KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GEMPA GUNCANG GORONTALO
Gempa bumi berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah, Minggu (23/7) pukul 16.22. Guncangan gempa yang terjadi beberapa kali itu membuat masyarakat panik, terutama setelah beredar isu akan terjadi tsunami.Gempa tektonik juga mengguncang Kabupaten Buleleng, Bali, kemarin sore. Warga kabupaten paling utara Pulau Dewata itu sempat panik. Saat guncangan berhenti, setelah dua kali gempa susulan, warga mulai tenang, tetapi tetap waspada……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 24 JULI 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: GEMPA BESAR GUNCANG SULAWESI DAN BALI, KORAN TEMPO, SENIN 24 JULI 2006 HAL. A24; GEMPA GUNCANG SULAWESI, BALI DAN BENGKULU, REPUBLIKA, SENIN 24 JULI 2006 HAL. 1; LIMA WILAYAH DILANDA GEMPA, WARGA SULTENG DAN GORONTALO PANIK JAUHI PANTAI, MEDIA INDONESIA, SENIN 24 JULI 2006, HAL. 1
PEMERINTAH SEGERA TATA EKOSISTEM SEKITAR PANTAI
Kementerian Lingkungan Hidup akan segera menata ekosistem di sekitar pantai, terutama pantai-pantai yang mengalami kerusakan akibat tsunami, salah satunya di Pangandaran, Jawa Barat. Masyarakat diharapkan mendukung rehabilitasi ekosistem pantai yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun tersebut. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar mulai Senin ini tim dari Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan studi tentang ekosistem di Pangandaran dan studi itu akan digunakan untuk pemulihan lingkungan pantai dan penjaga masyarakat yang sudah trauma……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 24 JULI 2006, HAL. 23
KEBAKARAN LAHAN MARAK DI PINGGIRAN KOTA : LARANGAN MEMBAKAR LAHAN BELUM DIPATUHI
Pembakaran lahan dan asap kembali mengganggu masyarakat Riau sejak sepekan terakhir. Data dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Provinsi Riau, enam bulan terakhir ada lebih dari 800 titik api tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan intensitas tertinggi pada Juli ini. Akibat banyaknya titik api dan meluasnya lahan terbakar, asap mulai menyelimuti provinsi ini….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 24 JULI 2006, HAL. 24
KALI CBL TERCEMAR
Nelayan di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, mengeluh pendapatan mereka menurun karena ikan-ikan di sekitar Pantai Utara Bekasi menghilang. Mereka yakin hal itu disebabkan pencemaran pantai akibat tercemarnya air di Kali CBL dan Sungai Citarum, yang bermuara ke Pantai Utara Bekasi maupun Teluk Jakarta…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 24 JULI 2006, HAL. 26
TITIK API BAKAL TERUS MENINGKAT
80 persen titik api yang kini terdeteksi di seluruh Pulau Sumatera berada di wilayah Provinsi Riau. Menurut prediksi, hingga September 2006 jumlah titik api akibat kebakaran lahan dan hutan akan terus meningkat karena frekuensi hari hujan kecil. Berdasarkan rekaman satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 12 yang dipantau Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Pekanbaru, hingga 20 Juli 2006 ada 80 titik api yang tersebar di Sumatera….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 22 JULI 2006, HAL. 24 BERTIA TERKAIT : TIGA DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN, KORAN TEMPO, SENIN 24 JULI 2006, HAL. A8
SEBAGIAN WARGA SULBAR KESULITAN AIR BERSIH
Warga di Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Majene, seperti Banggae, Pamboang, dan sebagian Sendana, menderita krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Sungai-sungai dan sumur warga mengering menyusul datangnya musim kemarau…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 22 JULI 2006, HAL. 24
KERUSAKAN HUTAN MANGROVE HARUS DIUSUT
DPRD Batam mendesak aparat mengusut kasus penebangan hutan mangrove di Pulau Galang dan Rempang untuk dijadikan arang, yang diekspor ke Singapura dan Jepang. Selain itu, Dewan meminta polisi mengusut dinas yang mengeluarkan izin penebangan……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 24 JULI 2006, HAL. A8
LINGKUNGAN : SETENGAH JUTA POHON SELAMATKAN DIENG
Upaya konservasi kawasan Pegunungan Dieng, Wonosobo, Jateng, mulai menunjukkan arah positif. Setengah juta pohon, tepatnya 548.507 batang tanaman sengon, suren, mahoni, damar, dan buah-buahan, ditanam warga Wonosobo, Sabtu (22/7). Gerakan ini merupakan upaya awal Program Penyelamatan Dieng. Menteri Kehutanan MS Kaban pada acara Wonosobo Menanam di NV Tambi, Desa Tanjungsari, Sapuran, mengatakan, perlu dibudayakan rasa malu memotong pohon tanpa perencanaan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 23 JULI 2006, HAL. 3
PULAU NIPAH BERTAHAN DI SISA PASIR YANG DISEDOT SINGAPURA
KRI Sultan Thaha Syaifuddin tak bisa merapat ke Pulau Nipah. Korvet antikapal selam kelas Parchim buatan Jerman Timur, itu harus membuang sauh satu mil dari dermaga saat air surut. Timbunan balok pemecah ombak menggunung sampai lima meter di sekeliling pantai. Tampak pulau buatan…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 24 JULI 2006, HAL. 3
EGO SEKTORAL HAMBAT PENANGANAN BENCANA
Penerapan teknologi peringatan dini tsunami harus disertai dengan peningkatan koordinasi antarlembaga pemerintah yang berwenang. Meskipun sistem dan peralatan yang digunakan tergolong canggih, tetapi tanpa peningkatan koordinasi akan sia-sia. Selama ini masing-masing instansi pemerintah masih memiliki ego sektoral yang kuat, sehingga tidak bisa bekerja sama dalam penanganan bencana……BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, SABTU, 22 JULI 2006, HAL. 1
KASUS BUYAT : RENCANA PENGAMBILAN SAMPEL ULANG DICURIGAI
Rencana Pengadilan Negeri Manado mengambil sampel ulang dalam kasus pidana dugaan pencemaran Teluk Buyat oleh PT Newmont Minahasa Raya (NMR) dinilai telah mencoreng proses peradilan lingkungan di Indonesia. Dalam kasus lingkungan, pengambilan sampel ulang tidak akan relevan dengan permasalahan yang diujinya, karena memiliki rentang waktu yang berbeda…….BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, SABTU, 22 JULI 2006, HAL. 5
"10" src="images/dot.gif" width="1" />
DISITA 17.000 POTONG KAYU HASIL PEMBALAKAN LIAR
Tim Penertiban Pembalakan Liar (illegal logging) berhasil menyita 17.000 potong kayu jenis meranti yang diduga hasil kegiatan pembalakan liar di daerah aliran sungai (DAS) Lamandau, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), awal pekan ini. Menurut Wakil Bupati Lamandau, HGM Afhani kayu tersebut hasil pembalakan liar di hutan yang terdapat di bagian kiri kanan DAS Lamandau dan Sungai Bulik, anak sungai Lamandau…..BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, SABTU, 22 JULI 2006, HAL.4
KLH BELUM TAHU PENGAMBILAN SAMPEL ULANG KASUS BUYAT
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) belum mendapat pemberitahuan tentang rencana pengambilan sampel ulang dalam kasus dugaan pencemaran di Teluk Buyat, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang dilakukan oleh PT Newmont Minahasa Raya (NMR). Ketua Tim Teknis KLH, Masnellyarti Hilman, menyebutkan rencana pengambilan sampel yang akan dilakukan di bawah otoritas Pengadilan Negeri Manado, belum diteruskan ke pihaknya…..BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, JUMAT 21 JULI 2006, HAL.5
TAATI TATA RUANG WILAYAH PESISIR
Penataan dan ketaatan pada tata ruang wilayah pesisir merupakan langkah mutlak yang harus dilakukan guna mengurangi dampak kerusakan akibat tsunami. Karena itu, pemerintah daerah akan didorong untuk merehabilitasi kawasan pesisir dengan menggalakkan penanaman mangrove serta konservasi terumbu karang. Kiat ini lebih murah dan mudah dipahami masyarakat dibanding dengan pembuatan perlindungan buatan seperti breakwater atau pemecah ombak….BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, JUMAT 21 JULI 2006, HAL.5
PERLU PEMETAAN DASAR LINGKUNGAN SEBAGAI POLA PEMULIHAN

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan melakukan pemetaan dasar lingkungan terhadap titik-titik rawan tsunami. Selain itu, KLH juga akan membuat pemetaan keruskaan tahan di pantai selatan Jawa guna mempercepat pelaksanaan rekonstruksi. Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan itu akhir pekan lalu di Jakarta. Dia memaparkan pemetaan dasar penting dilakukan untuk penanganan kerusakan lingkungan apabila terjadi tsunami di masa mendatang. Pemetaan dasar itu nantinya akan dikoordinasikan dan dilimpahkan kepada departemen-departemen terkait, yakni Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian dan Departemen pekerjaan Umum………..BACA SELENGKAPNYA: MEDIA INDONESIA, SENIN 24 JULI 2006, HAL. A1

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH