KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LIMBAH EMAS YANG CEMARI LINGKUNGAN
Limbah penambangan emas rakyat yang dilakukan warga Dusun Nglenggong di lereng Gunung Randu Kuning, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, diduga mencemari air Bengawan Solo. Menurut Ahli kimia lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta Pranoto MSc, limbah tailing yang mengandung Hg dan Cu sudah lama mencemari dua anak sungai Bengawan Solo. Hanya saja seberapa parah tingkat pencemarannya belum diketahui dan belum diteliti dengan serius……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 JUNI 2007, HAL. 1
INTRUSI AIR LAUT DI JAKARTA TERUS BERLANJUT
Intrusi atau peresapan air laut yang mencemari air tanah di Jakarta hingga kini terus berlanjut. Ini dikarenakan proses penanaman vegetasi di pesisir, optimalisasi resapan air, dan pengurangan eksploitasi air tanah tidak berjalan. Untuk menahan intrusi tersebut, warga Jakarta sebenarnya dapat membuat lubang resapan biopori, seperti yang dilakukan warga Bogor saat ini……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 JUNI 2007, HAL. 13
PENYELUNDUPAN 101 KARUNG PASIR TIMAH DIGAGALKAN
Polisi Air Polda Bangka Belitung menangkap satu kapal tanpa nama yang membawa 101 karung pasir timah, Senin (11/6) dini hari di perairan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan. Diduga, barang tersebut akan diselundupkan, mengingat tingginya harga pasir timah di luar negeri. Menurut Kepala Seksi Kejahatan dan Hukum Direktorat Polisi Air (Polair) Polda Bangka Belitung (Babel) Ajun Komisaris Tri Setyadi penangkapan dilakukan setelah warga melaporkan adanya satu kapal yang memuat pasir timah……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 JUNI 2007, HAL. 22
PENGARUNGAN TERHAMBAT: WARGA TAK BERANI MANFAATKAN AIR BENGAWAN SOLO UNTUK MINUM
Saat survei April lalu, Bengawan Solo banjir. Ketika itu airnya keruh berwarna kecoklatan karena erosi. Namun, kemarin air Bengawan Solo relatif jernih. Warna airnya kehijauan. Meski demikian, pencemaran tetap berlangsung. Setidaknya terlihat adanya limbah pabrik tapioka, peternakan babi, dan limbah domestik. Karena itu, warga hanya memanfaatkan air Bengawan Solo untuk mencuci atau mandi. "Untuk minum kami tidak berani pakai air Bengawan Solo. Kami pakai air ledeng untuk minum," ujar Amin Susanto (54), warga Desa Banaran, Kecamatan Wonogiri Kota, Wonogiri……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 JUNI 2007, HAL. 21
14 PULAU TERCEMAR: KAWASAN KEPULAUAN SERIBU SEKARAT
Sedikitnya empat belas pulau di gugusan Kepulauan Seribu, pantai utara Jakarta, tercemar limbah minyak. Jika kondisi ini tetap dibiarkan, kawasan Kepulauan Seribu makin sekarat. Kehidupan biota laut terganggu dan perkembangan wisata bahari terancam mati. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Sumarto limbah minyak mentah itu menyergap kawasan selatan Pulau Kotok Besar pada hari Minggu pukul 10.00. Garis pantai sepanjang 1,2 kilometer itu tertutup oleh limbah minyak berwarna kehitam-hitaman……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 JUNI 2007, HAL. 26 BERITA TERKAIT : KEPULAUAN SERIBU TERCEMAR MINYAK, KORAN TEMPO, SELASA 12 JUNI 2007, HAL.A13
KINERJA BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR TIDAK OPTIMAL
Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo Soenarso menyatakan tidak bisa bekerja optimal mengatasi semburan lumpur Lapindo karena masalah dana. Selain kekurangan dana, badan ini juga kekurangan alat berat untuk membantu pembuatan tanggul dan mengalirkan lumpur ke saluran pelimpah…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 12 JUNI 2007, HAL.A8
