KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LUMPUR LAPINDO: SEBAGIAN WARGA DI SELATAN TANGGUL INGIN PINDAH
Sebagian warga yang tinggal di selatan pusat semburan lumpur Lapindo ingin pindah. Apalagi setelah ada penelitian bahwa di bawah tanah tempat mereka tinggal ada antiklin yang dapat berubah menjadi gunung lumpur. Menurut Ketua RW 1, Desa Pejarakan Zakaria, Selasa (4/9), warganya sudah tidak betah lagi tinggal di wilayah itu. Selama ini mereka tidak bisa hidup tenang. Warga tidak tenang karena banyak hal, seperti air sumur yang sudah tercemar, keretakan di dinding dan lantai rumah, banyaknya semburan liar yang muncul, debu dan bau dari tanggul kolam penampungan lumpur………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 5 SEPTEMBER 2007, HAL. 24
JALAN AMBLAS DI SUMBAR: KOTA BALIKPAPAN DAN BENGKULU MASIH RAWAN
Sebagian jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dan Pekanbaru, amblas, Selasa (4/9). Longsornya tanah yang menyangga jalan ini terjadi di Kilometer 200 dari Kota Padang, atau di Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Banjir dan tanah longsor masih mengancam Kota Balikpapan karena sampai Selasa kemarin hujan deras masih mengguyur lokasi musibah dan kawasan lainnya……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 5 SEPTEMBER 2007, HAL. 24 BERITA TERKAIT: BALIKPAPAN LONGSOR LAGI BATAM MASIH DILANDA BANJIR, MEDIA INDONESIA, RABU 5 SEPTEMBER 2007 HAL. 5
SUTANTO TINJAU HUTAN RIAU
Kunjungan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Sutanto dan Jaksa Agung Hendarman Supandji ke Riau kemarin berlangsung dalam penjagaan ketat. Dengan helikopter milik kepolisian, Sutanto dan Hendarman terbang selama sejam mengitari kawasan Indragiri Hilir dan Pelalawan. Seorang perwira polisi mengatakan kunjungan itu berkaitan dengan penanganan kasus pembalakan liar di Riau…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 5 SEPTEMBER 2007, HAL. A3
PENGUSAHA KAYU PERTANYAKAN KEABSAHAN SURAT IZIN
Sejumlah pengusaha di Riau mengaku kebingungan dengan cara Kepolisian Daerah Riau menangani pembalakan liar. Beberapa mengaku telah menghentikan operasi perusahaan mereka karena ragu dengan keabsahan perizinan yang sudah dikantongi. Salah satunya adalah PT Madukoro. Dua hari lalu, Markas Besar Kepolisian RI menyatakan perusahaan ini terlibat aksi pembalakan liar…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 5 SEPTEMBER 2007, HAL. A3
HUTAN BAKAU TINGGAL 10 PERSEN
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Lampung Syaifullah Sesunan mengakui, dari 20 ribu hektare hutan bakau di pesisir pantai Lampung, sebagian besar rusak. Kerusakan terparah terjadi di pesisir timur Lampung, mulai Kalianda, Labuan Maringgai, hingga Tulang Bawang. Saat ini terdapat 160 ribu hektare hutan bakau yang terdapat di seluruh pesisir barat, selatan, dan timur Lampung. Menurut Syaifullah, kerusakan hutan bakau ini disebabkan oleh pembukaan lahan untuk tambak udang secara liar…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 5 SEPTEMBER 2007, HAL. A8
GAYA HIDUP MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM
Mengutip Sir Nicholas Stern, apabila dalam jangka waktu 50 tahun mendatang (2050) gaya hidup manusia tidak berubah dalam bersikap terhadap alam dan lingkungan, bencana pemanasan global akan benar-benar terjadi. Intergovernmental Panel on Climate Change memperkirakan kenaikan suhu global akan berkisar 1,6-4,2 derajat Celsius pada 2050 atau 2070. Karena itulah, segera diperlukan perubahan gaya hidup untuk menanggulangi bahaya perubahan iklim…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 5 SEPTEMBER 2007, HAL. A10
RP.500 MILIAR UNTUK PENYELAMATAN LINGKUNGAN
Pemerintah telah menganggarkan dana dari APBN sebesar Rp 500 miliar untuk penyelamatan lingkungan tahun ini yang didistribusikan pada seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dana sebesar Rp 500 miliar itu, akan didistribusikan ke tiap daerah masing-masing Rp 300 juta per kabupaten/kota. Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup (KLH) Arief Yuwono di sela-sela Semiloka Pembelajaran tentang Perubahan Iklim oleh KLH Regional Sulawesi, Maluku dan Papua di Makassar, Sulawesi Selatan…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 4 SEPTEMBER 2007, HAL. 6
HENTIKAN PENEBANGAN HUTAN DI MALUKKU
DPRD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat meminta penghentian segera kegiatan penebangan dalam kawasan hutan lindung di Kecamatan Malukku, Mamuju. "Kegiatan penebangan kayu yang terjadi dalam kawasan hutan lingkungan di Dusun Manalisse, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Malukku yang dilakukan oleh CV GM harus segera dihentikan," kata anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik di Mamuju……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 4 SEPTEMBER 2007, HAL.6
BPLS BELUM MAMPU TUTUP PUSAT SEMBURAN LUMPUR
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengaku belum mampu menutup pusat semburan lumpur panas bercampur gas di Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Juru Bicara BPLS, Ahmad Zulkarnaen penyebabnya keterbatasan sumber daya manusia, teknologi, alam yang tidak bersahabat dan semburan yang berbahaya bagi pekerja. Akibatnya volume semburan tetap bertahan 80.000-100.000 meter kubik per hari…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 4 SEPTEMBER 2007, HAL.13
PENCEMARAN LIMBAH TAPIOKA MAKIN PARAH
Warga desa di sepanjang aliran Kali Sapi seperti di Petir, Kaliajir, Pucung Bedug, Merden, dan Sawangan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang biasanya memanfaatkan air Kali Sapi untuk keperluan mandi dan mencuci, kini tidak bisa lagi melakukannya. Pasalnya pencemaran limbah dari pabrik tapioka di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang sudah semakin parah. Air sungai tersebut telah berubah warna menjadi hijau dan menimbulkan bau menyengat dan tak sedap…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 4 SEPTEMBER 2007, HAL.13
WADUK PACAL DITUTUP, 17.333 HA SAWAH TERANCAM

Waduk Pacal yang merupakan waduk terbesar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), sudah ditutup dan tidak lagi mengalirkan air untuk persawahan selama seminggu terakhir. Ini dilakukan karena volume air terus menurun pada musim kemarau.Debit air di Waduk Pacal terus menurun seiring datangnya musim kemarau. Bahkan saat ini tinggal 290 meter kubik, sehingga tidak bisa untuk masuk ke saluran irigasi.Akibat ditutupnya waduk itu, sekitar 1
7.333 hektare (ha) sawah tidak lagi mendapat suplai air dari Waduk Pacal…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 4 SEPTEMBER 2007, HAL.12

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH