KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMBAKAR LAHAN DIRAZIA, SEORANG TERTANGKAP
Pembakaran lahan yang memicu bencana asap tak berkesudahan selama tiga pekan di Riau memaksa aparat merazia para pelaku. Dalam razia yang digelar sejak awal pekan ini, seoramg pelaku tertangkap basah sedang membakar lahan di Bengkalias (Riau) Rabu (2/8)…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 AGUSTUS 2006, HAL. 1
AWAN ANEH YANG TAMPAK BUKAN LAGI AWAN CUACA
Banyak orang di Kota Bandung (Jabar) penasaran melihat awan yang muncul di langit Bandung, Selasa (2/8) melintang dan timur ke barat. Peneliti dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengatakan tipikat awan itu memang bukan awan cuaca. "Tidak ada salahnya jika masyarakat siaga sejak dini terhadap kemungkinan gempa. Untuk memastikan apakah awan aneh itu adalah awan gempa, perlu penelitian panjang," ujar Bambang Siswanto, Kepala Bidang Pemodelan Iklim, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di Bandang. Menurut dia, tipikal awan itu bukan awan sirus, kumulus, dan stratus.. BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 AGUSTUS 2006, HAL. 24
ANGKE DIPENUHI SAMPAH, EKOSISTEM KAWASAN PUN BERUBAH AKIBAT REKLAMASI PANTAI
Seluruh 2502 hektar kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, satu-satunya kawasan mangrove yang tersisa dan merupakan habitat utama satwa liar di Jakarta saat ini semakin parah dicemari limbah dan sampah. Reklamasi pantai pu telah mengubah total ekosistem kawasan itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 AGUSTUS 2006, HAL. 27
BURON PEMBALAK LIAR DITANGKAP
Buron kasus pembalakan liar di Provinsi Riau, Angliong Ang, tertangkap di Medan kemarin. Pria berusaha 40 tahun ini terlibat dalam kasus pengapalan puluhan ton kayu di Riau setahun lalu….BACA SELENGKAP, KORAN TEMPO, KAMIS 3 AGUSTUS 2006, HAL. A8. BERITA TERKAIT: CUKONG PEMBALALAK DISERAHKAN KE POLDA, REPUBLIKA, KAMIS 3 AGUSTUS 2006, HAL. 19; BURONAN PEMBALAKAN LIAR DITANGKAP DI MEDAN, KOMPAS, KAMIS 3 AGUSATUS 2006, HAL. 24
GEMPA GUNCANG YOGYAKARTA
Gempa bumi berkekuatan 3,4 skala Richter menguncang Yogyakarta kemarin. Kepala Seksi Data dan Informasi pada Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika Yogyakarta Tyar Prasetyo mengatakan gempa itu berpusat di daratan pada 8 derajat lintang selatan dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. "Getarannya bisa dirasakan sampai daerah Bantul dan Kota Yogyakarta," kata Tuar………BACA SELENGKAP, KORAN TEMPO, KAMIS 3 AGUSTUS 2006, HAL. A8
REKLAMASI PANTAI UTARA JAKARTA, BERPOTENSI RUGI RP 2.927 TRILIUN

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak rencana reklamasi pantai utara Jakarta. Menurut penelitian Walhi, dalam 50 tahun setelah reklamasi, proyek pengurukan pantai sepanjang 32 kilometer itu berpotensi rugi sekitar Rp 2.927 triliun. "Kerugian sosial dan ekologi yang ditimbulkan tidak sebanding dengan nilai keuntungan ekonomi yang didapat," kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Selamet Daroyni, kemarin………….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 3 AGUASTUS 2006, HAL. A12

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH