KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

323 TITIK API DI SUMSEL, DI KALSEL TITIK API BERTAMBAH

Meski program penanggulangan pembakaran lahan dan hutan digalakkan, ternyata tradisi membakar semak belukar untuk membuka lahan pertanian tetap berlangsung saat ini……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. 24
ASAP GANGU ARUS TRANSPORTASI
Arus transportasi kendaraan di Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim di Sumatera Selatan terganggu asap akibat kebakaran hutan. Asap membuat jarak pandang pendek dan sopir harus menyalakan lampu kendaraan pada siang hari……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. A8
MERANANYA SITU KAMI
Danau kecil (situ) itu merana. Permukaannya hijau lumut di bawah terik matahari Senin pekan lalu. Sebagian tepiannya ditutupi eceng gondok yang merajalela. Ratusan keramba bambu mengapung di tengah. Sesekali terhirup bau busuk dari sampah-sampah di beberapa sudut…………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. A8
INDONESIA GANDENG KOREA KEMBANGKAN HTI
Indonesia menggandeng Korea Selatan untuk mengembangkan Hutan Tanaman Industri (HTI), penghijauan dan rehabilitasi lahan seluas 500 ribu hektare. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Menteri Kehutanan MS Kaban dan Chief of Korea Forest Service (KFC) Suh Seung Jin di Daejon, Korea Selatan, kemarin…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. 2
HUTAN BAKAU MUARA ANGKE TERSISA SEKITAR 20%
Pelestarian hutan bakau di suaka margasatwa Muara Angke, Jakarta Utara, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, setiap tahun ekosistem bakau terus berkurang. Pandangan itu disampaikan tenaga ahli Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Mangrove Dr. Sukristijono di sela kegiatan peduli lingkungan Standar Chartered Bank Indonesia (SCBI) di Suaka Margasatwa Muara Angke, kemarin…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. 7
BINATANG LIAR DI PURBALINGGA TURUN KE DESA
Warga tiga desa di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), resah akibat datangnya hewan-hewan liar seperti babi hutan dan kucing besar ke kampung mereka. Binatang-binatang itu turun ke desa akibat kekeringan di tiga sungai di Gunung Wuled, yakni Bodas, Karang, dan Gintung………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. A1
RIBUAN HA LAHAN PERTANIAN TELANTAR
Ribuan hektare (ha) lahan pertanian warga di empat kecamatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), telantar karena irigasi Gumbasa Kurun ditutup sejak satu bulan terakhir………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. A1
MASALAH ASAP MASIH GELAP
Kabut asap selalu menghantui warga di Riau karena dapat dipastikan, setiap tahun terutama saat kemarau tiba, momok ini selalu muncul. Siapa pun akan sangat mudah mengetahui asap yang peredarannya sampai ke negara tetangga Malaysia dan Singapura itu disebabkan aktivitas pembakaran lahan..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. A2
SERANGAN KABUT ASAP DI JALINTIM MELUAS
Kabut asap yang menyelimuti jalan lintas timur (jalintim) Sumatera terus meluas. Setelah ruas Palembang-Jambi, kemarin jalintim Palembang-Lampung juga tertutup asap akibat pembakaran hutan dan lahan…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 2 AGUSTUS 2006, HAL. A2
BATANG GADIS DIANCAM TAMBANG EMAS

Kendati berstatus kawasan lindung, Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) tak benar-benar terlindung dari deru mesin pencakar tanah. Aktivitas buka lahan oleh PT Sorik Mas Mining sudah dilakukan di TNBG sejak tahun lalu, menyisakan kerusakan ekosistem yang kasat mata. NAmun itu tak membuat perusahaan tambang emas asal Australia itu mundur dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, lokasi TNBG…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU, 2 AGUSTUS 2006, HAL. 22

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH