KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TIM TERPADU NYATAKAN TELUK BUYAT TERCEMAR
Tim Terpadu yang meneliti perairan Teluk Buyat Sulawesi Utara menyatakan bahwa perairan teluk Buyat telah tercemar akibat limbah penambangan yang dilakukan oleh PT Newmont Minahasa Raya. Ketua Tim Teknis Tim Terpadu Masnellyarti Hilman dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengemukakan bahwa perairan teluk Buyat mengandung logam arsenik dan merkuri. …..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL.22
PANTAU TSUNAMI MENTAWAI
Rentetan gempa yang melanda pesisir barat Sumatera telah menerjang kawasan pantai di Bengkulu, Jambi, hingga Padang, tak terkecuali Kepulauan Mentawai. Gempa-gempa berskala di atas 6,5 skala Richter itu memang tidak menimbulkan tsunami yang berarti, namun menjadi pertanda hadirnya tsunami yang lebih dahsyat. Inilah yang mendorong pelaksanaan pemasangan sistem pemantau dan peringatan dini tsunami di kepulauan tersebut…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL.14
GUNUNG SLAMET : LOKASI SULIT DIJANGKAU AREAL YANG TERBAKAR MAKIN LUAS
Medan yang sulit pada ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut menyebabkan kebakaran di puncak Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah, sulit dipadamkan. Hingga Kamis (20/9), areal hutan di petak 58 D yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 76 hektar. Dari Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, yang menjadi salah satu pos keberangkatan pendakian Gunung Slamet, kebakaran terlihat jelas. Setidaknya ada lima titik berupa kepulan asap yang membubung tinggi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL.23
DPRD MINTA KORIDOR VIII DILENGKAPI AMDAL
Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melengkapi analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal sebelum membangun Koridor VIII bus transjakarta. DPRD juga akan meminta penjelasan dari dinas-dinas teknis dan Badan Layanan Umum Transjakarta terkait dengan pembangunan koridor itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL.26
TATA RUANG : LAHAN RESAPAN AIR DI KOTA BEKASI BERKURANG
Luas lahan resapan air di Kota Bekasi terus berkurang karena dijadikan tempat hunian dan kawasan niaga. Kondisi ini menyebabkan lokasi rawan banjir di wilayah kota terus bertambah. Data Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Bekasi menunjukkan, lahan resapan air di wilayah kota saat ini masih tersisa sekitar 20 persen dari keseluruhan luas Kota Bekasi yang mencapai 21.049 hektar…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL.28
INDONESIA INCAR DANA REHABILITASI HUTAN
Indonesia menargetkan memperoleh dana reforestasi dari negara maju sebagai insentif dalam melaksanakan rehabilitasi dan pelestarian hutan. Dana reboisasi dalam anggaran pendapatan dan belanja negara saat ini belum mampu menutup biaya rehabilitasi hutan karena laju kerusakan hutan mencapai 1,8 juta hektare per tahun…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPS, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL.A5
KEMUNGKINAN BESAR GUNUNG KELUD MELETUS TIBA-TIBA
Tim Tanggap Darurat Aktivitas Gunung Kelud (TDAK) dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung, Jawa Barat, memperingatkan warga untuk tidak mendekati kawasan Gunung Kelud dalam radius lima kilometer, terlebih lagi melihat dari dekat kondisi kawah. Sesuai hasil analisa perkembangan magma, diperoleh petunjuk kemungkinan besar terjadi letusan freatik atau letusan tiba-tiba, tanpa didahului gempa…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 20 SEPTEMBER 2007, HAL.12
TARGET KURANGI BPO : DKI JAKARTA MEMBENTUK TIM OZON
Target pengurangan polutan bahan perusak ozon atau BPO melalui substitusi freon yang mengandung chlorofluorocarbon—yang digunakan untuk alat pendingin—skala besar terpaksa mundur dari jadwal semula pertengahan tahun ini. Skema pencairan dana multilateral dituding sebagai penyebabnya. Dana 1 juta dollar AS berupa hibah yang tersimpan di Bank Dunia baru dapat dicairkan jika negara penerima memiliki dana penyertaan 2 juta dollar AS…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 21 SEPTEMBER 2007, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup