KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BENGAWAN SOLO: KERUSAKAN TERJADI MULAI DARI HULU
Untuk kali pertama sejak tahun 1993, Bengawan Solo meluap dan menyebabkan banjir di Sragen, Ngawi, Cepu di Jawa Tengah dan Bojonegoro di Jawa Timur. Jumat dan Sabtu lalu ribuan rumah di sepanjang aliran sungai ini tergenang. Menurut seorang warga Sarjimin mengaku tidak kaget dengan luapan Bengawan Solo. Sebagai orang yang sejak lahir tinggal di pinggir aliran sungai yang legendaris itu, ia tahu persis makin tingginya potensi banjir di Bengawan Solo. Menurut Sarjiman bagaimana tidak banjir. Hutan saja habis dan semuanya ditebangi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 1 BERITA TERKAIT: TERENDAM BANJIR 4 DESA MASIH TERISOLASI, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 12
BINTUNI MINTA MENGELOLA HUTAN
Bupati Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Alfons Manibui meminta pengelolaan hutan di tanah Papua diserahkan ke daerah. Kayu hutan adalah hak ulayat masyarakat adat sehingga seharusnya langsung kembali ke rakyat. Menurut Alfons Manibui hampir seluruh daerah Papua penghasil hutan, tetapi kewenangan pengelolaan pada pemerintah pusat dan provinsi. Ini menyebabkan kabupaten sulit mandiri dan sangat bergantung pada pusat…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 23
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK TINGKATKAN PENDAPATAN WARGA
Sampah plastik berupa gelas dan botol yang banyak tersebar di jalan dan mengapung di sungai ternyata mempunyai nilai yang lebih besar apabila diolah menjadi cacahan plastik. Untuk mewujudkan hal tersebut, Jakarta Development Watch (Jadewa), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang banyak menyoroti pembangunan di Jakarta, menyumbangkan sebuah mesin pencacah botol plastik kepada warga Kampung Tanjung Lengkong, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 25
PESISIR JAKARTA UTARA RUSAK BERAT
Kerusakan lahan dan vegetasi di daerah pesisir Jakarta Utara semakin parah. Hutan bakau yang tersisa di bagian barat Jakarta Utara menipis. Di beberapa tempat bahkan tampak gundul akibat gencarnya pembangunan pusat bisnis, hunian eksklusif, dan kegiatan pembangunan lain. Perairan laut di sekitar muara Banjir Kanal Timur (BKT) di Marunda dipenuhi bagan dan sero, atau kumpulan bambu yang ditancapkan di laut dan membentuk semacam rangka panggung, hingga menyulitkan perahu bergerak…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 27
SELAMATKAN TELUK JAKARTA
Kawasan Teluk Jakarta saat ini sudah diibaratkan telah menjadi TPA Bantar Gebang ilegal alias sebagai keranjang sampah terbesar di Jakarta. Tidak kurang hampir 14.000 meter kubik sampah masuk ke Teluk Jakarta dari 13 aliran sungai yang ada di Jakarta setiap harinya.Akibatnya, sejak tahun 2002 produksi perikanan dari nelayan di kawasan Kepulauan Seribu telah turun mencapai lebih dari 38 persen. Padahal, kawasan ini telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan kegiatan perikanan dan kawasan ekowisata……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 27
DEPOK DILANDA HUJAN DAN ANGIN KENCANG
Hujan deras disertai tiupan angin kencang melanda wilayah Kota Depok, kemarin. Sebuah menara setinggi 40 meter di Kantor Wali Kota Depok Jalan Margonda Raya, roboh. Menara yang berfungsi sebagai alat pemancar komunikasi itu jatuh di lahan parkir di samping Kantor Wali Kota dan hanya mengenai bak sampah………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 3. BERITA TERKAIT: BADAI TERJANG DEPOK, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 7
POLRI HARUS HADAPKAN MENTERI KEHUTANAN KE DEPAN HUKUM
Polri diminta harus menyelidiki dan menyidik Menteri Kehutanan (Menhut), MS Kaban, terkait keterlibatannya dalam kasus pembalakan liar (illegal logging) di Provinsi Riau. "Kalau ada bukti yang cukup dia bersalah dalam masalah illegal logging itu, Polri jangan ragu menetapkannya menjadi tersangka, bila perlu menahannya. Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, Asfinawati kalau Polri tidak menghadapkan Menhut ke depan hukum, selain menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum, terutama dalam kasus illegal logging, juga masyarakat akan semakin tidak percaya kepada Polri…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 APRIL 2007, HAL. 3
PENDUDUK RAWA TERISOLASI; SUNGAI LAA DI SULTENG KEMBALI MELUAP
Sejumlah permukiman penduduk di kawasan rawa di Kalimantan Selatan terisolasi akibat banjir. Pemerintah kesulitan mendistribusikan bantuan karena ketinggian air mencapai 2 meter……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 5
PERINGATAN HARI BUMI DIMOTORI MAHASISWA
Peringatan Hari Bumi di sejumlah kota di Indonesia dimotori oleh kalangan mahasiswa dan aktivis lingkungan. Aksi dalam peringatan itu beragam. Ada yang mengkampanyekan hentikan pembabatan hutan, dan ada pula yang membuat langkah pengendalian banjir dengan melibatkan aparat pemerintah daerah dan masyarakat. Di Bengkulu, para mahasiswa dari himpunan pecinta alam, Minggu (22/4), selain menyerukan keprihatinan mereka atas kerusakan di Indonesia, juga mementaskan fragmentasi bertajuk "Dunia Marah"….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 APRIL 2007, HAL. 6
PENERTIBAN VILA DI PUNCAK MASIH DISKRIMINASI
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir A Ansori Mattjik Msc menilai, penertiban bangunan vila di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor pada pekan lalu oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pemda Kabupaten Bogor masih diskriminasi. Padahal, pembenahan terhadap kerusakan di Puncak itu bukan hanya masalah degradasi lingkungan tapi juga tata ruangnya……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 APRIL 2007, HAL. 8
KUBAH MERAPI RAWAN LONGSOR
Masyarakat di sekitar Gunung Merapi, terutama yang berada di alur Kali Gendol, diminta tetap waspada. Selain aktifitas gunung itu masih fluktuatif, di puncaknya terdapat kubah dengan posisi menggantung yang rawan longsor……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 5
MASYARAKAT MINTA KEBUN SAWIT DIPERTAHANKAN
Masyarakat dan investor meminta pemerintah mempertahankan perke

bunan sawit di areal eks proyek lahan gambut sejuta hektare di Kalimantan Tengah. Alasannya mereka sudah banyak yang terlibat dalam aktifitas perkebunan iitu……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 5

KITA HARUS BERPERAN SEBAGAI GAIA
Merayakan Hari Bumi 2007 yang mengambil tema "Sebuah Seruan untuk Tindakan dalam Perubahan Iklim", kita diingatkan agar benar-benar berperan sebagai Gaia (Dewa Bumi), yang tidak sewenang-wenang merusak kehidupannya sendiri, tetapi menjaga dan memeliharanya dengan baik. Sesuai tema itu, kita sangat prihatin dengan berbagai prediksi dan sebagian kita sudah merasakannya, yaitu perubahan iklim yang semakin panas. Pembabatan hutan yang menjadi salah satu fungsi penting menjaga kestabilan Gaia serta pencemaran atmosfer Bumi telah menaikkan suhu panas Bumi……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 APRIL 2007, HAL.4
UDARA KOTA BEKASI MASIH AMAN
Kadar pencemaran udara di Kota Bekasi masih di bawah ambang batas normal. Bahkan untuk partikel tertentu seperti karbon monoksida (CO), ambang batasnya jauh di bawah baku mutu sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 7
DEPOK-BOGOR PERLU BANGUN WADUK
Pengamat lingkungan Universitas Indonesia, Tarsoen Waryono, menyarankan agar Pemkot Depok dan Pemkab Bogor membangun waduk baru untuk mengatasi ancaman krisis air. Waduk tersebut nantinya berfungsi untuk menangkap air hujan dan air dari aliran Sungai Ciliwung yang selama ini terbuang percuma ke laut……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. 7
PENGOLAH LIMBAH CILIWUNG PERTAMA

Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Jakarta Development Watch (JDW) membuat program pemberdayaan warga bantaran Kali Ciliwung, kedua lembaga itu membangun mesin pengolahan limbah plastik di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 24 APRIL 2007, HAL. A16

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH