KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERUBAHAN IKLIM ADALAH MASALAH FUNDAMENTAL
Pemerintah Indonesia menempatkan persoalan perubahan iklim akibat pemanasan global sebagai masalah fundamental. Meningkatnya perhatian pemerintah itu sejalan dengan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Climate Conference of Party Ke-13………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 13
600 HEKTAR HUTAN BAKAU DIBABAT: MENTERI KEHUTANAN SUDAH IZINKAN UNTUK PELABUHAN
Pemerintah memastikan akan membabat 600 hektar hutan bakau di Sumatera Selatan guna pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api, di Kabupaten Banyuasin. Padahal, kawasan hutan lindung itu patut dibanggakan karena merupakan salah satu areal bakau terpanjang di Asia………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 23
KURANG PENGAWASAN DAN PENINDAKAN
Okupasi terhadap ruang terbuka hijau dan bantaran kali, pada lahan dalam pengawasan PT Jakarta-Propertindo untuk kepentingan usaha, akibat kurang pengawasan dan lambannya penindakan oleh aparat penegak hukum……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 25
WARGA BLOKADE SELURUH JALAN DI SIDOARJO
Sedikitnya seribu warga korban lumpur panas dari empat desa di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) memblokade Jalan Raya Porong, seluruh jalan alternatif serta jalur kereta api Surabaya-Banyuwangi kemarin siang….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 5. BERITA TERKAIT: KORBAN LUMPUR BLOKADE JALAN SEPANJANG 5 KM, KOMPAS, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 15
LAGI, GEMPA GUNCANG ACEH
Gempa bumi berkekuatan 4.9 pada skala Richter (SR) kembali menguncang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kemarin dini hari. Warga yang tinggal di pesisir langsung terbangun dan segera bergegas mencari lokasi ketinggian dan mereka khawatir terjadi tsunami……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 20
HEMAT ENERGI CIPTAKAN UDARA BERSIH
Pertemuan para pakar lingkungan dalam acara UN’s Intergovermental PAnel on Climate Change (IPCC) Working Group III di Bangkok, Selasa (1/5) menegaskan perlunya efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan yang bersih, untuk menciptakan udara bersih di muka bumi ini…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 8
PERUBAHAN IKLIM DAN KEAMANAN GLOBAL
Semakin jelaslah bahwa perubaahn iklim memiliki konsekuensi-konsekuensi yang menohok jantung agenda keamanan. Kini terjadi banjir, penyebaran penyakit, kelaparan, dan migran pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan di daerah-daerah yang memiliki ketegangan konflik sosial yang sudah tinggi. Kekeringan dari gagal panen meningkatkan persaingan untuk memperoleh makanan, air; dan energi di kawasan dengan sumber daya alam yang sudah sangat menipis. Gangguan ekonomi pada skala yang diprediksi dalam Laporan Stern tahun lalu dan yang tidak terlihat sejak akhir Perang Dunia II kini mulai terlibat kebenarannya……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. A10
ATASI PEMANASAN GLOBAL: KONFERENSI COP13 DIHARAPKAN LEBIH MAJU
Posisi Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Antar Bangsa untuk Perubahan Iklim ke-13 (COP13) harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan global dan nasional. Secara global, Indonesia diharapkan mampu melobi negara- negara maju khususnya Amerika Serikat yang hingga saat ini belum bersedia menandatangani Protokol Kyoto agar lebih peduli terhadap lingkungan…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 2 MEI 2007, HAL. 6
43 KARYAWAN CARREFOUR KERACUNAN GAS
Sebanyak 43 karyawan hypermarket, Carrefour Ratu Plaza, Jalan Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sampai Rabu (2/5) pagi, masih kritis dirawat tim medis RS Pertamina dan RS Jakarta. Mereka diduga keracunan gas dalam ruang pusat perbelanjaan kondang tersebut, Selasa (1/5) malam……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 2 MEI 2007, HAL. 7
PEMBALAKAN LIAR HANCURKAN HUTAN BUNGO

Sedikitnya 1.000 hektare (ha) hutan produksi di Kabupaten Bungo, Jambi, hancur akibat pembalakan liar yang terus berlanjut hingga kini. Kawasan hutan produksi yang gandul itu merupakan areal hutan yang sebelumnya dikuasai PT Inhutani V Jambi. Pembalakan liar diduga dilakukan para perambah hutan yang dimodali cukong-cukong kayu. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Bungo, Hidayat, di Jambi, Selasa (1/5) menjelaskan, pihaknya mengetahui kehancuran hutan produksi bekas areal PT Inhutani V Jambi itu setelah Polhut Dinas Hutbun setempat melakukan operasi pengamanan hutan. "Operasi pengamanan hutan di kawasan hutan produksi yang sudah lama ditelantarkan itu menemukan bukti-bukti pembalakan liar. Polhut menemukan dua unit mesin gergaji kayu di tengah hutan. Kemudian luas hutan yang gundul di kawasan hutan produksi tersebut diperkirakan 1.000 ha," katanya…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBALAKAN, RABU 2 MEI 2007, HAL. 13

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim" KLH