KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BANDUNG KEMBALI BANJIR SAMPAH
Peristiwa banjir sampah di Kota Bandung tahun lalu kini terulang. Di beberapa tempat pembuangan sementara atau TPS, sampah menumpuk tak terangkut, Minggu (6/5). Warga merasa dirugikan dengan kondisi ini. Sampah menumpuk antara lain di TPS di Jalan Setiabudi. Sebagian besar sampah yang tak lagi tertampung berserak hingga ke badan jalan. Warga yang melintas pun terpaksa menutup hidung. Tumpukan sampah ini sudah dua minggu tak terangkut. Kondisi lebih parah terjadi di TPS Pasar Sederhana. Sudah satu setengah bulan tumpukan sampah itu tidak terangkut sehingga sebagian meluber ke badan jalan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 23
BANJIR LANDA KALIMANTAN : PERMUKIMAN DI TEPI SUNGAI SEBAIKNYA DIRELOKASI
Luapan beberapa sungai, terutama di bagian hulu, mengakibatkan banjir di sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir. Di Kalsel, banjir yang cukup luas menimpa Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Banjir di Kandangan mencapai ketinggian hingga 1,5 meter akibat luapan air Sungai Amandit yang membelah kota. Menurut Khairuddin, pejabat Dinas Sosial Hulu Sungai Selatan, banjir terjadi akibat hujan lebat yang terus mengguyur selama 15 jam lebih……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 24
SAMPAH DI PINGGIRAN TAK TERURUS
Sampah yang dihasilkan warga permukiman-permukiman di perbatasan Jakarta dan Tangerang menumpuk di beberapa lokasi dan menimbulkan pemandangan tidak sedap. Timbunan sampah yang tidak terurus juga ada yang mencemari sungai dan menciptakan bau yang menyengat. Di Jurangmangu, sampah-sampah dibuang masyarakat di sebuah tebing sungai yang curam. Tumpukan sampah tebal sudah memenuhi dinding tebing, dari atas sampai badan sungai. Akibatnya, air sungai tercemar….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 25
ATASI GAS RUMAH KACA BUTUH BIAYA KECIL
Umat manusia harus berupaya keras mengurangi emisi gas rumah kaca dalam 50 tahun ke depan untuk mengantisipasi terjadinya pemanasan global. Untuk mewujudkan itu tidak perlu banyak biaya. untuk menjaga agar suhu hanya naik 2 derajat Celcius dibutuhkan biaya hanya sekitar 012% dari produk domestik gros setiap tahunnya….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 6
RATUSAN BATANG KAYU HASIL CURIAN DISITA
Kepolisian Resor Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyita ratusan batang kayu ilegal hasil pembalakan liar di wilayah tersebut. Selain itu petugas juga menangkap pemilik kayu hasil curian tersebut…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 8
TIGA SUNGAI BESAR DI BANTEN TERCEMAR LIMBAH
Tiga sungai besar di Kabupaten Serang, Banten, yakni Sungai Ciujung, Cibanten, dan Cidurian, dinyatakan tercemar limbah industri. Setiap hari tiga sungai ini menampung 68.688,2 meter kubik limbah cair dari 44 industri yang berdiri di Kabupaten Serang. Limbah itu ada yang langsung dibuang ke sungai dan sebagian sudah diolah.Pencemaran ini merupakan hasil audit lingkungan oleh konsultan lingkungan PT Waseco Tirta, yang disewa Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Kabupaten Serang….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 7 MEI 2007, HAL. A8
BANJIR DI SULTENG, 2 TEWAS; SEJUMLAH SEKOLAH DI MURUNG RAYA DILIBURKAN
Dua orang tewas, empat hilang dan ratusan rumah rusak akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (5/5) petang. Wilayah terparah akibat banjir lumpur hingga setinggi 1 meter itu adalah Desa Petapa, Parigimpu dan Desa Baliara di Kecamatan Parigi…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 8
DEPLU PERTANYAKAN DATA FAO : TIDAK SEHARUSNYA SEMUA KESALAHAN TENTANG HUTAN DITIMPAKAN KEPADA INDONESIA
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia mempertanyakan validitas data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO yang menyebutkan bahwa laju penghancuran hutan di Indonesia tahun 2002-2005 merupakan yang terparah di dunia. Menurut Juru Bicara Deplu Kristiarto Legowo survei itu sangat naif dan perlu dipertanyakan validitas metodologi yang dipakai. Sebelumnya diberitakan, menurut FAO, setiap tahun rata-rata 1,871 juta hektar hutan di Indonesia hancur atau 2 persen dari luas hutan yang tersisa pada tahun 2005, yakni 88,495 juta hektar. Laju perusakan ini dianggap yang tercepat di dunia….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS,SABTU 5 MEI 2007, HAL. 12
SELAMATKAN AIR BAKU DARI PENCEMARAN TINJA
Berdiri di atas lahan seluas 50 meter persegi, enam MCK (mandi, cuci, kakus) ‘plus’ umum (enam kamar mandi dan enam toilet) tampak berdiri kokoh, di Kelurahan Jatake, Kecamatan Jati Uwung Kota Tangerang, Banten. Di sebelahnya berdiri warung kopi dan mie instan…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 7 MEI 2007, HAL. 24
HARIMAU SUMATERA DITEMUKAN DI BENGKULU
Seekor harimau sumatera atau Panthera tigris sumatrae terjerat di perkebunan karet di Desa Sebayur, Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara. Harimau betina yang terluka itu kini menjalani perawatan di Taman Nasional Kerinci Seblat, Bengkulu. Harimau tersebut ditemukan masyarakat di kebun karet milik PT Mercu Buana tanggal 30 April lalu, yang kemudian melaporkannya ke Komando Rayon Militer (Koramil) dan Kepolisian Sektor (Polsek) Ketahun. Saat ditemukan, hewan itu lemas, mengalami dehidrasi, dan telapak kaki kirinya terluka akibat terjepit perangkap……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS,SABTU 5 MEI 2007, HAL. 23
MENHUT : GREENPEACE HANYA INGIN CARI SENSASI
Departemen Kehutanan membantah data yang dilansir Greenpeace, yang mengacu pada data FAO, bahwa Indonesia merupakan negara penghancur hutan tercepat di dunia. Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban, secara tegas mengatakan data yang digunakan Greenpeace adalah data yang sudah basi dan tidak valid. Menhut juga menyesalkan, dalam publikasinya Greenpeace tidak adil. Sebab hanya menuding Indonesia sebagai penghancur hutan tanpa menyinggung negara-negara konsumen yang turut menikmati kayu-kayu yang ditebang dari hutan Indonesia baik secara legal maupun ilegal…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 5 MEI 2007, HAL. 10

ong>REHABILITASI RIBUAN HEKTAR HUTAN DI KERINCI GAGAL

Gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan (GNRHL) gagal menghijaukan sekitar 1.850 hektare (ha) hutan kritis di Kabupaten Kerinci selama 2006. Hutan dan lahan kritis yang gagal direhabilitasi itu mencapai 69 persen dari sekitar 2.700 ha areal hutan kritis. Hutan dan lahan kritis yang berhasil direhabilitasi di daerah itu hanya sekitar 850 ha atau 31 persen. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kerinci, Zairus Zakaria kegagalan rehabilitasi hutan di daerahnya disebabkan bibit tanaman untuk rehabilitasi hutan tidak memenuhi syarat……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 5 MEI 2007, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KNLH