KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WARGA MALAYSIA TERSANGKA PENCURIAN KAYU
Warga Malaysia Datu Andi Yakin Patasampa, 64, ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian sekitar 9.000 meter kubik kayu di Simenggaris, Kalimantan Timur (Kaltim) dengan cara pembalakan liar. Dia juga dituduh memalsukan kartu tanda penduduk Kabupaten Nunukan dan paspor Indonesia……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 27 JULI 2006, HAL. A6
BINATANG LIAR MENGAMUK : 40 PERSEN HABITAT HEWAN DILINDUNGI RUSAK
Nyaris semua kabupaten di wilayah Aceh kini menghadapi amukan gajah liar dan harimau sumatera akibat rusaknya habitat hewan liar. Sementara di Riau, lokasi terjadinya perseteruan antara harimau dan manusia semakin meluas akibat semakin sempitnya kawasan habitat hewan liar. Menurut Kepala Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam Nanggroe Aceh Darussalam Andi Basrul hampir semua kawasan hutan di Aceh dirusak oleh pembalak maupun perambah……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.24
NELAYAN TOLAK REKLAMASI PANTURA
Persatuan Nelayan Tradisional Posko Kamal Muara RT 07 RW 04, Jakarta Utara, berunjuk rasa di Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Selasa (26/07). Sekitar 500 nelayan dan keluarga mereka yang tergabung dalam persatuan itu menyatakan keberatan terhadap reklamasi pantai utara Jakarta. Masnelyarti Hilman, Deputi III Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), mengatakan, pihak KLH akan melakukan verifikasi ke lapangan berdasarkan pengaduan masyarakat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.27
SATWA LIAR : PERLU KESADARAN MELESTARIKAN BUAYA
Pelestarian satwa liar, seperti buaya, selama ini masih minim dari perhatian. Karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran melestarikan dan membiasakan diri hidup berdampingan dengan buaya maupun satwa reptil liar lainnya. Inilah topik yang mengemuka dalam acara Dangerous Encounters Brady’s Croc Adventure yang diselenggarakan majalah National Geographic Indonesia bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Bogor…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.12
PRODUSEN KERTAS DIDUGA RUSAK 200 RIBU HA HUTAN
Sedikitnya 200 ribu hektare hutan alami di Provinsi Riau hilang sepanjang tahun 2005. Fakta tersebut diungkapkan oleh organisasi perlindungan alam, WWF Indonesia, dalam laporan yang diturunkannya pada Juni 2006 dengan judul The Eleventh Hour for Riau’s Fores……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 JULI 2006, HAL. 14
ANTISIPASI TSUNAMI : INDONESIA BELUM MILIKI PEMANTAU ONLINE
Jejaring sistem peringatan dini tsunami di Indonesia saat ini ternyata belum memadai. Bila melihat skenario besar TEWS (Tsunami Early Warning Systems/Sistem Peringatan Dini Tsunami), komponen yang baru terbangun dan mampu memberi hasil lumayan hanya jejaring seismograf. Belum terbentuk jejaring alat pemantau pasang surut air laut yang dapat diandalkan untuk menyampaikan data secara cepat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.12 BERITA TERKAIT : WARGA DAPAT INFORMASI KURANG DARI 20 MENIT, MEDIA INDONESIA, KAMIS 27 JULI 2006 HAL. 1
KEBAKARAN HUTAN DI JAMBI MULAI TAK TERKENDALI
Kebakaran hutan dan lahan akibat kegiatan pembukaan serta pembersihan lahan pertanian di Jambi mulai tak terkendali, menyusul tidak turunnya hujan di daerah itu empat hari belakangan ini. Kegiatan pembakaran itu meningkat karena para petani dan pengusaha berupaya mempercepat pembukaan serta pembersihan lahan dengan cara membakar.Mereka melakukan kegiatan pembakaran secara kucing-kucingan. Pembersihan dan pembukaan lahan yang dilakukan petani biasanya sore hari guna menghindari pemantauan yang dilakukan petugas atau aparat pemerintah desa…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 JULI 2006, HAL.4
HABITAT HARIMAU SUMATERA BERKURANG 40 PERSEN
Habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berkurang hingga 40 persen dalam 10 tahun terakhir. Penurunan itu terjadi karena sejumlah kawasan perlindungan rusak akibat perubahan peruntukan tata ruang. Dalam laporan ilmiah berjudul "Setting Priorities for the Conservation and Recovery of the World’s Tigers 2005-2015" yang dikeluarkan World Wildlife Fund (WWF), Wildlife Conservation Society (WCS), the Smithsonian’s National Zoological Park dan Save The Tiger Fund (STF) di Washinton DC, baru-baru ini menyebutkan saat ini harimau Sumatera hanya memiliki wilayah jelajah tujuh persen dari wilayah jelajah pada 10 tahun sebelumnya…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 JULI 2006, HAL.5
BARU DUA PERUSAHAAN INDONESIA BERSERTIFIKAT EKOLABEL
Baru dua perusahaan di Indonesia, yaitu PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dan PT Pindo Deli Pulp dan Paper Mills yang menerima sertifikat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan sertifikat ekolabel…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 27 JULI 2006, HAL. A1
GEMPA BELUM BISA DIPREDIKSI
Sampai saat ini gempa bumi belum bisa diprediksi. Negara-negara maju, seperti Amerika dan Jepang, yang mempunyai tenaga ahli gempa bumi bereputasi internasional dan didukung fasilitas modern pun belum mampu membuat prediksi gempa. Demikian siaran pers Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang diterima redaksi, Selasa (25/7), berkaitan dengan beredarnya isu bahwa akan terjadi gempa bumi di Jakarta.Isu yang menyebutkan waktu (hari, tanggal, dan jam) akan terjadi gempa bumi dan tsunami sangat tidak mendasar dan tidak benar …..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 JULI 2006, HAL.5
KASUS PEMBALAKAN LIAR DI CIREBON : PEJABAT DIDUGA TERIMA SETORAN

Sejumlah pejabat di kabupaten Cirebon diduga menerima setoran dana dari pelaku pembalakan liar. Dugaan ini berdasarkan kesaksian Fifin karyawati PT Tegal Gemilang Bahari dalam persidangan tersangka pembalakan kayu liar Liem Kok Meng di Pengadilan Negeri Cirebon…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.A8

Sumber: >
KBUA Perpustakaan KLH