KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

INDONESIA MASUK "REKOR DUNIA"
Sesuai data FAO, badan dunia yang menangani masalah pangan dan pertanian, laju penghancuran hutan di Indonesia pada 2000-2005 merupakan tercepat di dunia. Setiap tahun rata-rata 1,871 juta hektare hutan hancur, atau 2 persen dari luas hutan yang tersisa 88,495 juta pada tahun 2005……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 4 MEI 2007, HAL. 12
DUJEBAK SAAT UNGKAP PENYELUNDUPAN SATWA
Ungkapan untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak sangat pas untuk menggambarkan ironi yang menimpa dua pelindung satwa liar, Muniful Hamid dan Edi Sensudi. Upaya mereka untuk menyelamatkan kura-kura Brasil (Geochelone radiata) yang diselundupkan ke Indonesia malah berakhir di penjara. Lho? Peristiwa itu bermula dari perkenalan mereka dengan Rudi Anggono, awal April 2005. Saat itu Rudi menelepon Edi yang menjabat Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta. Rudi mengaku sebagai anggota masyarakat yang ingin tahu seluk-beluk ekspor satwa. Pembicaraan melalui telepon itu berlanjut dengan kunjungan Rudi ke kantor Edi di Tegal Alur, Jakarta Barat. Ujungnya, Rudi menginformasikan penyelundupan kura-kura Brasil ke Indonesia. Satwa ini termasuk yang dilindungi dan dilarang diperjualbelikan. Kura-kura itu disebutkan dijual bebas di toko satwa piaraan Kelapa Gading dan Mega Mal Pluit. Karena sudah menjadi tugasnya untuk menyelamatkan satwa liar yang dilindungi, Edi tertarik pada informasi Rudi. Mengingat Kelapa Gading bukan termasuk wilayahnya, Edi kemudian menghubungi Muniful, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA. Kepala Gading termasuk Wilayah I di bawah pengawasan Muniful. Mereka kemudian bertemu di Kantor Muniful, Salemba, Jakarta Pusat. Pada pertemuan inilah pembicaraan mengerucut pada operasi penangkapan dan penyitaan kura-kura Brasil itu. Namun, Edi dan Muniful menyatakan di kantornya belum tersedia dana untuk operasi secepatnya. Menanggapi hal itu, Rudi menawarkan pinjaman dana untuk operasi itu. Mereka akhirnya sepakat untuk merencanakan operasi. Hasil pertemuan itu kemudian dikoordinasikan ke atasan mereka dan World Wild Fund (WWF) atau Yayasan Perlindungan Satwa Liar Dunia di Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 6
TAMAN BMW TIDAK TERURUS; DIHUNI PEMULUNG, PENUH SAMPAH
Taman Bersih, Manusiawi dan Berwibawa atau dikenal sebagai Taman BMW di Tanjung Priok tak terurus lagi. Sebagian lahan diperjualbelikan untuk tempat tinggal pemulung dan buruh, tempat sampah dan bengkel, seperti terpantau pada Kamis (3/5)……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 4 MEI 2007, HAL. 27
PERBURUAN GAJAH LIAR DI KAUR MASIH BERLANGSUNG
Aksi perburuan gajah liar di wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu hingga kini masih berlangsung. Indikasi ini dasarkan masih seringnya dijumpai masyarakat setempat menjual gading gajah. Koodinator humas dan kerja sama BKSDA Bengkulu, Darwis Saragih yang dihubungi SP, baru-baru ini tidak membantah hal tersebut. Di Kabupaten Kaur, pipa rokok dari gading gajah dijual masyarakat di warung-warung secara bebas. Namun, pihak BKSDA Bengkulu sulit mengungkapkan jaringan perburuan gajah liar di daerah tersebut. Pasalnya, ketika BKSDA Bengkulu melakukan operasi di daerah habitat gajah di wilayah Kaur tidak menemukan bangkai binatang tersebut……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 12
DPRD SIDOARJO BENTUK PANSUS LUMPUR
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), membentuk Panitia Khusus (Pansus) Lumpur, guna mengawal proses pembayaran ganti rugi tanah, bangunan, dan lahan pertanian yang dinilai tidak lancar. "Di DPRD Jatim sudah terbentuk pansus ini, jika di Sidoarjo ada pansus serupa, maka diharapkan akan saling mendukung," kata Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Sumi Harsono, Rabu (2/5) sore. Para korban lumpur hampir setiap hari mengadukan masalah pembayaran ganti rugi ke dewan. Karena itu, keberadaan pansus yang anggotanya berasal dari daerah pemilihan Tanggulangin dan Porong, menjadi jembatan penghubung antara pemerintah, korban lumpur, dan PT Lapindo Brantas. "Kami dari empat desa memblokade jalan hingga ada keputusan dari pemerintah pusat soal kejelasan pembayaran uang muka ganti rugi sebesar 20 persen, tanpa syarat sertifikat, cukup dengan pethok D dan letter C. Kami ini sudah 10 bulan menanti kepastian pemberian ganti rugi yang hanya sepuluh persen saja," kata Anwarudin, tokoh masyarakat Siring di sela-sela penyelenggaraan istigotsah yang dipimpin oleh pemuka agama setempat…..BACA SELENGKAPNYA, KAMIS 4 MEI 2007, HAL. 13
TAMBANG GRANIT MERUSAK KARIMUN
Kawasan Pulau Karimun pulau luar dekat wilayah Singapura terancam rusak akibat aktivitas penambangan oleh sejumlah perusahaan yang mayoritas pemegang sahamnya adalah Simgapura. "Salah satunya adalah PT Karimun Granite di kawasan Hutan Lindung Gunung Betina dan Gunung Jantan, Kabupaten Karimun, Riau. Mereka me;langgar izin prinsip menggali hingga kedalaman 90 meter dari izin resminya 30 meter," kata Kepala Divisi Advokasi Padma Indonesia, Gabriel G. Sola di Jakarta, Rabu (2/5)….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 3 MEI 2007, HAL. 2
7 KABUPATEN DI SUMUT RAWAN BANJIR DAN LONGSOR
Tujuh kabupaten/kota Sumatera Utara (Sumut) rawan banjir dan longsor. Pemerintah provinsi setempat minta warga mewaspadai bencana tersebut….. BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 4 MEI 2007, HAL. 5
Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH