KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BENCANA ALAM: BANJIR MENERJANG MUARA ENIM
Banjir bandang menerjang Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, setelah air Sungai Atap meluap sejak hari Senin hingga Selasa (18/9). Air Sungai Atap meluap ketika hujan mengguyur daerah tersebut selama sehari semalam. Lokasi banjir yang terparah berada di tiga kelurahan yang semuanya masuk wilayah Kecamatan Talang Ubi, yakni kelurahan Talang Ubi Utara, Barat, dan Timur. Di lokasi tersebut lebih dari 300 rumah milik warga terendam dengan kerugian mencapai miliaran rupiah….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL. 15. BACA SELENGKAPNYA: 500 RUMAH DI MUARAENIM TERENDAM, MEDIA INDONESIA, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL. 5
KEDIRI ANTISIPASI LUNCURAN LAVA GUNUNG KELUD
Tujuh sungai di Kabupaten Kediri dan Blitar, Jawa Timur, akan dimanfaatkan sebagai penampung lahar Gunung Kelud. Pemerintah daerah sedang menyiapkan kantong penampung lahar. Menurut Pelaksana Teknis Kegiatan Pengendalian Lahar Gunung Kelud Suhartono, pemerintah perlu mengantisipasi letusan gunung setinggi 1.731 meter itu……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL.A8
12 NEGARA BERSATU ATASI HUTAN
Dua belas negara yang memiliki hutan hujan tropis sepakat bersatu mempromosikan pengelolaan hutan berkelanjutan, termasuk mengurangi emisi karbon akibat rusaknya hutan dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim global. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memimpin Pertemuan Khusus Tingkat Tinggi Negara-negara Pemilik Hutan Hujan Tropis di Gedung PBB di New York, Amerika Serikat, 24 September 2007 mendatang. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar pertemuan itu untuk meningkatkan posisi tawar dalam Konferensi para Pihak ke-13 (COP-13) di Bali, Desember mendatang……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL.13
BELAJAR NIRSAMPAH DARI KELAPA
Tidak ada hasil samping yang menjadi sampah yang terbuang, ketika para mahasiswa ASEAN Logics kebetulan menyaksikan proses pembuatan tepung kelapa yang disinggahi di Desa Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, beberapa waktu lalu. Dari sinilah mereka dapat belajar dan mengenal gagasan nirsampah atau zero waste untuk mengajak masyarakat mampu bertanggung jawab atas sampah mereka sendiri dan tidak membuangnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL.13
TANGERANG SETUJUI PROYEK PENYARING SAMPAH JAKARTA
Setelah melakukan penolakan, akhirnya kemarin Pemerintah Kota Tangerang menyetujui pembangunan proyek penyaringan sampah DKI Jakarta di Kali Mookervart. Proyek tersebut terletak di perbatasan antara wilayah Kota Tangerang dan Kota Madya Jakarta Barat.Persetujuan diberikan setelah terjadi pertemuan di antara kedua pemerintah di Jakarta kemarin…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL.A15
LIMBAH RUMAH SAKIT TAK TERKELOLA DENGAN BAIK
Sampai saat ini limbah medis belum dikelola secara baik dan sesuai standar yang ditetapkan Badan Kesehata Dunia (WHO). Menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Agus Rachmat limbah tersebut bisa membahayakan kesehatan pasien, pegawai dan masyarakat. Untuk itu pertama kalinya di Indonesia, pemerintah provinsi Jawa Barat mengembangkan insigenerator untuk pengelolaan limbah medis….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL.22
POSISI TAWAR DENGAN PENCEGAHAN DEFORESTASI
Menurut data State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan the UN Food and Agriculture Organizations (FAO) angka deforestasi di Indonesia pada 2000-2005 mencapai 1,8 juta hektare per tahun. Pepohonan di dalam hutan selama ini mampu menyerap karbondioksida sepanjang hidup. Dengan menurunkan emisi karbondioksida, Indonesia berpeluang memperbaiki iklim dunia dari perubahan yang drastis. Posisi tawar kepada dunia ini akan menjadi salah satu tujuan delegasi Indonesia dalam penyelenggaraan Konferensi PBB untuk perubahan iklim…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL.22
PEMBALAKAN LIAR: UMUMKAN SEGERA HASIL KERJA TIM GABUNGAN
Tim gabungan yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan kemelut pembalakan liar di Riau diminta secepatnya mengumumkan hasil pemeriksaan lapangan kepada publik. Tim juga harus mampu menempatkan persoalan kehutanan Riau, yang berkaitan dengan dua industri bubur kertas terbesar di Indonesia, lebih proporsional antara penegakan hukum dan aktivitas ekonomi………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL. 18
ILLEGAL LOGGING DI RIAU : PERIKSA MENTERI KEHUTANAN
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Sutanto diminta memeriksa Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban terkait kasus pembalakan liar (illegal logging) di Riau. Menurut anggota Komisi III DPR, Benny K Harman dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri, Kapolda Riau pernah berjanji akan memeriksa Menhut dalam kasus illegal logging di Riau…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL.3
MADURA MENOLAK PLTN
Masyarakat Madura, Jawa Timur (Jatim), menolak rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di daerah itu. Selain karena kebijakan pemerintah tersebut belum disosialisasikan, masyarakat Madura khawatir akan munculnya dampak buruk PLTN bagi manusia dan lingkungan setempat.Wakil Ketua Komisi VIII DPR, H MH Said Abdullah dari daerah pemilihan Madura, dalam percakapan dengan SP, Selasa (18/9) pagi, menegaskan, pemerintah jangan memaksakan pembangunan PLTN di Indonesia, termasuk di Madura…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL.6
font>
GILIRAN ISPA SERANG KORBAN GEMPA
Warga korban gempa bumi di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, yang berada di tenda-tenda pengungsian, mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hingga Selasa (18/9) pagi, sedikitnya 25 pengungsi menderita ISPA.Penderita ISPA belum memperoleh perawatan memadai, karena puskesmas dan sarana kesehatan yang ada di kecamatan itu hancur akibat gempa bumi berskala 7,9 skala richter…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 18 SEPTEMBER 2007, HAL. 1
TUMPUKAN KAYU 17 KM BARANG BUKTI KEJAHATAN

Polri menegaskan kayu sitaan yang ditupuk sepanjang 17 km di Riau adalah barang bukti tindak pidana atau kejahatan pembalakan liar. Penegasan itu dimaksudkan untuk menepis adanya pro-kontra legal-tidaknya kayu sitaan tersebut. "Barang yang terkait dengan tindak kejahatan namanya barang bukti. Baik itu digunakan untuk kejahatan disimpan atau diperoleh dengan ilegal namanya barang bukti kejahatan," tegas Kadin Humas Polri Irjen. Sisno Adiwinoto di Mabes Polri, kemarin…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 19 SEPTEMBER 2007, HAL. 12

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup