KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KELESTARIAN ANGGREK ASLI INDONESIA TERANCAM
Kelestarian berbagai jenis anggrek alam yang tersebar di sejumlah tempat di Tanah Air kian terancam. Sebab, anggrek alam yang telah dikonservasi tidak bisa dikembalikan lagi ke habitat aslinya lantaran tingkat kerusakan lingkungannya kian parah, bahkan ada yang sudah beralih fungsi menjadi jalan raya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 13
 
RIAU MEMERANGI PEMBAKAR LAHAN, GUBERNUR: SEGERA SIAPKAN TIM PEMADAMAN
Kebakaran lahan dan hutan yang menghebat di Riau memaksa Gubernur Riau Rusli Zainal menyatakan perang terhadap para pembakar lahan dan oknum-oknum perusahaan yang berada di balik bencana itu.Dalam jumpa pers di Pekanbaru, Minggu (30/7), Rusli menyatakan pemberlakuan status quo untuk lahan yang teridentifikasi terbakar atau bekas dibakar. Tidak diperkenankan lagi ada aktivitas atas lahan tersebut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 15
 
LINTAS SUMATERA TERTUTUP ASAP
Asap tebal menyelimuti Jalur Lintas Sumatera, tepatnya di Kecamatan Aek Nabara, Kabupaten Labuhan Batu, sejak kemarin pagi. Pada Kilometer 60-70 Rantau Prapat, Medan, Sumatera Utara, kabut asap menutupi jalan, sehingga jarak pandang hanya 100-150 meter…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 31 JULI 2006, HAL. A8
 
GELOMBANG PASANG YOGYA SELATAN
Pantai selatan Bantul dan Gunung Kidul di daerah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda gelombang pasang sampai 100 meter merambah ke daratan. Hari Minggu kemarin para nelayan belum berani melaut karena ketinggian ombak di pantai masih mencapai satu-dua meter. Di Pantai Pandansimo, air laut bahkan mencapai warung gubuk dan area parkir yang paling dekat dengan pantai atau sekitar 50 meter dari bibir pantai pada saat laut surut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 23 BERITA TERKAIT: OMBAK LAUT SELATAN HANCURKAN BELASAN RUMAH, KORAN TEMPO, SENIN 31 JULI 2006, HAL. A8
 
PENGELOLAAN HUTAN KACAU MUNCUL BENCANA ASAP
Kawasan rawa gambut yang terbentang di delapan kabupaten/kota sepanjang pantai timur Sumatera terancam terbakar dan bencana asap kembali dikhawatirkan menyelimuti Riau, bahkan Sumatera. Rawa gambut tersebut sebagian besar termasuk dalam areal konsesi 13 perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan yang terbengkalai karena tidak lagi beroperasi…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 36 BERITA TERKAIT: BUPATI DIMINTA PANTAU PEMBAKARAN HUTAN, MEDIA INDONESIA, SENIN 31 JULI 2006, HAL. A5 BERITA TERKAIT: KABAN JAMIN TITIK API BISA DIKENDALIKAN, KORAN TEMPO SENIN 31 JULI 2006 HAL. A18
 
BENCANA LINGKUNGAN : KELEDAI YANG TERUS MENERUS TERPEROSOK PADA SATU LUBANG
Akhir pekan lalu menjadi hari-hari yang tak nyaman bagi warga Kota Pekanbaru, Riau, dan beberapa daerah di sekitarnya. Tidak ada satu warga pun yang mampu menghindar dari serbuan asap tebal hasil pembakaran lebih dari 3.000 hektar lahan, umumnya terjadi di kawasan hutan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 36
 
PULUHAN RUMAH TERENDAM BANJIR
Sedikitnya 25 unit rumah ddi Lorong Cempaka Putih, Rimbotengah, Kabupaten Bungo, Jambi, kebanjiran menyusul hujan sepanjang hari pada Sabtu akhir pekan lalu. Genangan air yang mencapai 1 meter lebih memaksa warga mengungsi. Sejumlah sekolah dasar juga terendamair….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 31 JULI 2006, HAL. A8
 
SUNGAI BATANGHARI HANYA BISA DILAYARI SECARA TERBATAS
Sungai Batanghari yang membelah Provinsi Jambi dan sebagian Sumatera Barat terus mengalami pendangkalan sehingga kini hanya kapal dengan kapasitas kurang dari 3.000 ton yang bisa masuk ke Pelabuhan Muarasabak, 100 km sebelah timur laut Kota Jambi. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Rudi Syaf pendangkalan terjadi karena kerusakan daerah aliran sungai (DAS), seperti pembukaan lahan tanpa mengindahkan norma konservasi, penyerobotan, atau perambahan, dan sebagainya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 23
 
JARAK TUMBUH LIAR DI NTT
Ribuan hektar pohon jarak (Jatropha curcas L) tersebar di sejumlah areal hutan di Nusa Tenggara Timur dengan tingkat kualitas jauh lebih tinggi dari pohon jarak di daerah lain. Minyak pohon jarak itu selama ini sebatas dimanfaatkan masyarakat di kampung-kampung terpencil untuk sarana penerangan rumah tangga. Pemprov NTT baru melakukan budidaya jarak sekitar 28.000 hektar di Kabupaten Belu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 13
 
AUDIT INDAH KIAT DAN RIAU PULP: SUDAH BANYAK LAPORAN DARI MASYARAKAT
Kalangan Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat meminta Departemen Kehutanan serius menindaklanjuti temuan World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia, yang mengungkapkan adanya 200 ribu hektare hutan Riau rusak akibat eksploitasi PT Indah Kiat & Paper Tbk. dan PT Riau Andalan Pulp and Paper……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 31 JULI 2006, HAL. A18
 
TINGKATKAN PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI
Pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat di wilayah Jakarta perlu terus ditingkatkan dan disebarluaskan. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi hanya membuang sampah, tetapi juga bisa mengurangi serta memanfaatkan sampah dengan cara yang sederhana. Kemauan warga Jakarta untuk terlibat dalam pengelolaan sampah mulai di rumah masing-masing hingga tingkat rukun tetangga (RT) itu terlihat dalam pesta rakyat Jakarta Green and Clean yang digelar PT Unilever Indonesia Tbk dan Jaringan Delta Female Indonesia di Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 JULI 2006, HAL. 26
 
WARGA RIAU DIKEPUNG ASAP PEKAT : KEBAKARAN LAHAN CAPAI 3000 HA
Dua hari terakhir, Kamis dan Jumat (28/7), warga Riau dikepung asap pekat. Pekatnya asap akibat kebakaran lebih dari 3.000 hektar lahan dan hutan menyebabkan angkutan udara dan darat terganggu. Aktivitas sehari-hari penduduk pun terusik karena jarak pandang efektif hanya 50 meter. Sinar matahari tidak mampu menembus tebalnya kabut asap pekat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 29 JULI 2006, HAL. 1
 
HUTAN ACEH RUSAK
Ratusan lokasi pembalakan dan perambahan hutan yang diperkirakan mencapai ratusan hektar terlihat di hutan di Aceh mulai dari Kabupaten Aceh Besar hingga Bener Meriah. Kondisi itu juga diikuti dengan adanya kebakaran di sejumlah kawasan sehingga kondisi hutan Aceh kini mengkhawatirkan. Mulai dari kaki Gunung Seulawah, pembalakan hutan sudah terlihat. Di kawasan ini pepohonan terlihat ditebang sehingga menimbulkan petak-petak kosong……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 29 JULI 2006, HAL. 24
 
HABIS KAYU TERBITLAH ASAP
Pencurian kayu dan perambahan hutan perawan masih terus menghantui Indonesia. Hutan alam seluas 88 juta hektar memiliki potensi kayu alam yang sangat besar dan bernilai tinggi. Akan tetapi, ancaman hilangnya hutan terus menghantui . Apalagi laju kerusakan hutan di seluruh Indonesia mencapai 2,8 juta hektar per tahun.Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban juga telah menabuh genderang perang terhadap pencurian kayu dan perdagangan kayu ilegal. Kaban menargetkan dua praktik yang merugikan negara dan rakyat itu harus tuntas tahun 2006……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 29 JULI 2006, HAL. 21
 
80 PERSEN SITU DI DEPOK RUSAK BERAT
Sebanyak 80 persen dari 26 situ yang tersebar di Kota Depok dalam kondisi rusak berat. Jika ini dibiarkan, lima tahun mendatang Depok akan kekeringan pada musim kemarau. Dua situ yang tercantum dalam peta Dinas PU Depok, yaitu Situ Krukut dan Situ Cinere, malah sudah berubah menjadi daratan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 29 JULI 2006, HAL. 27
 
SEMBURAN GAS DI SUKOWATI

Salah satu sumur milik PetroChina di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kab
upaten Bojonegoro, menyemburkan gas ke permukaan selama sekitar lima jam, Sabtu (29/7). Sedikitnya 2.672 warga di sekitar lokasi mengungsi dari rumah mereka. Semburan gas dari dalam sumur ke permukaan, yang biasa disebut blow out, berlangsung mulai sekitar pukul 00.15……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 30 JULI 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: LEDAKAN SUMUR MINYAK DI BOJONEGORO PEMERINTAH LEPAS TANGAN, KORAN TEMPO SENIN, 31 JULI 2006 HAL. A2
 
DUA HUTAN LINDUNG DI RIAU TERBAKAR
Kebakaran lahan dan hutan di Riau kini merambah kawasan hutan lindung. Akibatnya, Provinsi Riau ditetapkan berstatus siaga bencana asap. Data terakhir dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Riau menunjukkan 1.500 hektar kawasan hutan lindung Mahato, Rokan Hulu, dan Taman Nasional Tesso Nilo yang termasuk Kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu kini turut jadi sasaran penjarahan dan pembakaran lahan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 30 JULI 2006, HAL. 1
 
PEMERINTAH TERTIBKAN EKSPLOITASI PASIR
Pemerintah akan menertibkan eksploitasi pasir darat di Kepulauan Riau karena cenderung merusak lahan dan lingkungan. Kondisi itu terlihat di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun dan daerah Nongsa, Batam. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan, Diah Maulida telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan kewajiban pemegang SIPD (surat izin pertambangan daerah), atau kuasa penambangan untuk penambangan pasir, tanah, dan bahan galian golongan C ……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 30 JULI 2006, HAL. 2
 
KASUS BUYAT , JAKSA TOLAK PELAKSANAAN KETETAPAN HAKIM
Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perkara pidana PT Newmont Minahasa Raya (NMR) menolak ketetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri Manado untuk melakukan uji sampel di perairan Teluk Buyat, perairan Teluk Ratatotok, Sungai Buyat, Sungai Totok, dan titik kontrol sebagai situs acuan yang letaknya jauh dari kemungkinan dampak tailing PT NMR. Penolakan terhadap ketetapan Majelis Hakim tersebut dinilai sebagai bentuk perlawanan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 29 JULI 2006, HAL. 4
 
AIR LUMPUR LAPINDO KEMBALI MEREMBES DI TOL KM 38
Jalan tol Gempol-Surabaya terancam macet lagi setelah air rembesan dan lumpur panas kembali mencapai badan jalan tol di Km 38, Jumat (28/7) siang. Untuk mengatasi rembesan air itu tim pengendalian lumpur mengupayakan pengurukan dengan pasir dan batu (sirtu).Komandan Yon Zipur Kodam V Brawaijaya selaku Koordinator Pengendalian Lumpur Lapindo, Letkol Sajad Mawardi mengatakan, selain pengurukan dengan sirtu untuk mengatasi rembesan air dan lumpur, direncanakan meninggikan jalan tol……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 29 JULI 2006, HAL. 19 BERITA TERKAIT: TOL GEMPOL TERANCAM DITUTUP, KORAN TEMPO, SENIN 31 JULI 2006 HAL. A9
 
DAYA DUKUNG TANAH JAKARTA MENURUN
Permukaan tanah di beberapa kawasan di Jakarta menurun drastis setiap tahun. Penurunan itu antara lain diduga karena beban di atas permukaan semakin besar dan makin banyak warga yang menyedot air tanah secara besar-besaran. Menurut Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hasanuddin penyebab lainnya penurunan permukaan tanah itu, struktur lapisan tanah dan pergerakan lempeng bumi, serta pergeseran sesar (Ciputat – Gajah Mada) yang melintas di Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 1
 
LAPINDO BRANTAS INC DAN BENCANA KAPITALISME
Bencana Siodarjo memang tidak mengakibatkan korban jiwa secara langsung, namun kerusakan yang terjadi baik lingkungan, ekonomi, sosial, budaya, keamanan maupun psikologi masyarakat sangat parah dan akan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. PT Lapindo Brantas Inc, perusahaan tambang yang saham mayoritasnya dimiliki Bakrie Group, perusahaan milik keluarga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie sudah mengeluarkan miliaran rupiah untuk ganti kerugian hancurnya persawahan rakyat, sewa rumah pengganti, dan ganti rugi lainnya untuk kawasan industri sekitar yang tenggelam……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 28 JULI 2006, HAL. 8

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH