KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PULAU BURU : PEMBAKARAN KEBUN KAYU PUTIH MARAK
Memasuki musim kemarau, pembakaran kebun kayu putih marak di pesisir utara Pulau Buru. Petani dan warga mulai resah karena api dengan mudah merembet ke kebun lain akibat keringnya udara. Belum ada solusi atas persoalan yang muncul tiap tahun ini. Sejumlah kobaran api di kebun kayu putih tampak di beberapa tempat di tepi pantai Desa Sawa, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Kamis (27/7). Udara kering dan angin kencang dari laut ke darat memacu meluasnya api…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 23
10.444 HEKTAR LAHAN TAMBANG TIDAK DIREKLAMASI
Pada April 2006 pihak Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah mencatat, 10.444 hektar dari 12.944 hektar areal tambang batu bara yang selesai dieksploitasi belum direklamasi. Sebagian besar lahan itu dibiarkan menganga berupa lubang besar atau danau karena sudah terisi air hujan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 23
KABUT ASAP DI KALBAR HILANG, 221 TITIK PANAS DI SUMATERA
Kabut asap di beberapa bagian Kalimantan Barat menghilang karena turunnya hujan, sementara satelit mencatat ada 221 titik panas di Sumatera. Berdasarkan data dari BMG Pekanbaru yang merupakan hasil pantauan satelit North OceanAtmospheric Administration (NOAA) 18, terdapat 221 titik panas; 132 titik di antaranya berada di Provinsi Jambi, sedangkan sisanya berada di Provinsi Riau…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 23
GEMPA 6,1 SR GUNCANG NIAS
Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter kembali mengguncang Pulau Nias, Sumatera Utara, Kamis (27/7) pukul 18.16. Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika Sumatera Utara menyebutkan, lokasi pusat gempa di koordinat 1,73 Lintang Utara dan 97,15 Bujur Timur. Episentrum gempa sekitar 72 kilometer arah barat laut Gunungsitoli, dengan kedalaman 33 kilometer di dasar laut. …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 24
MEMANFAATKAN POTENSI EKONOMI SAMPAH DI TPS
Upaya untuk mengurangi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah dengan memanfaatkan potensi ekonomi sampah mulai dilakukan banyak pihak di wilayah Jakarta. Selain berdampak positif terhadap lingkungan hidup, upaya ini juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.. …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 27
HUTAN WISATA ALAM YANG TELAH BERUBAH
Bagi gajah, TWA Holiday Resort sebenarnya merupakan habitat yang ideal. Menurut Kepala BKSDA Sumatera Utara (Sumut) II Luhut Sihombing, kawasan TWA Holiday Resort sebenarnya salah satu low land forest (hutan dataran rendah). Lokasinya tak berada jauh dari kawasan low land forest terluas yang masih tersisa di Sumut, yakni hutan register 40 di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hanya saja sekarang ini jangan dibayangkan semua potensi tumbuhan asli dan satwa di TWA Holiday Resort tersebut masih ada. …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 40
PLTA LAU RENUM TERANCAM PENGGUNDULAN HUTAN
Pembangkit Listrik Tenaga Air Lau Renun di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, terancam sia-sia. Dari dua unit pembangkit yang ada, baru satu unit yang sudah bisa dioperasikan. Itu pun dengan waktu pengoperasian yang sangat terbatas karena ancaman berkurangnya debit air akibat penggundulan hutan di hulu Sungai Renun……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 34
EKSPLOITASI AIR TANAH BENCANA BAGI DKI
Eksploitasi air tanah secara besar-besaran di DKI Jakarta akan mendatangkan bencana yang tidak kecil. Sebab, secara teknis pengurasan air tanah itu akan memperlemah struktur pondasi gedung-gedung tinggi pengguna air tanah, yang pada akhirnya bisa membuat pencakar langit itu ambruk.Menurut data Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Jakarta, ketinggian wilayah Jakarta kini hanya 0-10 meter di atas permukaan laut. Bahkan, di lokasi tertentu posisinya lebih rendah. Faktor utama makin turunnya permukaan tanah adalah pengambilan air bawah tanah yang melebihi kapasitas. Kelebihan pengambilan air tanah mencapai 66,6 juta meter kubik per tahun….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.1
KASUS LIMBAH B3: KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP TAK BERANI USUT SETYA NOVANTO
Tim kuasa hukum Rudy Alfonso terdakwa kasus impor limbah bahan berbahaya dan beracun dari Singapura ke Batam mencurigai Kementerian Lingkungan Hidup tidak berani mengusut dugaan keterlibatan anggota komisi III Setyo Novanto yang juga komisaris Utama PT Asian Pasifik Eco Lestari….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 27 JULI 2006, HAL. 4
WASPADAI PENGEROPOSAN TANAH
Analisa Distam DKI mengindikasikan, selama kurun waktu sebulan terakhir, kondisi muka air tanah baik untuk sumur dangkal dan dalam, menurun antara lima sampai delapan meter. Padahal berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 113 Tahun 2005, kedalaman untuk sumur dangkal (sumur pantek) tidak lebih dari 40 meter serta menggunakan pipa dengan diameter kurang dari 10 centimeter (cm). Sedangkan kedalaman sumur dalam (sumur bor) lebih dari 40 meter dan juga menggunakan pipa dengan diameter 10 cm atau lebih. ….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 27 JULI 2006, HAL.11
PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PADAT
PT Indah Kiat Pulp and Paper perusahaan kertas di Serang menciptakan pupuk organik dari bahan da
sar limbah padat. Menurut Kepala Departemen Pengolahan Limbah perusahaan Ida Indrayani pupuk itu telah diujicobakan pada persawahan seluas 1 hektare dan hasilnya menggembirakan……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. A9
PLN-ITB BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH
PT. PLN bersama ITB mengembangkan pembangkit listrik tenaga sampah kota. Menurut Pelaksana Teknis Direktur Utama PT PLN Juanda proyek ini intinya mengubah sampah menjadi uang…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. A9
DIDUGA RUSAK HUTAN INDAH KIAT DAN RIAU PULP DIPERIKSA
Menteri Kehutanan MS. Kaban menyatakan akan menurunkan tim guna memeriksa dugaan perusakan hutan yang dilakukan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. serta PT Riau Andalan Pulp and Paper. Langkah itu menurut MS Kaban merupakan temuan dari WWF Indonesia yang mengungkapkan adanya 200 ribu hektare hutan Riau rusak akibat eksploitasi dua perusahaan itu …..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. A20

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH