diberi izin pinjam pakai kawasan itu agar dapat menambang…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 23
EMPAT DESA SULIT MENDAPAT GANTI RUGI
Juru Bicara Timnas penanggulangan Semburan Lumpur Sidoarjo Rudi Novrianto menyatakan, empat desa yakni desa Mindi Kecamatan porong, desa Kedungcangkring, dan Desa Besuki Kecamatan Jabon akan sulit mendapatkan ganti rugi Cash and carry. Alasannya mereka selama ini tidak terkena lumpur secara langsung……)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 12
PULUHAN RUMAH WARGA RUSAK
Angin kencang selama sekitar 20 menit, Minggu (8/4) pukul 14.00, menerjang sedikitnya dua dusun di Kecamatan Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi puluhan rumah warga rusak serta pohon dan papan reklame tumbang. Angin menumbangkan sejumlah pohon dan mengakibatkan putusnya kabel listrik dan kabel telepon serta merobohkan papan reklame di beberapa lokasi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 24
SAMPAH MERUSAK KEPUAUAN SERIBU
Pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu terhambat oleh banyaknya sampah dari Jakarta yang hanyut sampai ke kawasan itu. Kiriman sampah dari sungai-sungai Jakarta yang mencapai 300 meter kubik setiap hari dikhawatirkan telah mematikan banyak biota laut dan merusak terumbu karang…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 8 APRIL 2007, HAL. 4
BENGKULU DAN ACEH DIGUNCANG GEMPA
Bencana alam terus menebar ancaman. Dalam dua hari terakhir, dua wilayah yakni Bengkulu dan Aceh kembali diguncang gempa bumi, masing-masing dengan kekuatan 4,7 dan 5,3 skala Richter (SR) Di Bengkulu, gempa mengguncang kawasan itu Ahad (8/4), sekitar pukul 07.10 WIB. Koordinator Badan Meterologi dan Geofisika Bengkulu, Adjat Sudrajat, mengatakan, gempa tersebut terjadi pada episentrum 14.62 Lintang Selatan (LS) dan 88.14 Bujur Timur (BT)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 19
PENUTUPAN TANGGUL JEBOL BELUM MAKSIMAL
Tanggul cincin utama di pusat semburan yang jebol hingga kini masih belum ditutup. Akibatnya, lumpur terus mengalir ke arah barat dan utara. Tanggul sektor 43 dan 44 itu jebol selebar sekitar 8 meter. Lumpur yang mengalir deras juga menyebabkan tanggul di sektor 11 jebol selebar sekitar tiga meter. Akibatnya, lumpur meluber hingga rel kereta api dan Jalan Raya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 8 APRIL 2007, HAL. 2
KELINCI SUMATRA LANGKA DITEMUKAN
Kelinci sumatra sangat langka terekam kamera trap di daerah Danau Ranau, perbatasan Provinsi Sumatra Selatan dan Lampung. Dengan terekamnya foto kelinci itu akan menambah Khazanah spesies langka bagi Indonesia. Selama ini, kelinci yang menyerupai marmut dengan tubuh bergaris, baru disaksikan empat kali sejak 1972 hingga sekarang…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 19
ORANG ASING BANYAK KUASAI PULAU DI NIAS
Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perwakilan Nias William P. Sabandar menyatakan pulau-pulau terluar di sekitar Nias, Sumatera Utara, banyak dikuasai oleh orang asing. Bahkan beberapa di antaranya, seperti pulau-pulau kecil di Kepulauan Batu dan Ina

co, dibeli warga asing…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. A8

WARGA KUBU TEBANG SAWIT PT INDO KEBUN
Ratusan warga suku Kubu di Desa Sialang Puguk, Muarabulian, Batanghari, Jambi, menebangi 50 pohon kelapa sawit milik PT Indo Kebun Unggul sebagai ungkapan kekesalan. Mereka menuntut perusahaan sawit ini memenuhi hak mereka yang dijanjikan bagian 70 persen dari kemitraan yang disepakati pada 1995…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. A8
BANTAR GEBANG PENGELOLA MASIH MENGAMBANG
DPRD Kota bekasi menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Kurang Proaktif menangani persoalan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Padahal masa perjanjian kontrak kerja sama dengan pihak pengelola berakhir Juli 2007. Hingga saat ini badan usaha bersama (BUB) Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta yang akan menangani persoalan sampah belum dibentuk……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 19
WARGA DI BANTARAN SUNGAI TERANCAM CUACA BURUK
Warga di sejumlah bantaran sungai di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) harus mewaspadai cuaca buruk yang belakangan selalu datang menjelang malam…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 19
KAWASAN BAKAU ITU PUN JADI HUTAN SAMPAH
Bali terkenal dengan wisata budaya dan baharinya, namun di provinsi ini terdapat taman hutan raya (tahura) menarik, yakni hutan bakau (mangrove) seluas 1.373 hektare. Hutan yang dibuat atas kerja sama dengan Pemerintah Jepang itu terdapat di Kecamatan Denpasar Selatan, dan Kecamatan Kuta (Kabupaten Badung).Namun sangat disayangkan, hutan yang menjadi aset bangsa dan dunia itu, kini dipenuhi oleh sampah. Menurut Sasmitohadi, hampir setiap hari pihaknya mengangkut tiga hingga empat truk sampah dari hutan tersebut…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 7 APRIL 2007, HAL. 5
KONVERSI LAHAN SAWAH BESAR-BESARAN DISEBABKAN EGO SEKTORAL
Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengakui pemerintah sulit menahan laju konversi lahan persawahan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya. Selain itu, kecilnya pendapatan petani padi menjadi pendorong pelepasan lahan persawahan ke pihak lain untuk kebutuhan nonpadi. Laju konversi lahan persawahan sekitar 110.000 hektare per tahun…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 7 APRIL 2007, HAL.6
PEMANASAN GLOBAL PUNAHKAN Spesies

Pemanasan global di Indonesia telah memicu Kenaikan suhu 0,2-1 derajat celcius selama 34 tahun terakhir. Hal itu berdampak pada meningkatnya Kelaparan, Kemiskinan, dan Punahnya 30% spesies tumbuhan dan hewan. Laporan berjudul perubahan IKlim 2007: Dampak perubahan IKlim, Adaptasi dan Risikonya menyebutkan, sedikitnya 20%-30% spesies tumbuhan dan hewan akan punah jika temperatur global naik 1,5-2,5 derajat celcius. saat ini kenaikan temperatur di berbagai wilayah dunia cukup bervariasi, mulai 0,2 hingga 3,5 derajat celcius. kenaikan temperatur tertinggi terjadi di benua Afrika dan Eropa…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 APRIL 2007, HAL. 19

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim" KLH