WARGA LEBAK TOLAK TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH
Masyarakat Kabupaten Lebak menolak rencana Pemerintah Kabupaten Serang membangun tempat pembuangan sampah akhir di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja. Mereka khawatir keberadaan tempat pembuangan sampah itu dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Serang dan Lebak…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 12 JUNI 2007, HAL.A9
HUTAN BAKAU JAKARTA TERANCAM TERTIMBUN SAMPAH
Suaka Margasatwa Muara Angke terancam tertimbun sampah. "Setiap hari sampah yang masuk ke hutan bakau itu mencapai 500 kilogram," kata Hendra Aquan, Sekretaris Jakarta Green Monster, kepada Tempo, Minggu lalu.Menurut Hendra, banyaknya sampah yang masuk ke suaka margasatwa yang luasnya 25,02 hektare itu akibat tidak adanya koordinasi antarpemerintah daerah. Hendra menegaskan sebagian besar sampah yang masuk ke hutan bakau di Muara Angke berasal dari aliran sungai yang mengalir dari Bogor…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 12 JUNI 2007, HAL.A14
INTERPELASI LAPINDO ARTIKULASIKAN ASPIRASI RAKYAT
Kelalaian PT Lapindo Brantas mengakibatkan bencana luapan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, lambat ditangani oleh pemerintah. Tidak transparannya penanganan bencana itu membutuhkan langkah politik DPR dengan menggunakan haknya untuk meminta keterangan dari pemerintah. Menurut Yudi Latief pengamat politik dari Universitas Paramadina, Interpelasi soal lumpur Lapindo bukan hanya penting, tapi harus dilakukan oleh DPR. Kalau tidak dilakukan, lanjutnya, maka para wakil rakyat di Senayan mengingkari peran- nya mengartikulasikan aspirasi rakyat…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 11 JUNI 2007, HAL.1
TENGGELAMNYA PULAU-PULAU HARUS DIANTISIPASI
Pemerintah harus mengantisipasi tenggelamnya pulau-pulau akibat penambangan pasir, abrasi, dan dampak pemanasan global. Saat ini 24 pulau sudah menghilang dan 2.000 lainnya akan tenggelam karena dampak pemasan global pada tahun 2030 sampai 2050. Pemerintah harus membuat perencanaan evakuasi dan pembangunan infrastruktur sejak sekarang…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 11 JUNI 2007, HAL.10
JUTAAN HEKTARE HUTAN DI JAMBI BERALIH FUNGSI MENJADI KEBUN
Sedikitnya 1,15 juta hektare (ha) areal hutan di Provinsi Jambi, kini beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet. Luas areal hutan yang beralih fungsi tersebut mencapai 48,16 persen dibandingkan luas hutan di daerah itu 10 tahun lalu, sekitar 2,4 juta ha. Sedangkan bila dibandingkan dengan luas hutan di Jambi saat ini yang hanya mencapai 1,2 juta ha, peralihan fungsi hutan menjadi kebun itu mencapai 96,31 persen….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 11 JUNI 2007, HAL.13
MENHUT: KAYU SITAAN TAK BISA UNTUK KORBAN GEMPA
Menteri Kehutanan MS Kaban menolak permintaan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Gamawan Fauzi, untuk mengizinkan pemakaian kayu tangkapan dari pembalakan liar, untuk merekonstruksi bangunan pascagempa di Sumbar. Kayu hasil tangkapan, sitaan, atau temuan, sesuai persyaratan terlebih dahulu harus dilelang, minimal tiga kali….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 11 JUNI 2007, HAL.13
PETAMBAK KELUHKAN PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI

Ratusan petani tambak udang dan ikan bandeng di kecamatan MUara Gembong Kabupaten Bekasi mengeluhkan minimnya produksi tambak. Menurut salah seorang petambak , Soleh kurangnya produksi udang dan bandeng karena limbah industri yang mencemari kali Cikarang Bekasi Laut…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 12 JUNI 2007, HAL. 7

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH