KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMIMPIN NEGARA HARUS MILIKI KOMITMEN SELAMATKAN LINGKUNGAN
Para pemimpin negara harus memiliki kemauan politik dan komitmen yang tinggi Untuk pemulihan lingkungan. Sebab, perusakan lingkungan kini kian mengkhawatirkan. "Kita membutuhkan perubahan besar guna memperbaiki lingkungan. Hal ini membutuhkan kerja sama yang erat antarbangsa," kata Under -Secretary- General and Executive United Nations Environment Programme (UNEP) Achim Steiner, dalam acara "Champions of the Earth", seperti dilaporkan wartawan Pembaruan Willy Masaharu dari Singapura, Rabu (18/4). Achim mengatakan, dunia kini membutuhkan orang- orang yang memiliki visi yang kuat terhadap lingkungan hidup. Achim mengumumkan, UNEP memberikan penghargaan "Champion of the Earth" kepada mereka yang gigih memperjuangkan keberlangsungan lingkungan. Mereka dinilai memiliki agenda setting dan menginspirasi banyak orang untuk lebih memperhatikan lingkungan dan melindungi kehidupan di bumi. "Mereka adalah orang- orang bervisi yang mampu mempengaruhi pemerintah, pengambil kebijakan, dunia bisnis, dan komunitas global untuk melindungi bumi. Masa depan kehidupan membutuhkan figur-figur seperti itu," katanya….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 APRIL 2007, HAL. 11
JANGAN LAGI GUNAKAN BAHAN PERUSAK OZON
Kerusakan lapisan ozon global kian mengkhawatirkan dan hanya bisa dipulihkan dengan tidak menggunakan bahan kimia aktif perusak ozon. Karena itu, pemikiran masyarakat harus diubah dari kebiasaan agar jangan lagi menggunakan bahan perusak ozon tersebut. Penerapan ketat dari Protokol Montreal, yang salah satunya adalah pengetatan penggunaan bahan-bahan perusak ozon, kondisi ozon bisa dipulihkan. Meskipun demikian, masyarakat harus mengubah mindset (pemikirannya) untuk tidak lagi menggunakan bahan-bahan aktif kimia perusak ozon. Misalnya, freon/chlorofluorocarbon (CFC). "Kondisi ozon memang sudah mengkhawatirkan. Namun, pada pertengahan abad ini, kondisi lapisan ozon kemungkinan akan kembali seperti tahun 1960-an dengan catatan pengetatan dan pengendalian penggunaan bahan perusak ozon tetap terkontrol," kata peneliti sains kimia pada National Oceanic and Atmospheric Administration / Badan Kelautan dan Atmosfer (NOAA) Amerika Serikat Dr David Fahey, dalam perbincangan dengan Pembaruan, di sela-sela acara Regional Media Workshop in Ozone and Climate Change Lingkages, di Singapura, Selasa (17/4)……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 APRIL 2007, HAL.11
GEBER MINTA TIM NASIONAL PENANGGULANGAN LUMPUR DIAUDIT
Gerakan Bersama Rakyat (Geber) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menuntut dilakukannya audit terhadap Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo (Timnas), karena di samping tidak berhasil menanggulangi semburan, dana yang dihabiskan cukup besar sekitar Rp 1,4 triliun. Juru Bicara Geber, Alexander Haris, seusai melakukan aksi unjuk rasa bersama 50 orang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Sidoarjo, Rabu (18/4) mengatakan, Timnas tidak berhasil menghentikan semburan, bahkan luberan lumpur bergerak ke semua arah. Terakhir malah menggenangi rel kereta api (KA) serta Jalan Raya Porong. Kegagalan Timnas juga terjadi pada pemasukan bola-bola beton ke pusat semburan, pembuatan gorong-gorong, spillway, dinilai tidak efektif dan pertanggungjawabannya sulit dilakukan. Di samping itu masyarakat korban lumpur, juga belum mendapat ganti rugi yang sesuai. Aksi warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera terus dilakukan, bahkan dilaksanakan di Jakarta. Jika Timnas berhasil, tidak sampai warga terus melakukan demo, katanya….. BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 19 APRIL 2007, HAL.12
LUMPUR LAPINDO: PENGUNGSI DIMINTA PINDAH AKHIR BULAN
Sebanyak 3.309 warga korban lumpur panas Lapindo yang mengungsi di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), sejak tiga bulan lalu, diminta pindah kerumah kontrakan paling lambat akhir bulan ini. "Pasar akan dipergunakan pedagang sebab sudah banyak yang minta pindah dari pasar lama. Karena itu kita harapkan akhir April pengungsi sudah meninggalkan pasar," kata petugas satuan Koordinasi Pelaksana (Satlak) Kabupaten Sidoarjo Bino Mariano, kemarin. Selain akan dipakai pedagang, Pasar Baru Porong hanya untuk penampungan sementara. Jadi tidak mungkin harus bertahan terus-menerus di lokasi itu. Namun, satlak tetap bisa tetap menoleransi bila masih ada yang bertahan dengan catatan hanya beberapa hari. Sebab, sesuai ketentuan setelah menerima uang kontrakan, satu minggu harus keluar dari Pasar Baru Porong……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 20 APRIL 2007, HAL. 7
KORBAN LUMPUR LAPINDO TERANCAM GILA MASSAL
Sejumlah dokter ahli jiwa memprediksi warga korban lumpur Lapindo terancam menderita penyakit gila secara massal. Potensi itu saat ini pun sudah mulai bermunculan. Di antaranya banyak warga yang mengalami gejala gangguan kejiwaan saraf ringan, misalnya mudah marah, gelisah, sulit tidur, dan saling curiga dengan sesama. Bila potensi itu tak segera diatasi, maka yang terjadi warga korban lumpur akan menderita stres secara massal. Tingkatan stres itu akan berkembang meningkat menjadi gila massal………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 20 APRIL 2007, HAL. 19
BANJIR RENDAM 88 DESA
Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Sejak Ahad lalu sampai kini merendam 88 desa dan menenggelamkan 3.922 rumah. "Ini banjir paling parah," kata sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Hulu Sungai Utara Fathurrahman di Amuntai kemarin. Selain merendam ribuan rumah, banjir merendam ratusan kilometer jalan kabupaten. Akibanya, transportasi darat nyaris lumpuh, kecuali dengan menggunakan perahu…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 20 APRIL 2007, HAL.A9