KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MANGROVE BISA JADI SARANA UNTUK ATASI PEMANASAN GLOBAL
Guna menyelamatkan wilayah pesisir pantai dari dampak pemanasan global, upaya menanam atau merehabilitasi mangrove diyakini bisa meminimalkan akibat yang lebih parah. Pemanasan global yang kini tengah mengancam dunia diprediksi akan menimbulkan permukaan air laut makin naik, sementara wilayah pesisir pantai yang mudah digerus ombak akan makin mudah tenggelam…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 13
APARAT ALAMI KESULITAN BERANTAS PEMBALAKAN LIAR
Aparat penegak hukum tidak memiliki pemahaman yang sama dalam merespons kasus pembalakan liar atau illegal logging. Perbedaan pemahaman inilah yang menjadi penghambat pemberantasan pembalakan. Menurut Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya tidak ada kesepahaman antara jaksa penuntut umum, penyidik, dan hakim tentang kejahatan kehutanan….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. A6
MILIARAN KUBIK AIR HILANG
Kerusakan yang berdampak pada minimnya kemampuan hutan dan lahan dalam menyimpan air membuat Jawa Barat kehilangan potensi sumber daya air sebanyak 73 miliar meter kubik pada musim kemarau. Padahal, Jabar memiliki air sebanyak 81 miliar kubik air di musim hujan. Menurut Anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin, Jabar memiliki 1,7 juta hektar kawasan lindung dan 600.000 lahan kritis. Kerusakan hutan membuat Jabar hanya memiliki potensi sumber daya air sebanyak 8 miliar meter kubik saat kemarau….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 23
PROTOKOL KYOTO: TAK TERHINDARI NEGOSIASI MASALAH EKONOMI
Konferensi Para Pihak ke-13 untuk Kerangka Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim atau UNFCCC akan berlangsung di Bali, Desember 2007. Namun, forum yang mempunyai tujuan mulia itu, yakni mewujudkan prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan, khususnya menyangkut perubahan iklim global, belakangan lebih terlihat sebagai forum ekonomi, bisnis, dan politik antarnegara….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 51
KORBAN KABUT ASAP AKAN DIEVAKUASI: KALSEL SIAPKAN 144.000 MASKER
Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan 144.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kepala Subdinas Penanganan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kalsel Sukamto mengatakan 44.000 masker di antaranya sudah ada di instansinya………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 5
WARGA TOLAK HPH DI LAHAN ADAT
Masyarakat di daerah aliran Sungai Mendalam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menolak kehadiran perusahaan pemegang izin hak pengusahaan hutan (HPH) atas 24,9 ribu hektare di wilayah tersebut. Mereka beralasan bahwa izin HPH yang diberikan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban kepada PT Toras Banua Sukses itu berada di lahan adat milik masyarakat dan hutan lindung………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 7
PEMBALAKAN LIAR PERLU PERPPU
Panitia Kerja (Panja) Illegal Logging Komisi III DPR diminta merekomendasikan pembentukan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang pemberantasan kejahatan pembalakan liar. Hal itu karena kita dalam keadaan darurat untuk memerangi pembalakan liar………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 12
REKLAMASI MESTI HATI-HATI

Reklamasi 32 kilometer bentangan pantai utara (pantura) Jakarta agaknya bakal menjadi satu proyek prestisius bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov berargumen bahwa proyek itu bakal menjadi solusi dari minimnya ketersediaan lahan kosong untuk pembangunan Ibu Kota………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 20 JULI 2007, HAL. 19

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH