KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MASYARAKAT ADAT MASIH TERMAJINALISASI: NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL IKUT TERGERUS
Masyarakat adat masih termarjinalisasi dan belum mendapatkan pengakuan. Padahal, pengakuan terhadap keberadaan masyarakat adat dinilai akan dapat menekan konflik. Menurut Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan terdapat tiga persoalan besar yang dihadapi oleh masyarakat adat. Pertama, berlangsungnya kolonisasi di wilayah masyarakat adat dan sangat sarat berbagai kepentingan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 10 AGUSTUS 2007, HAL.12
GEMPA BUMI: MAGNITUDO, INTENSITAS DAN DAMPAK BENCANA
Berbicara soal dampak gempa bumi, sejarah mencatat, gempa terbesar sepanjang sejarah manusia, yaitu gempa skala Richter ini, tidak menunjukkan beratnya dampak bencana gempa bumi. Gempa yang melanda sebuah kota padat penduduk sehingga menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang parah mungkin magnitudonya sama besarnya dengan gempa yang melanda daerah gurun yang tak berpenghuni sehingga tidak ada korban jiwa atau kerusakan infrastruktur……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 10 AGUSTUS 2007, HAL.14
REGU PEMADAM KEWALAHAN: WARGA AKAN DIAJARI MENGOLAH LAHAN TANPA MEMBAKAR
Regu pemadam kebakaran hutan Manggala Agni Kalimantan Barat kewalahan memadamkan api pada lahan yang terbakar di Kabupaten Landak dan Bengkayang. Mereka tidak mampu menjangkau lokasi kebakaran di hutan dan pegunungan karena tidak ada akses jalan.Sejak Senin lalu, tiga regu Manggala Agni Departemen Kehutanan berusaha memadamkan kebakaran lahan di dua kabupaten tersebut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 10 AGUSTUS 2007, HAL.23
KELUARGA KALLA TAWARKAN MESIN PENGOLAH SAMPAH
Perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla, Intim Group, bekerja sama dengan Associa Corp., Jepang, menawarkan mesin pengolah sampah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Mesin ini bisa membantu mengurangi beban angkutan sampah," kata Presiden Direktur Intim Group Halim Kalla kepada wartawan. Menurut Halim, adik Wakil Presiden Jusuf Kalla, jika setiap kelurahan memiliki mesin itu, sampah tidak harus jauh-jauh diangkut ke tempat pembuangan akhir, seperti ke Bantargebang, Bekasi…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 10 AGUSTUS 2007, HAL.A14
PERAMBAHAN HUTAN SALAH SATU PENYEBAB BANJIR MOROWALI
Hutan sebagai salah satu potensi sumber daya alam memiliki nilai ekonomi tinggi di luar migas. Luas tutupan hutan Morowali Sulawesi Tengah pada tahun 2001 adalah 1.013.931 hektare, terdiri dari hutan lindung (HL) 447.170 hektare, hutan produksi (HP) 193.649 hektare, hutan produksi terbatas (HPT) 230.567 hektare, hutan produksi yang dapat dikonversi 80.294 hektare, dan hutan suaka alam 62.251 hektare. Kenyataan itu menyebabkannya menjadi incaran para investor untuk mengeksploitasinya.Hasil analisis dan data base Walhi Sulteng tahun 2001-2007 menyebutkan kondisi hutan di Morowali menjadi kritis disebabkan oleh berbagai konsesi…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 9 AGUSTUS 2007, HAL.5
KALA HUTAN MEMBALAS DENDAM
Pertengahan 2006, terjadi banjir di Petasia dan Mori Atas akibat meluapnya Sungai La (sungai terbesar di Morowali). Tapi banjir itu hanya merusak tanaman padi dan cokelat penduduk serta menggenangi rumah-rumah warga. Begitu juga banjir-banjir sebelumnya, umumnya tak sampai merusak, juga tak merenggut jiwa manusia.Para pemerhati lingkungan hidup di Sulteng sudah sering mengingatkan tentang ancaman banjir besar di Morowali berkaitan dengan gundulnya hutan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 9 AGUSTUS 2007, HAL.11
PEMBALAKAN LIAR DI ACEH MASIH MARAK
Kasus pembalakan liar hingga kini masih marak terjadi di Provinsi Aceh, namun sudah ada penurunan kualitas, setelah pemberlakuan moratorium logging (jeda tebang). Demikian Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, di Aceh Tamiang, Selasa, (7/8). Menurutnya, pascapemberlakuan jeda tebang di Aceh, sudah ada penurunan dan ke depan diharapkan Aceh bisa bebas terhadap penebangan ilegal…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 9 AGUSTUS 2007, HAL.13
GEMPA LUMPUHKAN BALONGAN
Gempa tektonik berkekuatan 7,0 pada skala Richter (SR) yang menggoyang perairan di Kab Indramayu, Jabar, Kamis (9/8) dini hari, berdampak pada terhentinya operasi kilang minyak unit pengolahan (UP) VI Balongan. Sejumlah teknisi terus bekerja agar kilang pemasok BBM untuk DKI Jakarta dan Jabar ini bisa berfungsi normal kembali.”Kita usahakan unit residue catalythic cracking (RCC) bisa beroperasi kembali hari ini (kemarin). Unit ini bagian terakhir yang masih dikerjakan,” kata Kepala Hupmas UP VI Balongan, Darijanto, Kamis (9/8). …BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 10 AGUSTUS 2007, HAL. 1
SUMUR WARGA DI KOTA BENGKULU MULAI MENGERING
Air sumur milik warga Kota Bengkulu mulai mengering, menyusul sudah hampir satu bulan terakhir daerah ini tidak diguyur hujan. Air sumur yang mulai kering tersebut pada umumnya berada di daerah dataran tinggi.Jika sumur mereka kering untuk mengatasi kebutuhan air minum, mandi, masak dan sebagianya terpaksa harus membeli ke Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 9 AGUSTUS 2007, HAL. 12
GUNCANGAN GEMPA INDRAMAYU HINGGA MALAYSIA
Gempa tektonik berkekuatan 7,0 skala Richter yang berpusat di barat laut Indramayu, Jawa Barat, kemarin dini hari, akibat pergerakan lempeng Eurasia dan Indo Australia yang menyusup ke bawah pulau jawa. Lempeng itulah yang juga memicu Gempa di Pangandaran, Jawa Barat….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 10 AGUSTUS 2007, HAL. 1
WARGA DI TIGA KECAMATAN MULAI KESULITAN AIR, KEKERINGAN LANDA BOGOR
Selain kesulitan mendapatkan air bersih ribuan hektare persawahanpun kini meranggas. Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu bulan lalu, namun belakangan semakin parah. Desa-desa di Kecamatan Ciseeng yang di landa kekeringan di antaranya Desa Karihkil, parung Leungsir, Bambu Kuning, Ngelayanti, Babakan Sirna, Parung Areuy dan Parung Jengkol, Cibeuteung Udik dan Putat Nutug….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 10 AGUSTUS 2007, HAL. 4
WARGA UNA-UNA HENTIKAN
PENAMBANGAN

Pasca longsor bukit Kapur yang menewaskan tiga warga desa Seatu, Kecamatan Una-una, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi tengah, Rabu (7/8) Pemarintah Kabupaten (Pemkab) setempat menghimbau Warga menghentikan penambangan dilokasi tersebut….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 10 AGUSTUS 2007, HAL.5

Sumber:
KBUA Perpustakaan KNLH