KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HUJAN, PONTIANAK TERBEBAS DARI ASAP
Setelah hujan turun empat hari berturut-turut, Pontianak, Kamis (20/7), terbebas dari kabut asap. Pekan lalu kabut asap mengurung kota tersebut dan selama itu pula Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kalbar tidak mendeteksi titik api karena awan menutup pantauan kerja satelit. Menurut Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalbar Tri Budiarto untuk sementara ini, Kalbar belum terindikasi mengekspor kabut asap ke Malaysia. Bila Malaysia dan Singapura terkepung kabut asap, Tri menduga hal itu merupakan kiriman dari Filipina, Vietnam, Thailand, atau berasal dari Malaysia sendiri……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 23

RUU TATA RUANG : ABAIKAN RI SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN

Rancangan Undang-Undang atau RUU Penataan Ruang yang kini dibahas DPR bersama Departemen Pekerjaan Umum dinilai mengutamakan Indonesia sebagai negara daratan, padahal RI negara kepulauan. DPR perlu lebih banyak mencari masukan agar identitas sebagai negara kepulauan tak hilang dalam RUU tersebut. Menurut Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Widi A Pratikto, pihaknya berharap panitia khusus DPR yang membahas RUU membuka cakrawala dan memosisikan Indonesia negara kepulauan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 23

PENCEMARAN: WALIKOTA JAMBI TUTUP LIMA INDUSTRI KARET
Wali Kota Jambi memerintah pimpinan seluruh (lima) industri karet (crumb rubber) ditutup sementara atau menghentikan proses produksi industri mulai tanggal 20 Juli sampai 17 Agustus 2006. Lima perusahaan dimaksud adalah PT Hok Tong, PT Batanghari Tembesi, PT Angkasa Raya, PT Remco, dan PT Jambi Waras.Dalam surat yang ditandatangani Wakil Wali Kota Jambi Turimin itu dijelaskan, penutupan sementara dimaksudkan untuk memberi kesempatan penelitian yang lebih mendalam terhadap kualitas air Sungai Batanghari….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 22
ASAP MADE IN INDONESIA
Sekitar 11 minggu setelah instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Menteri Kehutanan MS Kaban, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, dan semua gubernur di Sumatera dan Kalimantan (Hari Bumi, 22/4/2006), Malaysia dan Thailand mulai mengeluh. Keganasan perilaku manusia terhadap hutan dan lahan gambut memuncak sejak musim kemarau (Juni-Agustus) 1996 kala beberapa kawasan dalam republik ini mengekspor asap ke negara tetangga…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 6
KERUGIAN PEMBALAKAN LIAR
Aksi pembalakan liar yang berlangsung secara berkesinambungan menyebabkan negara mengalami ekonomis sebesar Rp 532 triliun per tahun. Nilai tersebut tak hanya mencakup nilai kerugian hilangnya kayu dan kerusakan lahan hutan sebesar Rp 30 triliun per tahun, juga nilai akibat menurunnya fungsi hutan sebagai penyerap air dan penyeimbang ekosistem…………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 2
ABAIKAN PERINGATAN DINI PEMERINTAH LANGGAR HUKUM
Pemerintah bukan hanya tidak serius menangani permasalahan bencana di Indonesia mulai dari upaya menghindari bencana hingga penanganan korban, namun juga telah melanggar hukum dengan membiarkan peringatan akan munculnya gelombang tsunami sehingga menelan korban yang lebih besar, kata Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Chalid Muhammad. Menurut Chalid seperti gempa dan tsunami yang menerjang selatan Pulau Jawa, pemerintah sebenarnya sudah mendapatkan informasi dini akan ada tsunami yang mengiringi gempa…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI KACAU, KORAN TEMPO JUMAT 21 JULI 2006 HAL. 1
JAKARTA HARUS WASPADA
Gempa tektonik berkekuatan 6,2 skala Richter yang terjadi di Selat Sunda, Rabu (19/7) sekitar pukul 17.57 WIB, dikhawatirkan akan semakin menambah tekanan pada patahan Cimandiri, Jawa Barat (Jabar). Untuk itu, Jakarta harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa dari sumber patahan Cimandiri yang bisa membawa dampak lebih besar……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 12
100 TITIK API DITEMUKAN DI SUMATERA
Sebanyak 100 titik api ditemukan di wilayah Pulau Sumatera. Titik api tersebut terdapat di Provinsi Riau yakni di Kabupaten Pelalawan sebanyak tiga titik, Rokan Hulu 12 titik, Rokan Hilir 70 titik dan Siak lima titik. Sedangkan di Kabupaten Labuan Batu, Sumatera Utara, sebanyak 10 titik……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. A7
EMPAT JUTA HEKTARE HUTAN DI KALIMANTAN TENGAH RUSAK PARAH
Sedikitnya empat juta hektare kawasan hutan di Kalimantan Tengah mengalami kerusakan yang sangat parah. Menurut Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Sri Sayuto kerusakan hutan itu merupakan beban yang sangat berat dalam merehabilitasi karena membutuhkan pendanaan yang besar………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 20 JULI 2006, HAL. 4
HUTAN BAKAU DITEBANG UNTUK ARANG
Tanaman baku di sekitar perairan Provinsi Kepulauan Riau terancam punah karena ditebang secara sembarangan untuk dijadikan arang. Arang tersebut diekspor ke Singapura dan Jepang…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. A8
GEMPA DAHSYAT MASIH AKAN TERJADI HINGGA 30 TAHUN MENDATANG
Gempa yang berpusat di pantai selatan diperkirakan akan terus terjadi hingga 30 tahun ke depan. Menurut pakar geodesi dari Bakosurtanal Cecep Subarya sumber petaka gempa di pantai selatan Jawa diakibatkan terkunci matinya area tubrukan dua lempengan Indo-Australia dan Eurasia…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 1
TATA RUANG PERLU ATUR DAERAH PESISIR<
/strong>
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Widi Agoes Pratikto menilai diperlukan revisi Undang-undang penataan ruang untuk mengatur permukiman penduduk di daerah pesisir…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. A20
REKONSTRUKSI ACEH SALAHI TATA RUANG
Proses rekosntruksi kawasam permukiman yang hancur akibat tsunamni di Aceh mulai dipertanyak. Menteri Perumahan Rahyat Mohammad Yusuf Asyari menilai rekonstruksi itu tak sesuai dengan tata ruang sehingga dikhawatirkan menimbulkan pekerjaan baru di kemudian hari……………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. 5
POPULASI IKAN SPESIFIK DANAU KERINCI MENGECIL
Warga Kabupaten Kerinci mulai jarang menemukan beberapa jenis ikan yang biasa hidup di Danau Kerinci. Keberadaan jenis ikan spesifik, seperti medik, barau dan semah, sudah sulit ditemui…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. C5
PENYITAAN ORANG UTAN DI VIETNAM

Pejabat Departemen Perlindungan Kehutanan Vietnam menyita dua ekor orang utan dari Hotel Tanh Canh, dekat kota Ho Chi Minh, Vietnam Selatan. Dua otang utan itu diselundupkan ke negara tersebut pada tujuh dan 12 bulan lalu. Kedua orang utan asal Kalimantan itu dipelihara dan diperuntukan buat aksi bagi para turis…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 21 JULI 2006, HAL. C5

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH