KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SELATAN JAWA RAWAN GEMPA ; PERGESERAN LEMPENG TERCEPAT DI TIMUR INDONESIA
Pergeseran Lempeng Indo-Australia menumbuk Eurasia mencapai 7 sentimeter per tahun di pesisir selatan Jawa. Meski tidak secepat pergeseran Lempeng Pasifik di timur Papua, kondisi ini menjadikan Jawa paling rawan bencana. Menurut Kepala Bidang Gempa Bumi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Suhardjono kalau beredar informasi akan terjadi gempa pada saat yang sudah ditentukan, maka informasi tersebut sulit dipertanggungjawabkan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 13
PEMERINTAH DIMINTA SERIUS TANGANI BENCANA LUMPUR LAPINDO
Setahun pascabencana semburan limpur panas Sidoarjo yang dipicu oleh pengeboran minyak Lapindo Brantas Inc, 29 Mei 2006 lalu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia meminta pemerintah serius menangani bencana sekaligus dampak lingkungan, ekonomi dan sosialnya……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 13
JALUR MEDAN-BERASTAGI TERTUTUP EMPAT JAM ; LONGSOR DIAKIBATKAN DINDING TEBING TERLALU CURAM
Jalan Lintas Sumatera Medan-Berastagi, Kabupaten Karo, dalam kondisi kritis. Hari Senin (28/5) kembali terjadi longsor yang mengakibatkan jalan itu tidak bisa ditembus kendaraan apapun selama empat jam. Longsor di jalur tersebut sering terjadi setiap kali hujan deras turun……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 23
SAMPAH KIAN TAK TERKENDALI ; BENCANA BAGI KEPULAUAN SERIBU
Sampah yang dihanyutkan 13 sungai di Jakarta semakin tak terkendali mencemari laut Kepulauan Seribu. Meski sekiter 90 persen wilayah DKI Jakarta terdiri atas laut, tidak ada kepedulian lintas sektoral yang serius dan berkelanjutan menangani sampah. Program kali bersih pun belum maksimal……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 25
GELOMBANG PASANG TERTINGGI DIPERKIRAKAN HARI INI
Gelombang pasang diperkirakan masih terjadi hingga akhir Mei. Oleh karena itu, sampai kamis (31/5), nelayan diimbaukan tidak melaut dulu. Kepala Laboratorium Oseanografi Regional dan Teoritik, Fakultas Ilmu Bumi dan Teknologi Mineral, Departemen Geofisika dan Meteorologi ITB, Dr Dadang K Mihardja, memperkirakan gelombang paling tinggi akan terjadi pada Selasa (29/5) hari ini. Ketinggian gelombang di laut selatan bisa mencapai empat meter. Bahkan, mencapai 6-7 meter di Indonesia timur……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 22
PENATAAN KAWASAN PUNCAK BELUM TERENCANA MATANG: BANYAKNYA DANA YANG MASUK MEMBUAT PEMKAB BOGOR KEBINGUNGAN.
Penataan kawasan Puncak, Bogor sontak menjadi perhatian penting pascabanjir besar di Jakarta yang terjadi awal tahun ini. Pemerintah pun siap mengucurkan dana triliunan rupiah. Ironisnya menurut dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Hendrayanto, Pemkab Bogor dinilai belum memiliki rencana matang terkait penggunaan dana tersebut………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 7
3.800 HA TAMAN NASIONAL TESSO NILO JADI KEBUN
Sekitar 3.800 hektare (ha) kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di kabupaten Pelalawan, Riau, dirambah warga menjadi perkebunan. Kepala Balai TNTN Hayani Suprahman, kemarin, mengatakan luas lahan yang dirambah kemungkinan lebih luas lahan yang dirambah kemungkinan lebih luas lagi, karena pencaplokan 3.800 ha baru merupakan hasil investigasi selama tiga bulan terakhir………..BCA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 5
TIM INSERSI BOLA BETON TAWARKAN TEKNOLOGI BARU
Tim Supervisi dan Monitoring Insersi Bola Beton menawarkan teknologi baru untuk mengurangi debit dan energi semburan lumpur panas Sidoarjo. Teknologi dan alat dibuat dengan bahan dan teknologi terdepan, tetapi dengan biaya yang murah tanpa mengurangi kecanggihan dan resolusinya. Menurut Ketua tim Bagus Endar Nurhandoko teknologi yang dibangun antara lain perangkat pengukur tekanan dan temperatur pada kedalaman 1000 meter. Selain itu, dibuat juga perangkat deteksi bentuk geometri dari kawah semburan hingga kedalaman 1000 meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 15
TANGGUL DI TITIK 25 JEBOL
Tanggul di titik 25 di Dusun Jatianom, Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), jebol sepanjang 2 meter dan kedalaman 4 meter, kemarin dini hari. Jebolnya tanggul itu disebabkan kuatnya tekanan lumpur yang mengalir dari pusat semburan berjarak sekitar 200 meter. Peristiwa diduga pula karena kondisi tanggul yang sejak sepekan terakhir kritis dihantam derasnya luberan lumpur, ditambah tersendatnya pasokan pasir dan batu………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 29 MEI 2007, HAL. 5
PENAGANAN LUMPUR LAMBAN
Tim independen yang bertugas untuk menghitung kerugian akibat semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, harus segera dibentuk Presiden. Selain itu Presiden juga harus menetapkan bahwa PT Lapindo Brantas Inc dan dunia usaha yang terkait dalam usahanya bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Chalid Muhammad tim yang ada sekarang ini tidak maksimal. Sebab, sudah satu tahun belum ada tanda-tanda kemajuan penanggulangannya…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 MEI 2007, HAL. 1
ABRASI DI PANTAI UTARA TANGERANG MAKIN PARAH
Abrasi di kawasan pantai utara Tangerang, kini makin parah. Sejumlah kawasan sudah habis terkikis hingga ratusan meter. Bahkan, sejumlah rumah penduduk sudah hanyut terkikis ombak. Jika tidak mendapat perhatian, dikhawatirkan abrasi akan meluas.Mulai dari wilayah Kecamatan Teluknaga, Pakuhaji, Sukadiri, hingga ke Mauk, terlihat abrasi yang disebabkan kikisan ombak laut juga dikarenakan sebagian kawasan pantai tidak terpelihara dengan baik…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 MEI 2007, HAL. 7
YANG TERSISA DARI TSUNAMI DI PANGANDARAN

17 Mei lalu, sepuluh bulan sudah semenjak tsunami menghantam pantai selatan Jawa Barat. Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, yang menjadi salah satu korbannya juga sudah mulai menggeliat. Setidaknya sudah banyak hotel yang menanti tamu di masa li

buran ini. Ironisnya, beberapa meter sebelum pintu gerbang utama Pantai Pangandaran terdapat sebuah ‘perkampungan’ kecil yang masih saja mengingatkan kita akan dahsyatnya bencana tersebut. Kampung yang diberi nama Posko Pengungsi Tsunami itu didiami 33 keluarga (132 jiwa)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 MEI 2007, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH