KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DANA BESAR UNTUK ADAPTASI IKLIM
Dana jutaan dollar Amerika Serikat dari berbagai negara maju terbuka untuk diakses dalam kerangka adaptasi perubahan iklim. Pada saat bersamaan, Indonesia belum siap mengakses dana-dana tersebut. Menurut Agus Purnomo, Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Kerja Sama Isu Lingkungan Internasional, negara-negara maju menyediakan dana puluhan hingga ratusan juta dollar AS maupun euro. Sayangnya, kesiapan mereka untuk membantu lebih cepat daripada kesiapan kita membuat proposal……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL.13
SUNGAI CISADANE TERCEMAR LOGAM
Air kali Cisadane yang mengalir di wilayah Kota Tangerang kini tercemar logam jenis zat besi dan mangan. Kondisi itu diketahui dari hasil pemeriksaan baku mutu air di Perusahaan Daerah Tirta Benteng Kota Tangerang oleh PT Sucofindo. Hasilnya, kandungan zat besi dan mangan diatas ambang batas normal……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 25
TIGA TPS DIKEMBANGKAN
Tiga lokasi tempat pembuangan sementera (TPS), Yakni Duri Kosambi (Jakarta Barat), Pulogebang (Jakarta Timur) dan Marunda (Jakarta Utara) akan dikembangkan menjadi tempat pengelolaan sampah mutakhir. Kebijakan Pemprov DKI Jakarta ini dilakukan karena sampai saat ini penanganan sampah di Ibukota belum maksimal dan sering dikeluhkan warga………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 17 SEPTEMBER 2007, HAL. 7
KEPALA POLRI TETAP TUMPAS PEMBALAK LIAR
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutanto menegaskan tidak ada satu kewenangan pun yang dapat menghentikan polisi dalam menyelidiki kasus-kasus pembalakan liar.Ia menambahkan, solusi utama menyelesaikan kasus illegal logging terletak pada pengadilan, salah satunya dengan menjalankan lelang. Ia menolak anggapan yang mengatakan langkah jajarannya dalam menangani pembalakan liar ini telah mengganggu perekonomian…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. A1
KELUD PERLIHATKAN GEJALA AKAN MELETUS
Warga di sekitar lereng Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, hingga kemarin belum mengungsi ke tempat aman. Padahal tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Bandung sudah mengidentifikasi tanda-tanda letusan. Sehari sebelumnya, tim PVMBG mengumumkan aktivitas Gunung Kelud terus menunjukkan tanda-tanda akan meletus…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL.A8
8.000 HA HUTAN DI BALIKPAPAN RUSAK
Sekitar 8.000 hektare atau lebih separuh dari 15 ribu hektare luas hutan di Balikpapan, Kalimantan Timur, rusak akibat dari penebangan liar dan pembukaan lahan oleh masyarakat sekitar hutan. Kepala Bapedalda Kota Balikpapan Ahmad Yani mengatakan hutan yang rusak terdiri dari hutan mangrove, hutan kota dan hutan lindung………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 4
SEJUMLAH KAWASAN HUTAN HANGUS
Sejumlah kawasan hutan di Pulau Jawa terbakar, antara lain di Tuban dan Ponorogo, Jawa Timur, kemarin. Sementara itu, kebakaran hutan lindung di Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah belum padam. Dalam peristiw kebakaran hutan di Tuban, sedikitnya 22,5 hektar tanaman jati di Kecamatan Jatirogo hangus………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 4
BANGSA PINTAR TAK CUKUR HUTAN
Kepentingan devisa dan penyerapan tenaga kerja menjadi isu utama pengelolaan hutan di Indonesia akhir-akhir ini. Devisa seolah menjadi penyelamat utama nasib bangsa dan penyerapan tenaga kerja juga menjadi dalil perkembangan ekonomi. Bahkan dikatakan hilangnya hutan alam kita tergantikan dengan devisa besar bagi negara. Kehancuran hutan alam dari kerusakan yang tadinya hanya 900 ribu hektare per tahun di awal 1990, kini menjadi 2,8 juta hektare per tahun….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL.A11
HUTAN JADI AGENDA UTAMA
Pembahasan perubahan iklim menempatkan kelestarian hutan sebagai kondisi penting yang harus dipertahankan. Oleh karena itu, hutan menjadi agenda penting pada Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bali, Desember mendatang………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 6
STRUKTUR TANAH PICU TINGGINYA KERUSAKAN
Hasil peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Tim Geologi Fakulatas Teknik UGM di daerah yang menjadi korban gempa Bengkulu menunjukkan struktur tanah menjadi salah satu penyebab besarnya kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,9 skala richter yang terjadi Rabu (12/9)…………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 6
PRESIDEN KUNJUNGI KORBAN GEMPA
Presiden didampingi Ny Ani Bambang Yudhoyono menemui korban gempa di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (17/9). Pada kesempatan itu Presiden berdialog dan memberikan bantuan. Korban gempa yang ditemui mengaku terhibur didatangi Presiden, para menteri, dan banyak pejabat lainnya. Namun, hiburan itu dirasakan oleh para pengungsi di lokasi gempa hanya berlangsung sesaat….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS , SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL.1
DPR PERTANYAKAN PE
MERIKSAAN MENHUT
DPR RI mempertanyakan kapan akan dilakuan pemeriksaan Menteri Kehutanan dalam kasus pembalakan liar di wilayah hukum Polda Riau. Anggota DPR dari Komisi III, Benny K. Harman, meminta Polri bertindak tegas, termasuk memeriksa pembantu presiden………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 12
KAWANAN GAJAH BELUM BISA DIHALAU DARI ACEH UTARA
Tim penanggulangan dan penghalau gajah liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga saat ini belum bisa mengatasi kawanan gajah yang masuk ke perkampungan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 23

PEMBALAKAN LIAR, ANTARA ISU EKONOMI DAN PENGRUSAKAN LINGKUNGAN

Puluhan truk mengangkut batangan kayu bulat (log), berjajar di sepanjang jalan di depan Polres Pelalawan, Riau. Lima baris truk bermuatan log dengan diameter sekurangnya 30 centimeter itu merupakan saksi bisu galaknya operasi antipembalakan liar di Riau selama 2007 ini………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 2
WASPADAI KAWASAN SIBERUT : MITIGASI BUTUH DUKUNGAN ALAT

Kalangan ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia menyatakan kawasan barat Sumatera masih menyimpan potensi gempa besar yang harus dicermati. Namun, kegiatan mitigasi atau pencegahan kemungkinan bencana yang dilakukan para geolog itu menghadapi kendala jaringan instrumen pemantau, seperti seismometer dan GPS…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 14

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup